Kegiatan seperti ngabuburit, buka puasa bersama, dan acara untuk merayakan bulan penuh berkah ini banyak dilakukan oleh komunitas Indonesia di Perth. Salah satunya berasal dari komunitas pelajar Indonesia di Murdoch University. Murdoch University’s Indonesian Student Association, atau biasa dipanggil MUISA mengadakan acara buka bersama yang dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2019.

suasana hangat berbuka bersama

Pengunjung yang hadir tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa Indonesia saja, tetapi perhimpunan mahasiswa dari berbagai negara (Filipina, Malaysia, Singapura, dan India) juga turut hadir. Representatif dari Konsulat Jendral Republik Indonesia, Omar Harris selaku Pensosbud ikut hadir dalam acara tersebut.

Acara dimulai dengan kata sambutan dari Wilfrid selaku Ketua MUISA yang baru saja dilantik. Ia sangat terkejut dengan antusiasme peserta yang hadir. Dapat dilihat dari bangku-bangku yang tersedia, semuanya penuh. Kemudian acara dilanjuti dengan pesan-pesan yang disampaikan Omar Harris seraya berterima kasih atas undangan yang diberikan dari MUISA kepada KJRI Perth.

MUISA juga berkesempatan untuk melakukan serah jabatan dari kepungurusan yang lama. Adelyn Putrivana Nanulaitta, Ketua MUISA periode 2018-2019 memberikan pengalamannya sebagai ketua, dan memberikan harapan agar organisasi ini akan terus memberikan kontribusi bagi Indonesia. Anggota kepengurusan periode 2018-2019 dan 2019-2020 berjejer di depan ruangan serta memperkenalkan diri.

Di lain pihak, Wilfrid, Ketua MUISA periode 2019-2020, menyampaikan visi dan misi yang akan menjadi pedoman dari organisasi dan menjelaskan struktur organisasi yang baru. Hadirin bertepuk seraya menantikan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh kepengurusan yang baru.

kesempatan baik itu juga digunakan untuk serah jabatan kepungurusan MUISA

Acara buka puasa kali ini merupakan kesempatan untuk berbagi cerita selagi menunggu adzan maghrib berkumandang. Sambil menunggu berbuka puasa, MUISA telah menyiapkan kado perpisahan untuk salah satu mahasiswa Indonesia yang akan kembali ke Tanah Air. Nimas selaku Presiden MUISA periode 2015-2016 telah mengakhiri studinya. MUISA memberikan kenang-kenangan berupa video perpisahan yang membuat hati bergetar. Terlihat dari kejauhan mata Nimas berkaca-kaca. Mereka yang hadir merasa tersentuh dan beberapa mulai meneteskan air mata. Usai video berhenti, pengunjung bertepuk tangan dan melakukan foto bersama sebagai memori terakhir dari sebuah perpisahan.

Di sela-sela acara, hadir pula salah satu penulis Jurnal Ph.d Mama, Kanti Pertiwi. Ia berkesempatan untuk melakukan promosi seraya menjelaskan apa itu Ph.d Mama. Dijelaskan bahwa buku tersebut menceritakan kisah-kisah pelajar Ph.d yang juga merupakan seorang ibu. Banyak kejadian menarik yang dapat dikutip seperti kesibukan seorang ibu yang perlu melakukan pekerjaan rumah tangga, sekaligus melakukan riset. Buku tersebut sudah dapat dibeli di toko buku. Diserahkan juga buku Ph.d Mama sebagai bentuk penghargaan kepada MUISA yang telah memberikan waktu untuk memberikan informasi terkait buku tersebut.

Tidak terasa waktu berbuka puasa telah sampai. Berbagai macam hidangan, mulai yang manis sampai yang asin dihidangkan. Pengunjung disuguhi oleh kurma, buah-buahan, cokelat, ayam dan nasi, serta berbagai macam jajanan pasar. Lidah dan mata tidak tahan untuk mencicipi makanan-makanan khas Indonesia tersebut. Mereka dapat menikmatinya sesuai selera. Menariknya, makanan-makanan tersebut dibuat oleh beberapa pelajar yang tergabung di dalam MUISA juga. Sungguh suatu kerja keras yang luar biasa. Kerja sama yang dilakukan oleh MUISA patut diancungi jempol karena dapat merangkul pengunjung dari berbagai macam latar belakang. Inilah yang kita butuhkan dari sebuah acara: kerukunan dan rasa kekeluargaan.


Apa Kata Mereka

Septi | Pelajar Murdoch College

The event was fantastic because I got new information about what other students doing in and out campus. Another important thing is that the food is delicious, and every event in Indonesia there must be a food, it helps me to feel at home.

Wati Murib | Pelajar Murdoch College

I can interact with all students from different degrees. It is also memorable because the event is not only participated by Indonesian but also, from Malaysia, Singapore, India, and the Philippines.

Lavica Wiloepo | Mahasiswi Murdoch University

Acara buka bersama MUISA kali ini sangat ramai. Banyak murid dari kalangan college sampai Ph.d juga ikut serta meramaikan acara tersebut. Peluang yang bagus untuk networking sesama murid di Murdoch University.

Adelyn Putrivana Nanulaitta | Mahasiswi Murdoch University

Saya bangga melihat kegiatan buka puasa bersama MUISA dihadiri teman-teman pelajar Indonesia dari tingkatan college sampaiS-3, juga dari perwakilan-perwakilan organisasi lainnya. Benar-benar menunjukkan citra kekeluargaan dan kebersamaan yang MUISA selama ini selalu berusaha untuk tanamkan sebagai asas organisasinya.

Samsul Arifin | Mahasiswa Curtin University

Saya senang adanya ajang untuk bergabung bersama teman-teman pelajar Indonesia dari berbagai daerah. Walaupun saya bukan murid Murdoch university, saya tetap merasa disambut hangat dengan MUISA dan turut menikmati acaranya.

Kevinng