Dalam rangka sosaliasi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), KJRI Melbourne mengundang jajaran masyarakat untuk datang dan mendengarkan presentasi dari kementrian keuangan Indonesia. Dua pembicara yang datang pagi itu adalah Direktur Dana Kegiatan Pendidikan Abdul Kahar dan Muahamad Setiawan SDj selaku pelaksana Direktorat Dana Kegiatan Pendidikan.

MENGENAI LPDP

Ide didirikannya lembaga ini sudah muncul sejak tahun 2010 ketika Sri Mulyani masih menjabat sebagai menteri keuangan; namun LPDP baru terbentuk resmi pada 2012. Beberapa hal yang memicu lahirnya lembaga ini adalah jumlah pemegang gelar master dan Phd yang masih sangat rendah di Indonesia bila dibandingkan dengan negara lain, yang kemudian berdampak pada banyaknya jumlah tenaga kerja berpendidikan rendah.

Faktanya, jumlah PhD di Indonesia beberapa tahun lalu hanyalah 143 orang per satu juta penduduk, sedangkan tenaga kerja lulusan pendidikan dasar mencapai lebih dari 70%.

Saat ini anggaran beasiswa yang diberikan Menteri Pendidikan dirasakan belum cukup untuk meningkatkan jumlah pemegang PhD dan S2 secara signifikan. Oleh karenanya LPDP yang memiliki jauh lebih banyak fleksibilitas dalam menggunakan dana yang telah diinvestasikan, dibentuk dan diharapkan dapat mencapai target 1,480 orang pemegang Phd per satu juta penduduk di tahun 2030. Gagasan baru ini juga dapat membantu Indonesia dalam mencapai targetnya di tahun yang sama untuk meraih urutan ke-7 dalam perekonomian dunia.

Terdapat 3 misi utama dalam LPDP, yaitu pemberian beasiswa, riset pengembangan Indonesia dan rehabilitasi fasilitas pendidikan.

Tahun lalu, LPDP yang baru berjalan 2 tahun telah menerima urutan pertama sebagai lembaga pemberi beasiswa terbaik diseluruh dunia.


5 JENIS BEASISWA LPDP

LPDP menawarkan 5 jenis beasiswa kepada seluruh warga Indonesia tanpa terkecuali; Beasiswa Magister & Doktor, Beasiswa Tesis & Disertasi, Beasiswa Afirmasi, Beasiswa Spesialis Kedokteran dan Presidential Scholarship.

Beasiswa Afirmasi ditujukan bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) dan tidak memiliki dana untuk berkuliah S1 di Indonesia. Beasiswa Spesialis Kedokteran juga masih ditujukan kepada masyarakat yang ingin berkuliah di dalam negeri jurusan kedokteran. Beasiswa Magister & Doktor ditujukan bagi siapa saja yang berniat melanjutkan pendidikannya di tingkat S2 dan S3. Beasiswa Tesis & Disertasi diberikan kepada mereka yang membutuhkan dana dalam menyelesaikan tesis dan disertasi dimana saja. Sedangkan Presiential Scholarship merupakan beasiswa yang diberikan langsung di bawah lembaga kepresidenan kepada para pelajar dari universitas unggul Indonesia.

Universitas yang menjadi tujuan penerima Beasiswa Magister dan Doktor LPDP adalah 200 universitas terbaik di luar negeri dan 20 universitas terbaik di dalam negeri. Namun LPDP tetap menerima pengecualian bila ada universitas yang memiliki jurusan khusus yang tidak terdapat di universitas lain atau berdasarkan lokasi profesor pembimbing. Sedangkan universitas tujuan untuk Presidential Scholarship terbatas hanya 50 universitas terbaik di dunia.

Beberapa syarat utama yang harus dipenuhi oleh pelamar adalah nilai TOEFL atau IELTS yang mencukupi, batas umur maksimal 35-40 tahun, nilai IPK yang mencukupi dan kemauan untuk kembali dan membangun Indonesia melalui edukasi yang telah didapatkan. Untuk persyaratan lebih lengkap menurut jenis beasiswa masing-masing, dapat mengunjungi situs LPDP di www.lpdp.depkeu.go.id.

Kini proses pendaftaran beasiswa bergantung lebih banyak kepada sistem online, sehingga kejujuran masyarakat diharapkan dengan sangat saat mencantumkan dokumen-dokumen yang diperlukan.

