Almarhum sifu saya selalu bilang, “mengerti dulu apa esensi dari suatu gerakan dan sebuah jurus. Percuma saja mencak-mencak melakukan gerakan dan jurus kalau kita tidak mengerti makna dan kegunaannya!”

Nasihat di atas kembali muncul manakala mengikuti berbagai berita dan tulisan seputar Zhōngqiū Jié (中秋节) atau The Mid-Autumn Festival akhir-akhir ini. Ada yang mengulas soal legenda Chang E, wanita di Bulan yang lebih popular disebut Dewi Bulan. Sementara lainnya membahas kue bulan atau mooncake yang dipakai sebagai alat untuk menyebarkan perintah melawan tentara Mongol di era Dinasti Yuan (1271-1368). Ada pula yang membicarakan seputar jenis kue bulan dengan berbagai versi (Tiongkok Utara, Selatan, dan versi peranakan).

中秋节Zhōngqiū Jié jatuh pada hari ke-15 bulan ke 8 penanggalan Imlek. Dimana musim panen sudah selesai sehingga masyarakat sudah lebih santai dan punya waktu untuk merayakannya. Dan juga saat dimana bulan sedang dalam kondisi paling purnama dan paling terang sinarnya.

中秋节termasuk perayaan penting dalam tradisi Tiongkok dan telah diselenggarakan sejak ribuan tahun silam. Istilah中秋节telah disebut di “Rites of Zhou,” kitab berisi catatan ritual-ritual yang dilakukan pada Dinasti Zhou (1045–221 B.C.).

Bulan penuh dan cerah melambangkan kesempurnaan, jadi Festival Pertengahan Musim Gugur adalah hari bagi keluarga untuk kumpul bersama.

Secara tradisional pada hari ini, keluarga berkumpul bersama sambil mengagumi bulan yang cerah, setelah makan malam, sambil makan kue bulan ditemani teh Oolong atau melati.

Ada sebuah kata ucapan yang penting, yaitu: yuán mǎn (圓滿), yang berarti penyempurnaan, penyelesaian, atau pemenuhan. 圓滿 terdiri dari gabungan karakter pertama di yuán yuè (圓月), atau bulan bundar, dan karakter pertama di mǎn yuè (滿月), bulan penuh/purnama.

Hal di atas maksudnya saat penyelesaian (completion) harus dinikmati bersama oleh semua anggota keluarga – tidak ada bagian yang hilang dari bulan (penuh) dan tidak ada yang hilang dari pertemuan (keluarga) tersebut. Secara sederhana berarti untuk merayakan keutuhan dan kebersamaan keluarga. Inilah esensi dari中秋节Zhōngqiū Jié!

Kerinduan akan keluarga dan rumah adalah aspek penting lainnya dari Mid-Autumn Festival. Terutama bagi kita yang tidak bisa berkumpul bersama keluarga.

Tidak heran kalau Mid-Autumn Festival menginspirasi banyak penyair terkenal dalam menciptakan karya mereka. Beberapa diantaranya:

Being a stranger alone in a strange land,
I miss my loved ones all the more on festive day.”
– Wang Wei (A.D. 701–761), poet of Tang Dynasty

So bright a gleam on the foot of my bed,
Glittering like frost to my wandering eyes;
Raising my head, I gaze at the bright moon,
Dropping my head, homesickness arises.”
– Li Bai (A.D. 701–762), poet of the Tang Dynasty

Puisi-puisi di atas mengekspresikan rasa kerinduan rumah dan bulan purnama menjadi pengingat akan orang-orang terkasih dan keluarga nun jauh disana!

Periode中秋节Zhōngqiū Jié juga dikenal sebagai musim kawin, maksudnya musim dimana pernikahan diselenggarakan. Ini karena pada jaman dahulu, setelah musim panen maka uang sudah ada dan juga waktu sudah lebih senggang. Belum lagi, faktor中秋节Zhōngqiū Jié yang bermakna auspicious bagi keutuhan dan kebersamaan keluarga. Ini semua menjadikan waktu yang tepat untuk melaksanakan pernikahan.

Legenda seputar中秋节Zhōngqiū Jié boleh beraneka ragam. Sejarah asal-muasal 月饼 yuè bĭng boleh bervariasi. Model dan rasa月饼yuè bĭng boleh beribu-ribu tergantung dari daerah mana dibuatnya. Tidak perlu bikin pusing apalagi polemik. Terpenting kita semua paham dan mengerti esensi utama dari perayaan makan kue bulan! Togetherness and completeness of a family!

 

Happy Mid-Autumn Festival 2017!
May we all blessed with the family luck!

 

 

 

Suhana Lim
Certified Feng Shui Practitioner
www.suhanalimfengshui.com
0422 212 567 / [email protected]