Kesuksesan Silicon Valley serta beberapa TV show lainnya, yang mengangkat sosok geek dan introver di dunia bisnis, membuat pandangan banyak orang berubah. Introver itu keren dan dunia ada di dalam genggaman mereka. 

Tapi tentu saja itu tidak berlaku untuk semua. Ada masa dimana seorang introver tidak ingin terlihat sebagai introver sebab cap itu seringkali merupakan bahan ejekan. 

Saya kurang tahu apakah begini cara anak-anak Asia dibesarkan, selalu menghindar dan diam, tapi saya selalu berusaha untuk tidak menonjol dan membuat masalah. Sebab menjadi pusat perhatian dapat membuat Anda dilihat oleh banyak pasang mata. Saya selalu berpikir, lebih baik menjadi orang yang tidak menarik perhatian daripada melakukan kesalahan dan terlihat bodoh. 

Menciptakan kepribadian ganda 

Saat berusia 10 tahun, saya menemukan sebuah trik untuk membuat saya berani tampil di depan umum. Saya berhasil membuat sakelar “on” dan “off” yang bisa digunakan untuk mengendalikan persona saya di depan umum, contohnya saya akan dengan sukarela menjadi yang pertama maju ketika diharuskan untuk bicara dalam sebuah kelompok. Setelah dilakukan berkali-kali, saya bisa menjadi Alvin yang sosial dan blak- blakan atau Alvin yang sebenarnya, yang lebih memilih sendirian dan jauh dari orang-orang. 

Saya pikir karakter itu tidak akan hilang dari seorang introver. Tapi saya bisa dengan mudah mendorong diri sendiri untuk keluar dari zona nyaman hanya dengan menjentikan “sakelar” saya. 

Karakteristik yang membantu introver bersinar dalam bisnis 

Dalam 5 tahun terakhir, sejak saya memulai Relab, biro desain digital di Melbourne, Australia, saya sudah menyalakan tombol “on” dalam kurun waktu yang terlama selama hidup saya. 

Sebab dalam bisnis ini, segalanya fokus pada koneksi dan siapa yang Anda kenal. 

Selama ini saya harus memaksa diri dan menguras energi untuk membangun jaringan, melakukan presentasi, dan fokus pada semua pembicaraan. Sesudahnya, setengah jiwa saya melayang pergi karena kelelahan menjadi versi terbaik dari diri saya di sepanjang acara. 

Tapi, kini saya sudah bisa merangkul sisi introver dalam diri saya dan paham akan alasan apa saja yang membuat para pengusaha yang introver jadi sukses dalam dunia bisnis. 

I. Kami adalah pendengar yang baik

Tuhan menciptakan dua telinga dan satu mulut dengan maksud supaya manusia lebih banyak mendengarkan daripada berbicara, dan itu seperti pengambaran kepribadian orang introver. Sebagai sosok yang pemalu dan kurang gemar berbicara, para introver cenderung jadi pendengar yang baik, jauh lebih baik dibandingkan tipe orang ekstrover. 

Tipikal rapat pada umumnya, semua orang melempar ide, pendapat, dan menginginkan sesuatu yang berbeda. Berusaha memilah dan menggabungkannya jadi satu tentu saja berhasil membuat kepala jadi pusing, terutama jika Anda lebih banyak bicara di sepanjang pertemuan. 

Saya menyadari hal itu dan mulai berpikir bahwa saya akan berhasil jika duduk, mendengarkan, serta mencatat setiap masukan dari semua orang. Saya pun mempraktikan ketrampilan mendengarkan ini bersama tim saya, hingga akhirnya kami berhasil merancang solusi yang dapat menguntungkan semua orang. 

Introver memiliki kemampuan luar biasa untuk mendengarkan dan mengamati, yang membuat proses penyelesaian masalah jadi lebih mudah karena kami memahami masalah secara menyeluruh. 