Perlu diketahui bahwa mulai Agustus 2015, pelamar yang telah memiliki LOA dari universitas tujuannya tidak lagi perlu memenuhi persyaratan TOEFL dan IPK, namun tetap harus melampirkan berkas tersebut. Bagi yang telah mendapatkan pendidikan S1 di luar negeri, maka nilai TOEFL juga tidak dibutuhkan lagi asalkan tidak vakum belajar lebih dari 2 tahun. Merupakan kabar baik di tahun ini juga, para dosen di luar negeri dapat mendapatkan beasiswa melalui LPDP.

Calon penerima beasiswa kemudian harus melewati proses seleksi administrasi, wawancara dan leaderless group discussion. Bila pelamar Presidential Scholarship gugur di tahapan terakhir, dokumen yang ada dapat segera dialihkan ke Beasiswa Magister dan Doktor tanpa perlu mendaftar ulang.

Bila telah berhasil melalui seluruh proses seleksi, kandidat bukan hanya akan mendapatkan dana untuk biaya pendidikan, namun juga dana buku, kehidupan sehari-hari, transportasi, keluarga, asuransi, visa, acara kelulusan dan masih banyak lagi.

Bukan itu saja, alumi yang telah kembali ke Indonesia akan kembali diseleksi untuk kemudian dipromosikan kepada lembaga kepemerintahan dan bisnis dalam negeri.

 

PENDANAAN RISET 

Proses dalam mendapatkan pendanaan riset sedikit berbeda dan memiliki ketentuannya tersendiri. Salah satu syarat untuk mendapatkan beasiswa riset inovatif produktif misalnya memerlukan kemitraan dengan industri di Indonesia. Dana yang bisa didapatkan oleh calon bisa mencapai dua miliar rupiah, sesuai dengan kebutuhan dalam membentuk produksi dalam negeri.

Hadirnya LPDP merupakan kesempatan besar yang tidak bisa dilewatkan begitu saja oleh para pelajar yang ingin melanjutkan studinya atau melakukan riset dengan jaminan dana yang terpercaya. Dana yang dimiliki oleh LPDP berasal dari rakyat, oleh karena itu tentunya diharapkan para alumni kelak dapat menggunakan hasil studinya demi kemajuan dan perkembangan Bangsa Indonesia.

Proses seleksi beasiswa LPDP berlangsung 4 kali dalam setahun; Febuari, Mei, Agustus dan November. Pendaftaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan dapat dilakukan melalui situs beasiswa.lpdp.depkeu.go.id. Sedangkan bagi yang ingin mendapatkan dana riset, silahkan mengunjungi situs rispro.lpdp.depkeu.go.id.

 

** APA KATA MEREKA **

Saya mendapatkan banyak informasi bahwa anak-anak Indonesia banyak sekali di Melbourne, terutama yang di jenjang S1, yang sebenarnya memiliki semangat yang tinggi untuk lanjut S2. Tentunya kami sebagai pemerintah Indoensia sangat berharap bahwa anak-anak ini harus dapat melihat kembali bahwa Indonesia saat ini sudah punya sponsor pembiayaan beasiswa yang cukup. Sehingga untuk meraih cita-cita ke depan, bisa dengan bangga dibiayai oleh negara sendiri. Harapan saya untuk adik-adik semuanya, ayo kita lihat kembali dan manfaatkanlah kesempatan yang ada semaksimal mungkin sehingga Anda dapat dengan perasaan bangga berdampingan dengan mahasiswa internasional lainnya, bahwa saya hadir di sini karena saya didukung oleh negara saya sendiri.

 

Sebenarnya ada banyak insight baru, karena aku sendiri penerima beasiswa tapi bukan dari LPDP melainkan Australia Awards, jadi banyak info baru seperti misalnya kalau kita sudah lulusan luar negeri tidak perlu lagi sistem IELTS. Overall acara ini menurut saya harus lebih banyak di road show lagi di Indonesia karena banyak orang hanya mengetahui secara parsial saja mengenai LPDP. Hal ini termasuk kekhawatiran-kekhawatiran terutama karena kita tahu beberapa behasiswa dari kementrian lain suka telat datengnya dan ternyata LPDP sangat berbeda mengenai hal ini. Penting juga bagi teman-teman dosen karena kini bisa apply untuk LPDP karena dulu sudah di-ban dan harus melalui dikti.

 

Menurut saya ini merupakan terobosan di bidang pendidikan di Indonesia. Sangat bagus sekali bagi orang-orang yang ingin belajar, karena tidak perlu pikir masalah biaya dan program ini sangat fleksibel. Jadi yah harus segera mendaftar teman-teman yang beniat lanjut S2 dan S3.

 

gaby