Pagelaran kebudayaan Indonesia di Melbourne Town Hall yang menampilkan kesenian Indonesia diselingi konsep naratif, diramaikan kurang lebih 500 pengunjung pada pertengahan Maret lalu. Acara garapan Saman Melbourne – organisasi tari Indonesia yang ada di Melbourne – ini diselenggarakan sebagai perayaan ulang tahun yang ke-12, dan merupakan yang pertama kali diadakan dalam skala publik.

Mengusung tema “Flight to Indonesia”, Artiumnation menampilkan setidaknya sebelas tarian daerah dari Sabang sampai Merauke, juga penampilan akapela, sebagai bentuk sajian in-flight entertainment bagi para pengunjung, layaknya sedang berada dalam kapal terbang.

Sebagai satu-satunya bintang tamu yang dapat hadir, Ashilla tampil maksimal

Tidak hanya tarian dan akapela, pada acara yang tidak dipungut biaya ini penonton juga dihibur dengan penampilan spesial dari penyanyi Tanah Air yang adalah finalis season perdana Idola Cilik dan mantan personil Blink, Ashilla Zee. Menampilkan lagu dari empat musisi terkenal di Indonesia, Ashilla merasa sangat senang dan bangga karena bisa diberi kehormatan untuk menembang di negara bagian favoritnya di Australia ini.

“Aku merasa senang banget bisa diundang tampil di Artiumnation, karena menurutku acara ini menarik banget, dan lewat acara ini, budaya Indonesia bisa diperkenalkan sebesar itu di Melbourne. Jadi, dalam rangka mendukung budaya Indonesia, why not tampil di sini?” Ujarnya ramah.

Walaupun persiapan menyanyi hanya dilakukan beberapa jam sebelum acara karena adanya masalah tiket penerbangan, penyanyi asal Banten ini tetap berusaha agar penampilannya di Australia tidak mengecewakan. “Aku ingin yang terbaik buat acara, penonton terhormat, baik dari Indonesia maupun Australia, dan juga panitia yang sempat mengalami masalah guest stars, agar melalui usahaku untuk menampilkan yang terbaik, mereka bisa merasa tenang,” papar penyanyi berusia dua puluh tahun tersebut.

Para penari Jaipong Hanareshwara menarik perhatian dengan kemeriahan kostum mereka

Tak dapat dipungkiri, sebagai satu-satunya penyanyi Tanah Air yang unjuk kebolehan suara di acara ini, Ashilla pula merasa gugup. “Demi apapun, aku merasa insecure banget. But then again, everything happens for a reason. Makanya kalau aku memang harus tampil sendiri di sini, I’m gonna do my best. Jadi kalau performance aku yang kemarin kurang maksimal, akan aku maksimalkan di sini.”

Maluku turut dipromosikan melalui Tari Lenso

Seperti yang diketahui, Artiumnation sempat dilanda kecemasan berkaitan dengan band NAIF dan HiVi yang batal menjadi bintang tamu. Berkaitan dengan hal tersebut, Co- Project Manager Artiumnation Gilang Zopfan Tizar, menjelaskan bahwa kedua band ternama

Pengunjung dilibatkan dalam kuis berhadiah
Pengunjung dilibatkan dalam kuis berhadiah

Indonesia yang ternyata adalah pilihan 500 orang pengisi kuisioner itu tidak jadi tampil lantaran masalah visa. Kendati demikian, panitia secara cepat mengatasi kejadian tak terduga tersebut dengan sejumlah aktivitas panggung lainnya. “Acaranya lancar, alhamdulillah, dan banyak orang yang antusias untuk datang ke acara Artiumnation berkat kerja keras dan kerja sama panitia. Tidak lupa juga atas dukungan sponsor.” Mewakili seluruh panitia, Gilang pun menuturkan kebanggaan mereka terhadap para performers yang sudah giat berlatih selama enam bulan terakhir, demi menampilkan yang terbaik.

PM dan Co-PM Artiumnation Putri dan Gilang

Hal yang sama diutarakan Putri Jihan Bahmid selaku Project Manager Artiumnation. Pihaknya memutuskan untuk tetap melangsungkan acara sesuai dengan rencana awal meski tanpa kehadiran NAIF dan HiVi karena ia merasa semua anggota sudah berlatih cukup keras, dan siap untuk tampil. “Aku merasa bahwa pemusik dan penari, yang dari enam bulan sebelumnya sudah latihan terus menerus, sudah siap. Karena itu, aku merasa kalau acara ini ditunda, mereka bakal kecewa,” katanya.

Tari Srikandi dibawakan dengan gemulai

Putri juga mengambil langkah berani untuk melanjutkan pentas budaya Tanah Air ini setelah melalui proses pertimbangan yang sulit dalam tempo waktu singkat. “Konsep awal acara ini adalah untuk mengedepankan budaya Indonesia. Dan kalau ditunda, akan jadi a waste of time, efforts, and everything. Jadi, aku pikir, ‘Okay, we’ll go with it.’ Kita maju tanpa artis, karena sesuai konsep kita, memang kita mau showcase tarian dan nyanyian Indonesia.”