II. Kami sangat menghargai hubungan pribadi

Karena pemalu dan penyendiri, orang introver cenderung sulit dekat dengan orang lain dan tidak punya banyak teman. Kalau pun ada itu hanya segelintir, namun memiliki ikatan yang solid dan dapat diandalkan. Kebanyakan hubungan ini adalah hasil dari hubungan yang dipupuk sejak dini. Inilah salah satu alasan kenapa saya, sebagai seorang introver, sangat menghargai percakapan empat mata dan pendapat pribadi setiap orang. 

Dalam bidang pekerjaan yang saya geluti ini saya telah bertemu dengan banyak macam kepribadian orang. Biasanya ketika bertemu untuk rapat, saya berusaha menyempurnakan komunikasi saya untuk melengkapi kepribadian mereka. 

Konsep saya adalah untuk membangun sinergi alami dalam setiap pertemuan, sehingga orang lain akan merasa nyaman ketika berbicara dengan saya. 

III. Kami sangat berempati

Salah satu kelemahan introver adalah sifat yang sangat sensitif dan cenderung terlalu banyak berpikir. Introver bisa tertekan hanya karena masalah kecil. Sebuah senyuman saja bisa membuat orang introver mempertanyakan motif di baliknya. Tapi keuntungannya, kami jadi mudah berempati kepada orang lain. 

Saya sudah melakukan banyak proyek berskala besar yang melibatkan banyak penyedia layanan dan kontraktor, dengan tanggung jawab dan sasaran yang berbeda. Pendekatan terbaik saya adalah selalu memikirkan pihak lain, dan itu membantu saya dalam merencanakan gambaran besar, meramalkan risiko, dan meminimalisir masalah bagi seluruh tim. Saya selalu bertanya, “Bagaimana kita bisa membuat tugas yang lainnya menjadi lebih mudah dan efisien, sehingga kita semua bisa sukses dalam proyek ini?” 

IV. Kami adalah kritikus terbaik untuk diri sendiri

Introver sering merasa insecure dan kritis terhadap dirinya sendiri. Namun, bersikap kritis juga berarti Anda sepenuhnya sadar akan apa yang dikuasai dan apa yang tidak. Jika Anda dapat menyalurkan kemampuan dan kualitas diri secara positif, itu artinya Anda ahli dalam personal growth, yaitu memahami perkembangan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki. Itu merupakan ciri khas dari orang-orang yang sukses. 

Demi hasil akhir yang lebih sempurna, saya —seperti orang kreatif lainnya— berusaha menciptakan karya yang lebih ideal, sehingga deadline yang diberikan agak mundur. Sekarang saya paham kalau hasil kerja yang terbaik datangnya dari sudut pandang yang berbeda-beda. 

Kini saya lebih senang berkolaborasi dengan klien dan berusaha melihat dari sudut pandang mereka. Hal ini sekaligus membantu memangkas waktu yang dulu banyak saya gunakan untuk bergulat dengan pikiran sendiri demi menyempurnakan pekerjaan. 

Saya tahu betapa seramnya memulai sebuah bisnis untuk orang yang introver, terutama bisnis yang membutuhkan banyak jaringan, penjualan, dan kolaborasi dengan pihak lain. Bisa saja Anda merasa cepat putus asa atau diabaikan karena terlalu diam. Tapi itu bukan masalah. 

Gunakan energi tersebut sebagai motivasi untuk membuktikan kepada orang lain bahwa penilaian mereka terhadap Anda itu salah. Menurut saya jika dikumpulkan, maka jumlah orang-orang introver dapat memenuhi lebih dari setengah bumi, dan banyak di antaranya sudah sukses melakukan hal-hal yang luar biasa dengan kualitas dirinya masing-masing. Itu artinya Anda juga bisa, lho. Lalu kenapa Anda tidak berani maju dan mengambil kesempatan? Jadi, kini Anda tidak perlu menahan diri lagi. 

 

 

 

Alvin Hermanto adalah principal Relab Studios, sebuah digital design agency di Melbourne. Dia juga merupakan inisiator Spektrum Podcast, yakni podcast channel berbahasa Indonesia yang membahas mengenai dunia desain untuk komunitas masyarakat Indonesia di Melbourne (tersedia di iTunes dan Soundcloud). 

[email protected]
@relabstudios | @spektrumpodcast relab.com.au