Dengan kondisi pasar properti saat ini, ada dua pertanyaan yang akan sering menjumpa calon pembeli rumah pertama di Australia, yaitu:

Apakah harga properti akan terus menurun?

Apakah sekarang saatnya untuk membeli rumah pertama selagi harga rendah?

Sudah bukan hal baru lagi bahwa harga properti mengalami penurunan terutama di Australia. Namun, para analis pasar properti seperti Corelogic dan SQM memprediksikan bahwa ada potensi kita menuju pemulihan industri ini. Akan tetapi, prediksi mereka tergantung pada beberapa faktor; jika suku bunga (interest rates) diturunkan oleh Royal Bank of Australia (RBA) tahun ini, siapa yang terpilih jadi Perdana Menteri berikutnya dan jika kriteria peminjaman dipermudah para bank.

Pada saat ini, menjamin kapan penurunan ini berakhir lebih sulit dari biasanya, sebab faktor utama yang menjerumuskan pasar properti adalah peraturan peminjaman yang terus diperketat. Sebelum ini, faktor dominan bagi penurunan harga properti lebih mengarah terhadap keadaan ekonomi yang memburuk, kenaikan suku bunga, atau musibah seperti Global Financial Crisis (GFC).

Menurut Domain House Price Report, sampai Maret tahun ini, area di Melbourne yang mengalami penurunan terbesar terdapat di inner north-eastern Fairfield, dimana median harga rumah turun sebanyak 21.4% menjadi $1,122,500. South Melbourne juga menurun sebanyak 21.1% yang membuat median harganya menjadi $1,200,000.

Bagian barat dan utara Melbourne telah berhasil menghindari penurunan harga. Whittlesea, di outer north Melbourne, menikmati peningkatan tertinggi pada median harga sebanyak 15.1% menjadi $599,000 sejak tahun lalu. Pada daerah barat, Cairnlea menempati posisi kedua dengan meningkat sebanyak 11.4% menjadi $780,000.

Walaupun harga properti di dekat CBD yang menurun akan berdampak negatif pada pemilik rumah, ini akan memberikan kesempatan pada orang-orang yang mencari investasi atau berminat untuk membeli rumah pertama. Selain harga lebih terjangkau, mereka juga lebih bebas memilih karena kompetisi juga berkurang.

Untuk mengetahui jika pasar properti akan pulih kembali, kuncinya adalah dalam mencari petunjuk bahwa kriteria peminjaman kredit akan lebih fleksibel. Untungnya, ada beberapa pertanda hal ini mulai terjadi.

Di semester kedua tahun lalu, aplikasi pinjaman dana bisa berminggu-minggu baru diterima. Bahkan transaksi-transaksi sangat kecil di laporan bank juga sering dipertanyakan secara detil oleh bank yang membuat prosesnya lebih lama. Selain itu, sejak pembahasan Royal Commission, semua orang makin khawatir akan pasar properti.

Awalnya kita berpikir akan semakin susah mendapatkan pinjaman, tetapi berdasarkan diskusi bersama klien kami akhir-akhir ini, aplikasi untuk peminjaman mereka di proses lebih cepat dan mulus dari yang diduga. Sepertinya bank juga menyadari jika mereka memberikan pinjaman mereka juga akan berlaba.

Jika Anda sudah berpikir untuk membeli, lebih baik tidak menunggu terlalu lama sampai harga menjadi paling rendah karena sepertinya kita sudah perlahan-lahan menuju akhir dari penurunan ini. Pada akhirnya, properti merupakan salah satu aset paling berharga untuk diinvestasi.

Seperti semua industri, harga-harga akan selalu mengalami penyesuaian. Beberapa tahun yang lalu, saat harga properti tinggi sekali, sudah sewajarnya akan ada penurunan harga sebagai penyesuaian dari pasar. Para peminat disarankan untuk terus mengikuti gerak gerik bank dan jika ada perubahan di kriteria peminjaman mereka.

Xynergy juga siap membantu jika Anda membutuhkan nasehat dari seorang ahli di bidang properti.

Alain Warisadi,
CEA (REIV), CA (MFAA), TAA, CIT (M), CPS (RE), Dipl FMBM, B.Ec (Fin), FIML
Property Writer/ Property Consultant
Finance Consultant (Mortgage Broker)
Licensed Estate Agent
Harvard University Scholar
LinkedIn: www.linkedin.com/in/awarisadi/

Jeffrey Koby, B.BUS (MKT), M.MKT, CAR
Co-property Writer
Acting Marketing Communications Manager
(e.) [email protected]

Kial Jarred, CAR
Co-property Writer
Marketing Communications Officer
(e.) [email protected]