Dalam memperingati HUT Republik Indonesia yang ke-70, PPIA Victoria mempersembahkan sebuah forum diskusi interaktif Bincang Merdeka yang mengambil tema Bermimpi, Bertindak, Berkarya. Tokoh-tokoh fenomenal Indonesia yang berhasil diundang dan menghadiri acara ini berasal dari kalangan jurnalistik, wiraswasta dan ilmuwan.

Acara dibuka dengan kata sambutan oleh Ketua Umum PPIA Mutiasari Handaling, dilanjutkan dengan pidato singkat dari Project Manager Yoseph Christian dan Reny Suryani. Forum pun kemudian dimulai dengan kemunculan Presenter Net TV dan pembawa acara Satu Indonesia, Marissa Anita. Wanita lulusan University of Sydney dengan gelar Master of Media Practice ini memiliki segudang pengalaman di bidang jurnalistik dan perfilman Indonesia. Tak heran, Marissa didaulat untuk memoderatori Bincang Merdeka sembari menggali informasi berkualitas dari para narasumber; Rosianna Silalahi, Ken Dean Lawadinata, Bagus Nugroho dan Willix Halim.

Rosianna Silalahi yang menjabat sebagai pimpinan redaksi Kompas TV merupakan tokoh pertama yang muncul ke panggung. Wanita kelahiran Pangkal Pinang 43 tahun yang lalu ini telah diakui kepiawaiannya dalam bidang jurnalistik dengan menggondol empat penghargaan Panasonic Awards sebagai presenter berita terfavorit. Dalam perjalanan karirnya, Rosianna sempat mewawancarai mantan presiden Amerika Serikat, George Washington Bush.

“Kepuasan saya saat menjadi jurnalis adalah ketika saya mampu memberi dampak dan pengaruh bagi masyarakat Indonesia,” ujar Rosianna kala berbicara mengenai kesempatan, pengalaman dan tantangan yang ia dapat selama menjadi jurnalis dan pimpinan redaksi berita. Walau musti menghadapi tuntutan yang tinggi dengan waktu yang sempit, Rosianna mengaku dedikasi terhadap passion adalah hal yang sangat penting di dalam hidupnya. Almamater Universitas Indonesia itu pun menghimbau para hadirin untuk terus mengejar passion mereka dan memberikan usaha yang terbaik dalam membangun karir.

BINCANG MERDEKA
(dari kiri): Rosianna Silalahi, Ken Dean Lawadinata, Bagus Nugroho, Willix Halim, Marissa Anita

Tokoh kedua yang hadir di Bincang Merdeka adalah Ken Dean Lawadinata, seorang digital business entrepreneur. Pada 2008, Ken mampu menghentak masyarakat Indonesia dengan layanan online Kaskus yang mewadahi transaksi jual-beli secara online atau e-commerce. Hasil kerjanya tersebut membawa namanya semakin melambung di Indonesia dan mancanegara.

Ken yang notabene merupakan CEO Kaskus dan direktur tororo.com berbagi pengalaman mengenai jatuh-bangun selama merintis usaha yang membawa dirinya menuju kesuksesan. Mulanya, banyak orang yang tidak percaya pada rencana Ken dalam membangun bisnis tersebut di tanah Indonesia. Kedua orangtuanya pun sempat ragu karena rekam jejak Ken di bidang akademik tidak terlalu menonjol ketimbang teman-temannya. Namun dengan segala tekad dan keyakinan, pada akhirnya ia mampu membangun bisnis online dengan jutaan pengunjung setiap harinya.

Selain menghadirkan sosok jurnalis dan pengusaha, Bincang Merdeka pula menghadirkan seorang ilmuwan bernama Bagus Nugroho. Saat ini, Bagus tengah mengejar gelar PhD di University of Melbourne dalam bidang fluid mechanics. Pemuda Yogyakarta tersebut telah mengeluarkan beberapa publikasi akademis di bidang mekanika dan performa aerodinamika pesawat. Kesibukannya meliputi riset dalam bidang maritim, yakni tentang hidrodinamika kapal laut dan kapal selam. Melalui forum diskusi Bincang Merdeka, mahasiswa yang ternyata telah mendapatkan gelar sarjana dari University of Melbourne dan Oxford University ini memberi nasihat bagi para pelajar Indonesia di Victoria untuk terus berjuang dan terus mengasah soft-skill serta kemampuan analitikal dalam berpikir.

Nara sumber yang muncul terakhir adalah Willix Halim, Wakil Presiden Freelancer.com – sebuah layanan berbasis online yang dapat mengakomodir para pekerja di seluruh dunia. Berlatar belakang pendidikan mechatronics dan computer science, Willix berpendapat bahwa dengan adanya teknologi internet di seluruh belahan dunia, sangat penting bagi para pelajar dan generasi muda untuk dapat berkembang dan meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam bidang bisnis, Willix berujar bahwa tiga hal yang patut menjadi perhatian adalah people, product dan market size.

BINCANG MERDEKA
Pembagian penghargaan oleh Ketua PPI Australia Mutiasari Handaling (kedua dari kanan) kepada bintang tamu dan platinum sponsor Garuda Indonesia yang diterima oleh Station and Service Manager wilayah VIC/TAS/SA, Join Kulit (kanan)

Secara keseluruhan, Bincang Merdeka berjalan lancar dan sangat menarik untuk diikuti. Berbagai diskusi dalam sesi tanya jawab mengenai era digital di Indonesia, masyarakat ekonomi Asean, dan ekonomi kreatif jelas membuka wawasan bagi sekitar 500 penonton yang hadir. Diharapkan acara serupa dapat diadakan kembali di masa mendatang.

 

**APA KATA MEREKA**

BINCANG MERDEKA
Yoseph Christian dan Reny Suryani | Project Manager Bincang Merdeka

Ada dua tantangan dalam menghadirkan Bincang Merdeka. Pertama, adalah jangka waktu yang relatif pendek dalam planning acaranya, yakni 3-4 bulan saja. Yang kedua adalah untuk menghadirkan acara edukatif dalam skala yang besar seperti ini – 500 hadirin termasuk tamu undangan.

Rahasia dibalik kesuksesan Bincang Merdeka adalah perjuangan dan komitmen tim panitia Bincang Merdeka untuk menghadirkan acara edukatif yang dapat menginspirasi generasi muda Indonesia di Victoria. Dukungan dari sponsor dan pembimbing acara dari pengurus PPIA Victoria juga adalah faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan Bincang Merdeka. Harapan kami, para hadirin dapat membawa pulang dan meneruskan inspirasi yang telah dibagikan oleh para pembicara, untuk mulai mengubah mimpi-mimpi kita jadi tindakan yang konkrit dan akhinya berkarya untuk bangsa seperti para pembicara dan moderator kita.

Gabriella Glennda | Mahasiswi University of Melbourne
Menurut saya, acara Bincang Merdeka berjalan dengan sangat baik. Sejujurnya, sebelum mendengarkan cerita-cerita para panelis, saya tidak mengenali mereka. Namun, ternyata masing-masing panelis mempunyai kisah tersendiri yang kontras. Hal ini menjadi baik bagi para audiens, sehingga bisa mendapatkan berbagai perspektif untuk menjadi sukses dari proses yang berbeda-beda seperti tekad atau edukasi.

 

leo