“Spring is the time of plans and projectsLeo Tolstoy, Anna Karenina

With the coming of spring, I’m calm againGustav Mahler, Symphony No.5

Jauh berbeda dengan keadaan di Tanah Air yang sedang memasuki musim penghujan, para penduduk Indonesia yang berdomisili di Australia tengah berbahagia menyambut hangatnya musim semi 2014. Permulaan musim ini juga disambut dengan baik oleh salah satu kota favorit para investor, Melbourne.

Berdasarkan survei yang dilaksanakan oleh The Economist Intelligence Unit (EIU), Melbourne berhasil mendapatkan posisi pertama sebagai kota tempat tinggal terbaik di dunia untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Tak hanya itu, 10 ranking terbaik itu juga diduduki oleh Adelaide, Sydney dan Perth yang tidak jauh mengikuti Melbourne. Ranking ini ditentukan berdasarkan analisa dalam meningkatnya mutu kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan keolahragaan di kota-kota utama Australia tersebut.

Peningkatan dalam faktor- faktor tersebut berdampak prospektif terhadap pasar properti di Australia, khususnya di Melbourne dan Sydney. Menurut informasi dari RPData Australia, nilai median hunian di Australia meningkat sebanyak 4.2 persen selama musim dingin kemarin. Nilai ini terutamanya menanjak secara drastis di pasar properti Melbourne dan Sydney yang masing- masing mencapai  peningkatan sebanyak 5.0 dan 6.0 persen. Dua kota utama ini juga terbukti sebagai kota dengan kinerja terbaik selama lima tahun terakhir.

Dengan adanya iklim investasi yang baik secara umum di Australia, pasar properti diprediksikan akan mengalami peningkatan dalam jumlah properti yang akan dipasarkan khususnya di musim semi. Dan tarif suku bunga yang tercatat rendah dalam kurun waktu 20 tahun terakhir juga terus menstimulasi para pembeli properti dan investor untuk terus aktif mencari tempat kediaman yang sesuai dengan proyeksi pertumbuhan stabil dalam jangka panjang. Maka dalam musim semi ini yang terlihat berseri, sebaiknya kita tidak berdiam diri dan menunda keputusan untuk berinvestasi.

Figur ini merefleksikan perbandingan pasar properti di Sydney dan Australia secara umum. Dalam kurun waktu dua dekade terakhir, nilai hunian nampak bergejolak dengan dua titik terendah yaitu di tahun 2008 dan 2012. Hal ini diakibatkan oleh The Great Recession yang efeknya dapat dilihat dari meningkatnya jumlah pengangguran dan penyesuaian harga di pasar properti khususnya suburb-suburb utama. Namun keadaan ini terlihat senantiasa membaik setelah akhir masa resesi. Dimana hal ini dipengaruhi oleh kuatnya fondasi ekonomi Australia secara umum yang tidak mengalami resesi seperti negara-negara besar lainnya. Skema nilai hunian Sydney bahkan melewati nilai rata-rata hunian di kota- kota utama yang lainnya dan mencapai puncak tertingginya pada bulan Agustus lalu.

Berdasarkan hasil survey dari The EIU, Sydney dapat berpuas hati dengan peringkat ketujuh untuk predikat kota terbaik di dunia. Poin-poin lemah mereka berkisaran pada bidang kebudayaan dan lingkungan, namun, mereka mencetak peringkat pertama di sektor properti dan perumahan. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah properti yang tersedia dan relatif murahnya biaya perawatan yang harus ditanggung oleh para pemilik properti tersebut. Maka daripada itu, keadaan ini tidak menutup kemungkinan bagi para investor untuk terus menggali oportunitas di pasar properti Sydney.

