Café Batavia sudah genap dua tahun sejak didirikan oleh Dian Indira Clayton. Terletak dekat dengan Konsulat Jenderal RI, restoran bernuansa kekeluargaan ini menyuguhkan aneka makanan Indonesia dengan cita rasa yang otentik.

Menghidangkan berbagai menu a la carte dan bain-marie, Café Batavia menyuguhkan menu-menu menarik yang sangat menggugah selera. Beberapa diantaranya sengaja dirotasi setiap hari untuk mencegah rasa bosan bagi para pengunjungnya.

Menu bain-marie yang bisa dijumpai antara lain rendang, ayam goreng, ayam bakar, ayam madu dan lain sebagainya. Sedangkan untuk hidangan penutup, Café Batavia menyediakan pilihan aneka jajanan tradisional seperti kue kering dan klepon. Beragam cake modern tentunya juga dapat ditemui di sini.

Kali ini BUSET ingin memperkenalkan tiga menu spesial yang sangat popular di Café Batavia; Pecel Ayam, Sop Buntut Goreng dan Gado-Gado. Meski dapat pula dijumpai di restoran Indonesia lainnya, namun banyak pengakuan yang menunjuk keunggulan Café Batavia dalam mengolah menu khas Tanah Air tersebut.

 

Pecel Ayam tak dipungkiri merupakan salah satu makanan khas favorit masyarakat Indonesia dimana pun mereka berada. Di Café Batavia, menu yang satu ini disuguhkan lengkap dengan nasi, sayuran segar dan sambal pedas nan gurih.

Daging ayam yang bertekstur empuk dan renyah menuai aroma harum berbagai rempah-rempah nusantara. Benar saja, bumbu yang telah meresap sempurna ke dalam sajian Pecel Ayam ala Café Batavia ini membuat setiap gigitannya terasa sangat spesial.

 

Cuaca nan dingin membuat kehangatan sup yang satu ini terasa lebih nikmat. Terlebih lagi Buntut Goreng telah dimasak dengan pas sehingga menjadi garing pada bagian luarnya tanpa melepas rasa kenyal yang meleleh di mulut.

Kuah sup yang dibuat juga tidak sembarangan. Kelezatannya sangat terasa, sesuai dengan bau harum yang tersebar saat masakan dihidangkan. Dari sini terbukti jika Café Batavia benar-benar memperhatikan setiap bumbu masakan yang harus diolah demi menghasilkan jenis masakan yang sesuai dengan ekspektasi pelanggannya.

 

Gado-Gado adalah makanan yang paling sering dicari masyarakat Indonesia di Benua Kangguru ini. Oleh karenanya, Café Batavia mencoba meracik saus kacang Gado-Gado agar memiliki aroma dan rasa yang dapat mengobati rasa kangen kita dengan kampung halaman.

Tidak seperti kebanyakan dari kita yang hanya menggunakan bumbu kacang instan dan ditaburi di atas sayuran rebus, hidangan Gado-Gado Café Batavia dibuat dengan penuh kesempurnaan dan rasa cinta Tanah Air agar terasa istimewa.

 

Masih banyak lagi menu-menu andalan yang sedap, segar dan sehat. Rasanya tidak cukup kata untuk mendiskripsikan satu per satu hasil masakan restoran berukuran sedang namun cozy ini. Terlebih lagi pelayanan para stafnya termasuk ramah dan murah senyum; salah satu ciri khas orang Indonesia yang bersahabat.

 

Maka itu, bagi yang belum pernah mencoba, tidak ada lagi alasan untuk menunda kunjungan bersantap di Café Batavia.

 

Café Batavia
Shop 5&6
618 St Kilda Road, Melbourne

Senin-Rabu:             pk. 9-16
Kamis-Jumat:          pk. 9-21
Sabtu: pk. 12-20 (a la carte)

 

**** 
DI BALIK LAYAR CAFE BATAVIA

 

Sang empunya Café Batavia ini mengakui memang dari awal dirinya sudah memiliki ide untuk menjalankan sebuah restoran berkonsep Authentic Indonesian Food. Akan tetapi, karena tempat yang didapat terbatas secara luas dan memiliki dapur yang relatif kecil, Café Batavia belum bisa menyediakan menu masakan bakar seperti sate.

Kendatipun, Dian – begitu panggilan akrabnya – tidak berputus asa. Malahan ibu dua anak tersebut berusaha mengoptimalkan apa yang ada. “Challenging juga karena lokasi kita ngumpet banget, tapi so far ini tahun kedua, dan jauh lebih sukses dari tahun pertama, kelihatan hasilnya,” paparnya senang.

Kepada BUSET Dian menceritakan jika sebenarnya ia tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang kulinari. Semua berawal dari hobi saja. Ketika ia dan keluarga memutuskan untuk mulai menetap di Melbourne pada Desember 2011, Dian sempat mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan. Akhirnya ia pun memutuskan untuk mengambil sekolah memasak dan melengkapi dirinya dengan sertifikat dan perijinan yang diperlukan untuk menjalankan usaha restoran impiannya.

“Pas belum selesai sekolah, suamiku dari dulu sudah gatel nyariin aku kafé, dan sudah beberapa kali dia dapat lokasi. Aku sekolah empat bulan, baru suamiku nemuin lokasi ini yang dekat KJRI. Awalnya aku ragu karena nggak pernah kerja di restoran. Buka restoran pun belom pernah, jadi ini merupakan something challenging,” jelasnya seraya bernostalgia.

Meski terhitung masih awam, tetapi dengan kemampuan memasak yang dimilikinya, sekaligus dukungan dari suami dan keluarganya, Dian sukses menjalankan Café Batavia yang semakin lama semakin digemari pengunjungnya.

Tidak hanya diincar oleh warga Indonesia saja, namun Café Batavia juga telah berhasil menggoda masyarakat lokal Australia yang kerap datang mencari Rendang dan Gado-Gado.

Untuk kedepannya, Dian bertekad untuk mendapatkan lokasi baru yang lebih besar sehingga dapat membuka restoran dengan masakan yang lebih beragam.

 

 

sasha
foto: krusli