Panitia naik ke panggung di penghujung acara

Tanpa dipungkiri, Artiumnation akhirnya berjalan sesuai ekspektasi seluruh panitia dari berbagi divisi. Perasaan bangga dan bahagia tercermin pada wajah mereka saat naik ke atas panggung beramai-ramai usai acara. Dan melalui setiap permasalahan yang datang menghampiri, Putri bersama segenap panitia mengambil pelajaran untuk menjadi lebih siap dalam di kemudian hari. Kabarnya, Saman Melbourne akan kembali mengadakan acara serupa di tahun mendatang.

GALERI FOTO

 

APA KATA MEREKA

NADIRA SINULINGGA
MC Artiumnation

Menurut gue, Artiumnation acaranya menarik dan beda dari yang lain. Kita serasa naik pesawat dan kayak dibawa keliling Indonesia sama kayak tema mereka yaitu “Flight to Indonesia”. Lalu juga dengan eksekusi acaranya yang membawakan berbagai jenis tari dari Indonesia, dari yang mainstream sampai gak mainstream. Penampilan yang ada itu ngebuka wawasan baru tentang tari-tarian Indonesia yang ternyata ada banyak banget.

Tentang NAIF dan HiVi, jujur kaget. Karena hal seperti ini one in a million terjadi. Tapi balik lagi ke acaranya, kan untuk memperingati dua belas tahun Saman Melbourne dan main performancenya yaitu pagelaran tari yang sudah dipersiapkan spesial dari Saman Melbourne. Menurut aku, tarian yang mereka bawakan kemarin benar-benar membuat aku salut sama Saman Melbourne. Tanpa NAIF dan HiVi mereka tetap semangat, kok.

Tentang panggilan jadi MC, pertama-tama kaget, ya, karena tiba-tiba dihubungi sama co-PM Artiumnation, Gilang Tizar, diminta untuk bersedia jadi MC Artiumnation. Jujur, tiga puluh menit sebelum gue naik panggung deg-degan dan sakit perut parah, karena nervous. Tapi semua orang nyemangatin aku dan bilang kalau aku bisa, kok, menjadi MC yang seru dan fun. Eh, ternyata, pas di atas panggung kelepasan, deh. Bangga, sih, bisa jadi MC di Artiumnation, which is pengalaman MC pertama gue selama di Melbourne, dan langsung di acara sebesar Artiumnation dan di Melbourne Town Hall pula.

Bagian favorit gue adalah persembahan main performance yang dimulai sama Tari Zapin Kasmaran. Tariannya kayak mistis, tapi anggun di saat yang bersamaan. Bingung, kan? Gue aja bingung!

Buat Saman Melbourne, tetap semangat! Kalian keren banget! JUARA! Jangan takut untuk buat acara lain ke depannya karena kalian bisa! Ditunggu tarian kece dan surprise lainnya di lain waktu!

 

BANGA MALEWA
Konsul Muda Ekonomi KJRI Melbourne

Menurut saya ini acara yang sukses ya, penontonnya juga banyak. KJRI Melbourne turut mengapresiasi Saman Melbourne yang sangat antusias dalam memperkenalkan budaya Indonesia, mulai dari
Sabang sampai Merauke. Jadi, ini adalah deklarasi mereka bahwa Saman Melbourne bukan hanya mengenai Aceh, tetapi juga dari Sabang sampai Merauke.

Bagian favorit saya adalah semua performance, semua tanpa terkecuali. Dan mereka juga profesional, ya, saya saja baru tahu kalau mereka sangat pintar sekali menari. Di ulang tahun yang ke-12 ini, semoga Saman Melbourne semakin maju, dan semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia dan masyarakat Australia yang ada di Victoria dan Australia secara keseluruhan.

 

 

 

ASA TUJUANTO
Penonton dan Penggemar NAIF

Saya tahu acara ini dari poster-poster yang tertempel di restoran Indonesia. Karena saya melihat band Indonesia kesukaan saya dari dulu, yaitu Naif, saya langsung tertarik untuk datang ke acara ini.

Menurut saya acara ini bagus, karena bisa mempertunjukkan budaya Indonesia, dan menurut saya it’s amazing that orang Indonesia dapat membuat acara sebesar ini di Melbourne.

Tentang Naif dan HiVi, saya sedikit kecewa, sih. Tapi, di sisi lain saya juga mengerti. Lagipula kan tidak gampang untuk membuat event seperti ini. Jadi, sebagai fellow Indonesian, saya memiliki rasa empati yang besar untuk panitia penyelenggara. Maka dari itu saya tetap fully support, dan hadir di acara ini.

Bagian favorit saya dari acara ini adalah penampilan Tari Saman dari Saman Melbourne. Karena saya dulu sempat belajar Tari Saman. Dan mungkin bila ke depannya konsep acaranya juga masih untuk mempertunjukkan budaya Indonesia ke international audience, mereka bisa diajak untuk lebih terlibat, salah satunya mungkin melalui bahasa pengantar, agar mereka bisa merasa lebih di-include, dan keep entertained through the whole night.

 

 

Nasa