Keanekaragaman hayati Indonesia sangatlah kaya, begitu pula dengan buah-buah yang dihasilkan nusantara. Selain memiliki rasa yang unik dan enak, buah-buahan tentu memiliki banyak khasiat dan manfaat. Sayangnya, beberapa buah-buahan khas Indonesia kini semakin sulit untuk dicari. Buset telah merangkum beberapa buah-buahan langka yang wajib dicoba sebelum punah!

Delima

Buah yang memiliki banyak biji ini dulu begitu populer. Bahkan kita kerap mendengar ungkapan “merah delima” yang memang artinya merah seperti warna buah delima yang merekah. Buah ini sempat jadi primadona saat Raja Salman berkunjung ke Bali. Secara khusus, Raja Salman meminta buah delima untuk dihidangkan ketika waktu makan. Namun, seiring waktu berjalan, buah ini sudah mulai sulit untuk ditemukan.

Buah yang konon berasal dari Iran dan mungkin kini lebih dikenal dengan sebutan bahasa Inggrisnya, pomegranate, ini padahal punya seabreg khasiat. Delima memiliki sifat anti-oksidan, anti-virus, dan anti-tumor. Dalam buah delima, Anda dapat menemukan berbagai sumber vitamin yang bermanfaat untuk menormalkan gangguan di perut, menyehatkan kulit, menurunkan risiko serangan jantung dan stroke, serta berbagai khasiat lainnya yang baik untuk kesehatan tubuh.

Lobi-lobi

Buah-buahan yang hanya hidup di daerah tropis ini termasuk buah yang keberadaannya sulit ditemukan di Indonesia saat ini. Sebenarnya, lobi-lobi cukup mudah untuk ditanam karena dapat tumbuh di berbagai jenis tanah.  Dengan kulit buah yang licin dan rasa asam-manis, lobi-lobi memiliki warna merah tua saat matang dan hijau saat masih muda. Meski berukuran kecil, buah-buahan yang memiliki banyak biji ini diketahui memiliki khasiat yang dahsyat.

Selain mengandung vitamin dan mineral, lobi-lobi juga mengandung tarakseron, tarakserol, terpenoid eufosterol, asam lanolat, palmitat oleat, quesitrin, flavonoid, polifenol, dan tannin. Seluruh kandungan tersebut memiliki manfaat untuk mengatasi berbagaimacam penyakit. Seperti radang tenggorokan, asma, disentri, peradangan pada perut, diare, kencing darah, peradangan pada payudara, dan eksim. Lobi-lobi juga bermanfaat untuk anti oksidan, peningkatan sistem imun, serta menyehatkan dan melembabkan kulit.

Kecapi

Buah ini disebut sebagai buahnya orang Betawi karena dahulu sering ditemukan di pekarangan rumah orang Jakarta. Buah ini memiliki cara kupas yang unik. Orang Betawi biasanya mengupas dengan cara dibanting atau dijepit di engsel pintu. Buah ini sekilas mirip dengan manggis tapi warnanya berbeda. Kecapi memiliki warna keemasan dengan bulu halus. Rasa yang dimiliki buah ini cenderung manis dan sedikit asam. Selain dapat dikonsumsi tanpa diolah, buah ini juga dapat disajikan dalam bentuk selai, manisan, dan sirup. Bahkan, buah ini juga sering dikelola untuk minuman beralkohol yang difermentasikan dengan beras.

Khasiat yang dimiliki kecapi sangatlah banyak, seperti untuk obat sakit perut, kram perut, kanker, peradangan, dan anti-oksidan. Selain buahnya, bagian dari tumbuhan kecapi juga dapat dimanfaatkan. Kayu dari kecapi dapat digunakan sebagai bahan konstruksi rumah, furnitur, dan lain-lain. Daunnya pun dapat digunakan sebagai penyegah penyakit pada perut dan demam.

Kesemek

Buah berwarna oranye yang memiliki kandungan vitamin A yang tinggi ini berkhasiat untuk melindungi mata. Kesemek atau yang Bahasa Inggrisnya Persimmon ini berasal dari daratan Tiongkok yang menyebar ke Jepang. Namun, buah ini juga dapat ditemukan di Indonesia, seperti daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. Sayangnya, buah dengan rasa manis ini sudah mulai sulit ditemukan di Tanah Air.

Kesemek dapat disantap langsung saat matang meski sedikit sepat. Untuk mengurangi rasa sepat, buah kesemek dapat direndam di air kapur selama 24 jam. Kesemek yang didiamkan dalam larutan air kapur ini meninggalkan bubuk-bubuk putih seperti bedak. Buah yang dapat tumbuh di dataran tinggi ini juga berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta melancarkan pencernaan.

Manau

Jarang mendengar nama buah ini? Manau memiliki kulit bersisik yang sekilas mirip seperti buah salak. Namun, ukurannya lebih kecil dan berbentuk oval. Selain itu, Manau memiliki tangkai tajam karena dikelilingi oleh duri-duri kecil yang rapat. Manau dapat ditemukan di sekitar Bangka, Belitung, dan Kalimantan. Berasal dari pohon rotan, manau tumbuh di pinggir sungai berair tenang.

Buah ini tidak dapat dimakan secara langsung karena rasanya yang cukup pahit. Namun, ketika diolah menjadi asinan, buah ini menjadi lebih sedap disantap. Buah yang sudah cukup langka ini belum diketahui khasiatnya untuk kesehatan. Batang dari pohon rotan Manau kerap dijadikan perabotan rumah tangga karena sifatnya yang lentur dan awet.

Matoa

Dapat ditemukan di daerah Papua, buah ini hanya tumbuh sekali setahun, tepatnya sekitar Juli sampai dengan Oktober. Rasa manis yang dihasilkan buah Matoa mirip seperti buah kelengkeng dan rambutan. Namun, aroma yang dihasilkan mirip dengan buah durian. Selain rasanya yang sedap, Matoa juga kaya akan vitamin C dan E. Kandungan tersebut berfungsi untuk meningkatkan antioksidan, kesuburan, dan meminimalisir risiko penyakit jantung. Namun, Matoa memiliki kandungan glukosa yang tinggi pula. Oleh karena itu, Matoa juga tidak dapat dikonsumsi secara berlebihan. Uniknya, buah ini dapat ditemukan di berbagai wilayah Indonesia dengan nama yang beragam. Ketika berkunjung ke Sumatera Utara, Matoa dikenal dengan sebutan Pakam. Sedangkan Langsek Anggang merupakan sebutan Matoa di Sumatera Barat. Dengan mengonsumsi buah ini, rasa kenyang dapat bertahan cukup lama.

 

 

 

 

Dhyra
Berbagai sumber