Cynthia Rompas bukanlah lagi nama yang asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia oleh karena karirnya yang menjulang di dunia jurnalistik. Pembawa berita dan produser di Global TV dan MNC news kelahiran Jakarta ini telah rela meluangkan waktunya untuk berbagi pengalaman dengan para pembaca BUSET.

Ibu dari seorang putra bernama Christofano Dewanthara ini sempat bekerja dalam bidang marketing di salah satu perusahaan swasta sebelum akhirnya melamar kerja di seluruh stasiun televisi yang ada di Indonesia pada saat itu. Dari usahanya tersebut Cynthia mendapatkan tawaran pekerjaan dari 3 televisi swasta, yaitu Trans TV; TPI yang sekarang menjadi MNC TV dan Lativi yang sekarang dikenal dengan nama TVone. Melalui beberapa pertimbangan, akhirnya Cynthia memilih untuk bekerja di Lativi. Itulah awal mula dirinya menerjuni dunia jurnalistik. Salah satu tokoh yang menjadi panutan yang membuatnya termotivasi untuk mengambil keputusan ini adalah Ira Koesna yang dianggapnya sebagai wanita yang hebat dan pintar.

Walau bukan merupakan cita-cita sejak kecil, Cynthia Rompas sangat mencintai pekerjaannya oleh karena banyak pengalaman tak ternilai yang dapat dialaminya. Suka duka pun banyak diarungi oleh wanita yang juga merupakan dosen jurusan broadcasting di YAI. Kesempatan untuk bertemu dengan berbagai macam karakter dari segala lapisan, mulai dari anak jalanan hingga presiden merupakan salah satu suka yang dialami Cynthia saat melakukan pekerjaannya. “Melalui mereka saya belajar banyak hal mengenai hidup dan bersyukur,” jelasnya. Sedangkan duka dari pekerjaan sebagai jurnalis bagi Cynthia adalah waktu kerjanya yang bukan terpaku pada ‘9 to 5’ dan tidak kenal tanggal merah.

Salah satu pengalaman seru yang pernah Cynthia jalani adalah ketika harus bertugas seharian menjadi pembawa berita dan presenter infotainment oleh karena banjir yang melanda Jakarta. Selain itu banyak pula hal yang tidak terduga terjadi saat on air, misalnya saat komputer tiba-tiba tidak berfungsi, yang menyebabkan dirinya harus berimprovisasi dengan cepat.

Pekerjaan menjadi jurnalis memang saat berwarna, namun pada saat yang bersamaan juga sulit dan menantang. Maka itu tidak heran bila ibunda dari Cynthia  sampat sulit tidur saat putri cantiknya yang baru berusia 32 tahun tersebut harus meliput berbagai bencana alam yang terjadi di Indonesia, tak terkecuali tsunami di Aceh dan kerusuhan di Ambon. Walaupun begitu, keluarga tetaplah mendukung jalan karir yang telah mantap dipilih wanita kelulusan Atma Jaya ini.

Sekarang ini hari-hari Cynthia diisi dengan kesibukannya sebagai pembawa berita. Mulai dari pukul lima pagi, wanita yang rupanya sempat berkeinginan menjadi loper koran ini, harus berangkat menuju kantor. Walau siaran on air yang dilakukan olehnya hanya berlangsung dari pukul 7:30 sampai 9:00 pagi, aktivitas di kantor barulah berakhir sekitar pukul 3 sore.

Rupanya selain itu, Cynthia yang pernah tinggal di Melbourne selama beberapa tahun, juga mengisi waktu luangnya dengan menjadi MC off air di berbagai acara, paling banyak tiga kali dalam seminggu. Menurutnya, dengan menjadi MC off air, dirinya dapat bertemu dengan banyak orang baru dan belajar hal-hal yang jarang diketahui olehnya.

Namun di tengah kesibukannya tersebut, yang terpenting bagi Cynthia adalah bisa menghabiskan waktu bersama anak laki-lakinya, Christofano. Anak bungsu dari dua bersaudara ini memiliki jawaban yang tidak muluk-muluk dan rendah hati saat ditanya mengenai harapan yang ia miliki untuk masa depannya. “Harapannya, saya ingin menjadi sesuatu untuk orang lain. Sesuatu dalam arti punya arti penting untuk kehidupan orang banyak,” demikianlah Cynthia Rompas mengakhiri wawancaranya bersama BUSET.