Banyak cara yang dilakukan para pemilik bisnis untuk menghindari pembayaran pajak yang seharusnya atas penghasilan yang mereka hasilkan. Salah satu cara yang banyak ditemukan kasusnya dalam lingkungan bisnis adalah cash economy.

Cash economy terjadi ketika suatu bisnis sengaja menggunakan transaksi tunai untuk menyembunyikan pendapatan guna menghindari membayar pajak, dimana transaksi kas yang terjadi tidak dicatat ataupun dilaporkan.

Di bawah ini merupakan beberapa contoh dari cash economy:

  • Pembayaran upah secara ‘cash-in-hand‘ dan tidak mengenakan pajak ataupun tidak membayar tunjangan masa depan (superannuation) dari upah tersebut
    • Menjalankan sebagian aktifitas normal bisnis secara ‘off-the-book
    • Menawarkan diskon untuk pembayaran tunai dan tidak memberikan tanda terima
  • Tidak meminta karyawan untuk mengisi TFN Declaration Form saat mereka baru mulai bekerja dengan perusahaan
    • Menyediakan faktur palsu

Penjualan tunai

Sebuah kafe hanya melaporkan transaksi penjualan yang dilakukan dengan EFTPOS atau kartu kredit, dan tidak melaporkan penjualan yang dilakukan secara tunai. Artinya pendapatan kafe ini tidak semuanya dilaporkan, serta  GST dari penjualan tunai tidak dibayarkan kepada Australian Taxation Office (ATO). Dalam skenario ini pemilik kafe telah melakukan bisnis dengan cara yang tidak sah, selain itu pemilik kafe tersebut juga kehilangan kesempatan untuk mengklaim balik GST dan Tax Deduction (biaya yang dapat diklaim untuk mengurangi penghasilan kena pajak) atas pembelian supplies yang berhubungan dengan penjualan tunai mereka.

Cash in Hand

Upah seorang karyawan dibayar dengan cara Cash in Hand untuk bekerja lembur dari hari Senin sampai Jumat serta pada akhir pekan. Dalam hal ini pemilik bisnis tidak mengenakan pajak atas upah tersebut, di sisi lain sang karyawan juga tidak melaporkan upah tunai yang diterimanya.

Untuk menghindari terjadinya cash economy, maka ATO menerapkan beberapa langkah antisipasi dengan tujuan utama untuk mempromosikan cara bermain yang adil bagi semua bisnis, mendukung mereka yang mematuhi peraturan, serta mempersulit mereka yang tidak jujur yang mencoba untuk melarikan diri dengan tidak melaporkan pendapatan tunai sehingga pada akhirnya dapat  menciptakan keadilan bagi semua orang.

Ketika pemilik bisnis yang tidak jujur tersebut tertangkap ATO, maka mereka tidak hanya harus membayar pajak yang terhutang selama ini, akan tetapi mereka juga bisa terkena sanksi administrasi (denda), hukuman serta penjara.

Benchmark untuk usaha kecil

Merupakan panduan untuk membantu suatu bisnis membandingkan kinerja mereka terhadap bisnis lain yang serupa dalam suatu industri. Selain itu, benchmark juga digunakan ATO dalam memilih suatu bisnis yang akan dikenakan audit.  Benchmark ini dihitung dari pajak penghasilan serta data dalam laporan aktifitas (activity statement) dari bisnis yang beroperasi di industri sejenis.

Pencocokan data

Saat ini lebih mudah bagi ATO untuk mengidentifikasi bisnis yang terlibat dalam cash economy dikarenakan adanya peningkatan volume dan kecanggihan aktifitas ATO dalam pencocokan data.

Untuk mengidentifikasi pembayar pajak yang mungkin tidak melaporkan semua pendapatan mereka baik untuk bisnis ataupun individual, maka ATO menggunakan informasi yang sebagian besar diperoleh dari sumber eksternal dan membandingkannya dengan pendapatan dan pengeluaran yang mereka laporkan kepada ATO.

Membantu suatu bisnis melakukan hal yang benar

ATO berkomitmen untuk mendukung bisnis yang layak serta mendorong mereka agar sukarela mematuhi peraturan yang ada dalam masyarakat. ATO menyediakan informasi dan alat pendukung untuk bisnis dan perwakilan mereka, seperti portal bisnis, kalkulator pajak online, serta berbagai panduan pajak yang dapat diakses dari situs ATO serta membuatnya semudah mungkin sehingga setiap orang dapat mengerti dan melakukannya dengan benar.

Virda Ersan
source:SEA Accountants
Australian Taxation Office
[alert color=”C2AE93″ icon=”9888″]The Materials are provided for general information purposes only and are not intended as professional advice and should not be substituted for, or replace, such professional advice.[/alert]