Pemotongan tumpeng oleh Syahisti AG

Selama tiga dekade, Radio Kita, stasiun radio komunitas Indonesia yang berada di bawah naungan stasiun radio etnis Melbourne bernama 3ZZZ (dibaca Triple Z) sudah mengudara. Untuk merayakan capaian itu, para penyiar radio tersebut menghelat sebuah acara bertajuk “30 Years on Air” di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne pada 4 Agustus 2018.

Acara yang berlangsung selama empat jam tersebut dimeriahkan oleh penampilan seni dari beragam organisasi, dan juga kata sambutan dari perwakilan setiap komunitas Indonesia, termasuk salah satunya Petrus A Usmanij, Presidentdan Convenor dari Radio Kita sendiri yang juga berbincang khusus dengan Buset.

Syahisti AG dari Radio Kita menyerahkan potongan tumpeng pada  Spica Tutuhatunewa selaku Konsul Jendral RI di Melbourne

Meneropong Masa Depan Radio

18 tahun sudah berjalan beriringan bersama radio yang kini berpusat di Brunswick tersebut, Petrus mengatakan telah melihat perubahan yang signifikan dari Radio Kita, terutama dari sisi jangkauan pendengar terkait kemajuan teknologi. “Sekarang ini pendengar kami itu bisa dari negara manapun karena adanya media sosial. Mereka bisa berkomentar atau mengajukan pertanyaan melalui halaman Facebook kami,” ungkapnya.“ Jadi sekarang jelajah pendengar kami lebih luas. Not necessarily jumlahnya lebih banyak, tapi titik-titik yang mengakses siaran kami bertambah sekali.”

Petrus A Usmanij, President dan Convenor dari Radio Kita

Dengan bertambahnya usia, Petrus berharap agar radio yang kini memiliki 10 orang penyiar dapat terus mewujudkan tujuan mereka, yakni mempromosikan Bahasa Indonesia di tanah Australia. “Tujuan kami adalah untuk mempromosikan Bahasa Indonesia. Dan ini tidak hanya bahasa baku, tapi bahasa gaul, bahasa ‘zaman now, dan sebagainya. Pokoknya, semua bagian dari Bahasa Indonesia harus kita lestarikan dan jaga dengan seimbang,” harap Petrus.

Rupanya niat mulia ini telah menerima respon positif dari siswa yang membutuhkan pengajaran tersebut. Ada beberapa kelas Bahasa Indonesia yang meminta Radio Kita untuk merekam siarannya sehingga para murid tersebut bisa mendengarkan di rumah untuk latihan atau ujian. “Sekarang siaran kami bisa digunakan untuk mengajar di kelas BahasaIndonesia, dan kami sangat mendukung hal tersebut,” lanjutnya

Musikalisasi puisi oleh Jembatan Poetry Society

Melihat prestasi yang sudah terukir hingga hari ini, pria yang kini mengajar mata kuliah Business Intelligence di La Trobe University ini melihat bahwa Radio Kita akan terus bertahan hingga 10 tahun ke depan karena mampu mengikuti perkembangan zaman.“ Saya melihat bahwa 10 tahun ke depan sisi program dari Radio Kita akan lebih berkembang mengikuti perubahan yang terjadi di masyarakat. Mungkin penyiarnya sudah akan berbeda dan bahkan kita sudah bisa siaran dari rumah.” ungkapnya.

“Apakah jumlah pendengar akan bertambah? Kita tidak tahu. Karena bahkan sekarang semua orang punya kebebasan untuk mendengar radio dari internet atau HP. Mungkin yang banyak berubah adalah caranya. ”Ia melanjutkan, “Mungkin di masa mendatang, kita buka microwave dan bisa mendengar siaran radio. Kita buka kulkas, sudah ada radio. Kita tidak tahu ya 10 tahun ke depan.”

Para tamu meninggalkan pesan dan ucapan untuk Radio Kita di usianya yang ke 30 tahun

Radio Kita adalah Milik Kita

Tentunya ia menuturkan harapan besar bagi kemajuan radio yang siarannya mengudara setiap hari Jumat malam ini. Dengan optimis ia bertutur, “Saya punya harapan besar agar Radio Kita tetap mengudara dan menjadi penyuara berita informasi serta Bahasa Indonesia di Australia dan seluruh dunia.”

