Para pengunjung turut menari dan bergoyang

Perayaan Sumpah Pemuda di Melbourne kian meriah dengan hadirnya acara tahunan Indonesian Food and Trade Festival (IFTF) yang diadakan oleh Perwira Inc. (Perhimpunan Warga Indonesia di Victoria). Festival yang sudah berlangsung sejak 30 tahun lalu ini berhasil menghimpun puluhan pebisnis Indonesia di Box Hill Town Hall untuk memamerkan produk dan jasa mereka.

Batik Cemplung turut memeriahkan IFTF 2017

Tak hanya bazaar, acara sehari penuh ini juga dimeriahkan banyak penampil seperti suguhan angklung dari Angklung Adelindo dan Mojang Angklung Melbourne oleh Dharma Wanita Persatuan KJRI Melbourne, tari Jaipong dan Bali dari Nauli Dancers, tari Saman dari Saman Bhineka, musik sasando oleh Cha Satriani, dan pembacaan puisi oleh Anton Alimin.

Mojang Angklung Melbourne oleh Dharma Wanita Persatuan KJRI Melbourne

Berdasarkan wawancara tim Buset bersama Windu Kuntoro selaku Koordinator Acara IFTF, konsep acara tahun ini memang dibuat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini IFTF memberi peluang lebih besar bagi para pengusaha kerajinan untuk memperkenalkan hasil karyanya. Termasuk soal penataan meja pun dirancang lebih seksama dan terasa lebih friendly. “Kalau boleh dibilang tahun ini 60% trade, 40% untuk makanan,” jelas Windu mengenai porsi jumlah UKM yang turut memeriahkan IFTF.

Peragaan busana bernuansa kain trad

Selain itu, menariknya rangkaian fashion show yang dimunculkan juga memperlihatkan interaksi dengan penonton. Hal ini pula yang diharapkan oleh Windu. Ia ingin acara ini tak hanya rutin sebagai ajang reuni, tapi juga diharapkan seluruh pengusaha yang turut ambil bagian bisa mendapat kesempatan lebih banyak untuk memperkenalkan usahanya.

Acara yang dibuka oleh pidato dari Presiden Perwira Inc., Nika Suwarsih dan Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania, Dewi Savitri Wahab ini mampu mengumpulkan lebih dari 700 pengunjung yang datang silih berganti. Diharapkan acara ini tak hanya mampu menjalin silaturahmi antara masyarakat Indonesia yang berdomisili di Melbourne dan sekitarnya, tapi juga menjadi ajang promosi kebudayaan bagi warga lainnya. Dan memang terbukti, tak hanya piawai melakukan “diplomasi rasa” lewat menu masakan Indonesia yang kaya, setiap festival Indonesia yang diadakan rasanya kurang jika para tamu tidak turut bergoyang. Itu pula yang terlihat pada IFTF tahun ini, suasana keakraban kian cair ketika beberapa bintang tamu yang hadir mengajak para pengunjung untuk turut menari.

Pembacaan Sumpah Pemuda

Sampai juga di festival Perwira Inc. tahun depan, Indonesian Satay Festival 2018, yang rencananya akan digelar pada 12 Mei 2018 di Box Hill Town Hall.

 

 

Apa Kata Mereka

 

Windu Kuntoro, Koordinator Acara

Saya berharap Perwira Inc bisa menambah beberapa event lain, misalnya festival-festival lain dalam skala kecil. Tak melulu Satay Festival dan Food and Trade Festival ini. Dan kalau bisa merambah ke venue lain, jangan hanya di Box Hill Town Hall karena saya rasa kita mampu untuk itu. Tapi untuk event tahun ini  menggembirakan karena juga mendapat feedback yang positif dari pengisi acara dan pengunjung.

 

Yanti Williams

Saya ke sini tak hanya karena sebagai pengisi acara, tapi juga kangen makanan Indonesia. Tahun ini sepertinya lebih berbeda dari tahun sebelumnya, karena tahun lalu makanannya lebih banyak variasinya. Tapi mungkin karena tahun ini ingin memberi porsi lebih besar untuk pengusaha-pengusaha muda yang berjualan batik atau kerajinan tangan.

 

Fetty Bota

Ini wadah yang bagus terutama untuk mereka yang berdomisili di Melbourne, bisa menjalin tali silaturahmi dan bisa saling mendukung mereka yang memiliki bisnis di sini. Jadi buat saya ini kegiatan yang positif.

 

 

 

 

 

Deste