Tak kurang dari 600 orang meramaikan acara tahunan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) cabang Victoria bertajuk “Alun Alun” pada penghujung Maret 2018 silam.

“Alun Alun” merupakan bentuk sambutan dari mahasiswa Tanah Air yang sudah lebih dulu tiba di Melbourne kepada mereka yang baru saja tiba.

Stephanie dan Putri, Project Manager “Alun Alun”

Maharani Kusuma Putri selaku Project Manager “Alun Alun” menjelaskan makna dari acara yang setiap tahunnya mereka adakan di gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne tersebut.

“Inti dari acara ini adalah untuk menyambut mahasiswa baru supaya kenal dengan PPIA ranting masing-masing, dan PPIA ranting lainnya,” jelas Putri.

Menyesuaikan dengan tema ‘Satu Nusa, Satu Bangsa’, boothPPIA dari tujuh universitas di Victoria masing-masing diberikan satu nama daerah di Indonesia oleh panitia acara. Pilihan daerah ini lalu menjadi patokan dekorasi boothserta jenis makanan Indonesia apa yang mereka jajakan pada acara tersebut.

Stephanie Wiraharja yang juga adalah Project Manager “Alun Alun”, menjelaskan alasan di balik pilihan tema mereka tahun ini.“Tema ‘Satu Nusa, Satu Bangsa’ kita pilih supaya setiap boothPPIA bisa menggambarkan keberagaman Indonesia melalui acara ini, yang meski terdiri dari banyak suku, tetap adalah satu bangsa yaitu Bangsa Indonesia.”

“Juga melalui tema ini, kita ingin setiap ranting dapat berkreatifitas semaksimal mungkin untuk membuat ranting mereka lebih baik, melalui dekorasi dan makanan booth mereka,” tambahnya.

Berbeda dengan tahun lalu, selain menampilkan tari dan musik, “Alun Alun 2018” mengadakan tiga game competitionsyaitu tebak makanan, tebak lagu, dan juga tebak kata.Putri mengatakan bahwa penambahan gamedalam daftar acara ini bertujuan untuk menciptakan lebih banyak interaksi dengan para pengunjung.

“Tahun lalu kan “Alun Alun” lebih ke performance, kayak lomba menyanyi. Tapi sekarang kita lebih ke gamesyang lebih bisa untuk orang engageramai-ramai. Jadi pengunjung tidak hanya nonton, tapi kita juga ikut berpikir.”

Melalui acara tersebut, Putri dan Stephanie berharap agar para pengunjung dapat bersenang-senang.

“Kita berharap supaya pengunjung bisa have fun, enjoy semuanya, nyaman, dan ngobati rasa rindu melalui makanan-makanan Indonesia yang ada di acara ini,” tutup mereka.

 

 

 

***

APA KATA MEREKA

 


FAHRIDA FITRIA
Bachelor of Hospitality Management, Melbourne Polytechnic

Aku tahu acara ini dari sosial media, dari Instagramnya PPIA Victoria. Karena aku baru pertama kali datang, acara ini lumayan sih. Asyiknya itu banyak stand-standmakanan Indonesianya, dan banyak orang-orang Indonesianya juga yang buat aku berpikir, “oh, ternyata banyak ya orang Indonesia di sini.”

Kelihatannya orang yang terlibat kelihatan semangat-semangat. Makanan yang dijual juga lumayan, karena belum beli tapi sudah ngiler gitu karena sangking banyak macamnya. Mereka juga bikinnya kreatif menurutku.

Feedback-nya, kayaknya mungkin agar performance-nya dari awal harus yang wowgitu, kalau sekarang ini kan yang duluan penampilan dari ranting PPIA, tapi kayak tadi teman aku ada yang bilang dia akan nari di sini, nari tradisional dan aku kira akan awal-awal ternyata siang-siang. Menurutku opening-nya lebih ke yang menarik banyak orang.

Untuk ke depannya semoga Alun Alun sukses terus!

 

 

GLENN & PUTTY CORRY
Wirausahawan

PUTTY: I know about this event because I have a friend who is selling the food and she told me. Then I searched on Instagram. I like the food here, so what we like the most from this event are the performance and the food.For feedback, maybe to do this event at a bigger location.

GLENN: Well, I think being an Australian, and i just came back from Indonesia, I have lived there for 8 years, I have worked there. I come back in December. So I think, well, in Australian embassy over there we don’t have this sort of collective of Australians there. I think it’s good for the culture to show the strength of the people who can still celebrate their culture in a foreign country.

I think it’s very important for the country to get together and be as one, so to speak, without any political throwbacks of any sort. The same thing we don’t do that in Indonesia with the Australian embassy because from the safety perspective, it’s very safe. But anyway, I think this event is good. I like it. The country and the people, they are very beautiful. And also, the food is enak sekali. But, they are more expensive here than in Indonesia. Very very cheap over there.

The traditional dances are amazing. To understand the practice that go into it, it’s absolutely amazing. The timing is good and they are very synchronised. Here we don’t have any traditional dance in Australia, except the Aborigines, of course, but I’m not one. But, anyway, it’s amazing and I think it’s great.

I’m hoping to come this event again next year, that would be good!

 

 


KATRIN MULKEARNS
(kiri)
Foodware company owner

Aku tahu eventini dari temanku. Saya tidak nyangka kalau acara ini adalah acara perkumpulan pelajar Indonesia. Saya kira ada festival bazaar gitu. Makannya enak-enak!

Bagian favorit aku adalah food stallnya.

Feedback, disediakan tempat duduk dan meja untuk bisa makan. Tentang lokasi, sudah oke banget karena gampang dicari. Keep it up Alun Alun!

 

 

 

Nasa