Penampilan Ade Ishs

Petrus juga terus mengingatkan sekaligus menekankan untuk melestarikan warisan pemikiran Bapak Mohammad (Mo) Slamet, pemrakarsa nama “Radio Kita”, kepada seluruh masyarakat Indonesia di mana pun berada. “Saya berharap besar agar programnya lebih berkembang lagi dan semakin banyak relawan. Terlebih, saya ingin agar lebih banyak orang mengenal Radio Kita karena radio ini adalah milik kita, bukan milik pengurus, atau milik anggota, tapi milik seluruh warga Indonesia yang ada di manapun.”

Sebagai informasi tambahan, Radio Kita lahir setelah Ethnic Community Council (ECC) Victoria memiliki gagasan untuk mendirikan sebuah stasiun radio bagi komunitas etnis di Melbourne pada tahun 1985. Ikatan Warga Indonesia di Victoria (IKAWIRIA), sebagai organisasi yang terpilih untuk mewakili warga Tanah Air pada waktu itu, menyampaikan respon positif akan dibentuknya sebuah radio berbahasa Indonesia di Melbourne.

Penampilan oleh grup band Klaudspirits

Inisiatif ini tidak berakhir sia-sia. Setelah 30 tahun, radio yang dulunya hanya angan-angan, kini masih mengudara dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan seperti penyelenggaraan beberapa lomba seperti sayembara Bahasa Indonesia, lomba olah vokal, pembacaan berita dan menjalin erat kekerabatan dengan organisasi Indonesia yang ada di kota multikultural Australia.

 

APA KATA MEREKA

 

Mulyoto – Panwaslu

“30 tahun Radio Kita” sangat membanggakan karena sekitar tahun 1993-1994 saya juga sempat jadi penyiar Radio Kita. Jadi waktu studio masih di Trade Hall, kemudian pindah ke George St, lalu sekarang sudah ada gedung sendiri di Brunswick, itu memang sangat istimewa ya. Hanya saja dulu kita dapat dua slot, sekarang tinggal satu slot, tapi saya mengerti kenapa berkurang. Tapi secara umum saya ikut senang karena Radio Kita sudah bertahan sampai 30 tahun dan ini sangat istimewa. Harapan saya,Radio Kita bisa mendiversifikasi acaranya sehingga bisa mendapatkan pendengar yang lebih banyak lagi. Karena sekarang kompetitornya adalah internet, parabola, jadi orang bisa mendengar lebih cepat. Kalau dulu kan harus nunggu Radio Kita siaran, jadi mungkin Radio Kita harus lebih mengubah pola siarannya untuk menarik pendengar. Yang pasti selamat buat Radio Kita yang telah berusia 30 tahun, semoga tetap di udara dan tidak hilang!

 

Ina Siwabessy – Maluku Bersaudara

Saya ucapkan selamat ulang tahun kepada Radio Kita, semoga sukses, lebih berjaya lagi, dan makin bermanfaat juga bagi kita masyarakat Indonesia di Melbourne, serta murid-murid Bahasa Indonesia tentunya! Karena saya kebetulan adalah guru Bahasa Indonesia dan murid-murid saya suka dengar Radio Kita. Mereka pun bisa telepon ke radio kita kalau ada pertanyaan. Semakin jaya saja ya, Radio Kita!

 

Niniek Trahar – Dharma Wanita Persatuan (DWP)

Selamat ulang tahun untuk Radio Kita yang ke-30, semoga sukses, maju ke depannya, selanjutnya bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Perjuangan Radio Kita sangat hebat karena bisa bertahan sampai 30 tahun sebagai radio yang didirikan orang Indonesia sendiri. Saya kagum tadi setelah saya mendengar Pak Petrus bercerita tentang sejarah radio ini karena banyak yang bersedia membantu mendirikan. Saya merasa bangga karena salah satu penyiarnya adalah teman saya juga. Pokoknya sukses terus dan semoga jaya sampai akhir!

 

 

 

 

Nasa