Namun demikian meskipun harga pasar properti di Sydney mempunyai nilai tertinggi dibandingkan dengan kota-kota lainnya, data ekonomi dari RPData mengindikasikan bahwa kisaran suku bunga KPR akan tetap rendah hingga akhir tahun. Dengan melambungnya harga pasar properti Sydney dan rendahnya suku bunga KPR, berbagai lembaga perbankan kian berlomba untuk mendapatkan perhatian masyarakat dan investor yang hendak mengajukan hipotek. Keadaan ini dapat membantu daya kemampuan para pembeli properti yang baru pertama kali berkancah di industri properti Australia. Sementara itu, bagi para pemilik properti, ada baiknya bila anda menunda rencana untuk menjual investasi anda saat ini dikarenakan adanya kemungkinan naiknya nilai hunian lebih lanjut di tahun 2015.

Lain halnya dengan Melbourne. Meskipun juga mengalami peningkatan dalam nilai hunian bersamaan dengan Sydney, eskalasi ini tidak berlangsung secara drastis. Tingginya nilai hunian di Melbourne menjadikan tolok ukur para investor untuk lebih memfokuskan pada pemasukan laba atas investasi melalui apresiasi modal. Hal ini dikarenakan adanya tekanan terhadap pendapatan sewa, yang akibat dari lemahnya atau penurunan pendapatan masyarakat pada kurun waktu beberapa bulan terakhir.

Namun, situasi ini bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Bagi Anda yang masih dan atau sudah lama hendak memasuki pasar investasi di properti Melbourne, domain.com.au menyatakan bahwa untuk di lokasi-lokasi strategis seperti Melbourne CBD, nilai properti naik hingga 9.3 persen diakhir bulan Juni lalu. Figur ini sangat mengesankan mengingat bahwa kenaikan ini terjadi hanya dalam kurun waktu satu tahun. Begitu juga bagi anda yang mengidamkan Melbourne dengan komposisi infrastruktur terencana dan lingkungan yang asri serta jauh dari tingkat kebisingan, nilai properti di lokasi inner-east suburb­ masih diperkirakan untuk naik sebanyak lima persen (5%) sampai akhir musim semi ini.

Stabilitas suku bunga yang rendah saat ini sangatlah penting untuk prospek kinerja pasar properti hingga akhir tahun. Kepala ekonomi Housing Industry Association, Harley Dale, mengatakan bahwa nilai suku bunga pada saat ini akan bertahan hingga satu tahun kedepan. Prakiraan ini dipastikan untuk mendukung lebih banyaknya konstruksi hunian 2014-2015. Namun juga, perlu diperhatikan unsur perencanaan yang terarah dan terstruktur, mengingat pernyataan Gubernur Bank Sentral Australia, Glen Evans beberapa waktu lalu, bahwa kondisi ini harus terus dicermati secara berkala atas adanya peningkatan harga properti yang berkelanjutan tidaklah akan terjadi secara berkesinambungan tanpa adanya fase depresiasi di satu titik untuk jangka pendek guna mengalami peningkatan secara jangka panjang.

Selagi kancah pasar properti masih bersemi, ada baiknya Anda segera menghubungi Xynergy Realty Group. Kontak kami di 1300 884 168 untuk mendapatkan berbagai macam pilihan properti investasi terbaik yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda. Xynergy, Don’t be Regular.

Alain M Warisadi,
CEA (REIV), CA (MFAA), TAA, CIT (M), CPS (RE), Dipl FMBM, B. Ec (Fin)
Property Writer/ Property Consultant
Finance Consultant (Mortgage Broker)
Finance Management & Investment Management Lecturer
(e.) [email protected]

Tanya Tjahjosarwono,
B.Bus (Marketing)
Co-property Writer

[alert color=”C2B09D” icon=”9888″]Informasi di atas adalah panduan dan gambaran umum dalam bidang investasi properti, dan tidak untuk digunakan secara generalisasi. Xynergy Realty Group memberikan konsultasi individual untuk wealth creation strategy, property investment, property management dan home/ commercial loan yang khusus didedikasikan bagi calon investor dan pembeli properti.[/alert]