Menyusul kesuksesan film “The Curse” di tahun 2016, sutradara Muhammad Yusuf kembali bekerjasama dengan produser eksekutif Konfir Kabo dan produser Resika Tikoalu dalam film horor berjudul “7 Bidadari”.

“7 Bidadari” mengisahkan tujuh orang anggota girlbanddari Indonesia yang sedang berlibur ke Melbourne namun harus pulang membawa pengalaman mengerikan.Film ini mengambil lokasi syuting di kota kecil di Victoria bernama Ararat, khususnya di sebuah gedung bekas rumah sakit yang sekarang menjadi tempat wisata ghost tour, Ararat Lunatic Asylum.

Setelah tiba di Melbourne pada 2 Maret 2018, ketujuh bintang utama yang meliputi Lia Waode, Dara Warganergara, Brigitta Cynthia, Camelia Putri, Salini Rengganis, Gabriella Desta, dan Ade Ayu Agustin terus menghabiskan waktu bersama di lokasi syuting hingga satu bulan ke depan.Kebersamaan ini mempererat hubungan antar ketujuh aktris yang datang dari tiga background karier berbeda.

Dalam wawancara bersama BUSET, ketujuhnya berbagi pengalaman ketika melakukan syuting film kedua Indonesia yang 100% kegiatan syutingnya dilakukan di luar negeri tersebut.Ternyata masing-masing aktris memiliki pengalaman unik, salah satu pengalaman tak terlupakan adalah ketika Ayu mengalami patah gigi sewaktu syuting.“Jadi aku ada adegan jatuhnya tidak pas ke matras, jadi kepentok sama badan kameramen, jadi gigiku patah dan langsung diganti di Ararat, cuma warna giginya itu tidak ada yang sama kayak warna asli gigi aku. Jadi agak belang. Untungnya sceneaku sudah selesai,” ujar Ayu sambil tertawa.

Beda halnya dengan Dara yang mengaku harus buang angin kala kamera sedang berjalan. “Karena ini pertama kali main film. Terus dapat perannya yang luar biasa, terus badan biru-biru, sakit-sakit, tapi yang paling unforgettableitu aku kentut tiba-tiba di tengah syuting. Mungkin karena sangking depressed-nya, ya.”

Sedangkan menurut Lia, “pengalaman yang tak terlupakan itu rebutan mie instan. Karena aku tidak terlalu suka ngemil, tidak kayak anak-anak yang lain suka makan cemilan coklat atau chips, jadi cemilan aku adalah mie instan. Dan kita rebutan mie instan sudah kayak rebutan kerjaan,” paparnya seru.

Ditanya mengenai film yang mereka perankan, ketujuh bidadari punya banyak alasan tentang mengapa masyarakat harus nonton film yang akan rilis Oktober 2018 tersebut.Lia terutama menekankan alasan bahwa film tersebut memiliki storylineyang berbeda dengan kebanyakan film horor Indonesia lainnya.“The story. Horornya in a different way,dan satu lagi, ini kita syuting film horor tapi bukan film horor. Kita syuting siang hari. So it’s really different,” ujarnya.

(dari kiri) Muhammad Yusuf (sutradara), Dara Warganegara, Ade Ayu Agustin, Gabriella Desta, Brigitta Cynthia, Lia Waode, Salini Rengganis, Camelia Putri, Resika Tikoalu (produser)

Camelia Putri berpendapat bahwa perbedaan lokasi dan suasana syuting dengan film horor lainnya yang diproduksi di Indonesia juga menjadi alasan para penggemar horor untuk menyaksikan film tersebut. “Kalau dari segi cerita, jauh berbeda, segi lokasi juga pasti lebih. Berbeda banget karena di sini tempatnya benar-benar lebih seram dan asing buat aku pribadi. Kalau di Indonesia kan mungkin serem ya, tapi kita udah tahu kulturnya, udah tahu hantunya seperti apa kalau pun kelihatan. Kalau yang bule belum pernah.”

Sutradara Muhammad Yusuf mengatakan bahwa syuting di negara lain memang membuahkan banyak tantangan terutama perihal jadwal syuting.“Kalau syuting di Melbourne itu kita harus benar-benar accomodatewaktu yang sangat sempit. Dan tempat. Gakboleh meleset. Kalau di Indonesia kan kalau kita meleset sedikit masih bisa diperpanjang jamnya,” jelasnya.

Faktor cuaca ekstrim di Melbourne juga menjadi tantangan dan pengalaman tersendiri bagi segenap kru “7 Bidadari”.“Tantangan kedua adalah cuaca. Dingin. Seminggu sebelum kita selesai dari Ararat itu mulai dingin. Tapi itu bukan hanya sekedar tantangan sih. Itu juga pengalaman enak, something new.”

Untuk mempercepat proses produksi film, Muhammad Yusuf membawa editor dari Indonesia untuk mengedit langsung di lokasi syuting.“Kita kebetulan editing on location, jadi film ini kita bawa editor dari Jakarta langsung. Jadi kita shootdan langsung edit di tempat.”

Ketujuh pemeran tokoh personil girlbanddan para kru menghabiskan waktu berbelanja dan jalan-jalan bersama di kota Melbourne sebelum akhirnya kembali ke aktivitas masing-masing pasca kepulangan di Indonesia tanggal 24 Maret 2018.

Film “7 Bidadari” tayang di Australia dan Indonesia pada Oktober 2018 dan menjadi film kedua yang 100 persen proses syutingnya dilakukan di luar negeri setelah “The Curse”.

 

 

 

 

Nasa