BAGAIMANA RASANYA PUASA DI MELBOURNE?

Saya tidak pernah puasa di Indonesia karena sudah lama di Australia, hampir 18 tahun. Saya tidak tahu bagaimana membandingkannya tapi memang kalau waktu musim dingin puasa lebih mudah dijalani dan kalau kita punya keluarga di rumah enak juga karena ibu saya pasti memasak.

Saya merasa bahwa bule-bule generasi kami sangatlah respectful dan bahkan beberapa teman saya di kelas baru-baru ini bilang, “sebentar lagi Ramadan ya? Berarti kita tidak bisa makan di depan kamu,” yang berarti kalau mereka mau belajar mengerti puasa itu seperti apa dan beberapa malah mau coba ikut berpuasa meskipun masih minum air.

APA SIH TIPS BERPUASA DI MELBOURNE?

Sama seperti yang dikatakan Alfath, waktu kelas selesai, puasa juga selesai. Dan di kelas juga jarang ada yang makan. Jadi sebenarnya puasa di musim dingin itu gampang. Tapi kadang suasana Ramadan memang kurang terasa. Kalau tips, buat saya sih adalah untuk stay focused. Juga makan makanan yang berserat dan mengandung GI rendah supaya bisa merasa kenyang sepanjang hari. Protein juga penting. Protein bar yang mengandung GI rendah dan serat tinggi bisa membantu menangkal rasa lapar seharian. Saya lakukan ini tahun lalu karena harganya tidak mahal. Kacang almond juga bagus karena kalau dari pengalaman saya, saya bisa tahan puasa dari jam 5 pagi sampai 9.30 malam. Bagus sekali. Tapi tetap saya harus minum banyak air juga.

APA YANG DILAKUKAN DI HARI IDUL FITRI SAAT JAUH DARI KELUARGA?

Menurut saya memang kita perlu untuk put ourselves out there dan berinisatif untuk datang ke acara perayaan Idul Fitri. Kalau misalnya kita ada bersama orang-orang yang cocok atau paling tidak kita nyambung dengan orang-orang ini, misalnya seperti organisasi Islam yang mengadakan Iftar, atau memberikan ruang untuk itikaf, bagus sekali karena dapat mendorong kita untuk tetap ke masjid dan datang ke acara kumpul-kumpul. Organisasi Indonesian Muslim Community in Victoria (IMCV) atau beberapa lainnya contohnya pernah menyewa stadium University of Melbourne untuk beribadah bersama dan menjual makanan juga. Menurut saya acara seperti ini adalah kesempatan yang baik untuk kumpul. Kebanyakan juga memang keluarga Muslim yang ada di sini itu saudara jauh sehingga adalah baik bagi kita untuk membentuk sebuah “koneksi antar tetangga” jadi kita memang tidak punya keluarga tapi punya tetangga– dan mengadakan open house sambil bersilaturahmi dengan mereka.

APA YANG SELAMA INI SUDAH ANDA DAPATKAN SEJAK BERGABUNG DENGAN YIMSA?

Saya mendapatkan hal yang tidak pernah saya dapatkan sebelumnya. Seperti misalnya untuk pertama kalinya setelah sekian lama saya dapat settle dengan sekelompok orang yang sudah saya anggap dan perlakukan layaknya keluarga.

YIMSA itu benar-benar kayak harapan buat saya. Karena di sana Anda bisa datang, jadi diri sendiri, dan meskipun seharusnya di tempat itu Anda belajar dan berkembang, komunitas ini tetap mengajarkan bahwa kita tidak harus menjadi seseorang yang bukan kita. Setiap orang menghormati proses pertumbuhan kita masing-masing.