AIYA (Australia-Indonesia Youth Association) cabang Victoria rajin mengadakan ajang perluasan jejaring antar pemuda Australia dan Indonesia yang dikenal dengan sebutan AIYA Basa Basi. Kali ini, AIYA Basa Basi mendatangkan Debnath Guharoy yang ialah seorang Regional Director Roy Morgan Research Asia’s Division sekaligus Ketua Australia-Indonesia Business Council cabang Victoria.

Dalam acara yang berlangsung di kampus hukum Melbourne University tersebut Debnath memaparkan pandangannya mengenai hubungan ekonomi antar kedua negara yang dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya jumlah penduduk Indonesia, pergerakan ekonomi, kemajuan teknologi serta situasi politik yang sedang bergejolak di Indonesia.

“Dalam bidang teknologi, di Indonesia terjadi peningkatan yang drastis. Ini artinya mereka haus akan teknologi dan sangat berpeluang bagi Australia untuk mengembangkan sayapnya ke Indonesia dalam bidang tersebut” kata Debnath. Di lain pihak Debnath menyampaikan permasalahan terbesar yang dihadapi Indonesia adalah korupsi, akibatnya Indonesia bertumbuh dengan pelan.

Debnath sempat pula menyinggung presiden terpilih, Joko Widodo yang diharapkan dapat mempererat relasi Indonesia dan Australia.

Dalam sesi tanya jawab yang diadakan di akhir acara, salah seorang peserta melontarkan pertanyaan perihal apa yang dapat dilakukan kedua negara demi menjaga keharmonisan dimana Debnath merespon dengan “keterbukaan dan pengertian sesama negara untuk membangun masa depan yang cerah”.

 

**APA KATA MEREKA**

Menurut saya acara AIYA ini sangat edukatif karena dari sini kita bisa melihat banyaknya orang lokal Australia yang tertarik tentang relasi Indonesia dan Australia. Dan juga membuka kesempatan pada generasi muda untuk meneruskan relasi yang baik tersebut.

 

It was interesting events from Australian point of view and I’m looking forward to see speaker from Indonesia as well.

krusli