Memilih profesi dalam kehidupan memang tidak mudah. Kita harus mempertimbangkan banyak hal sebelum memilih; misalnya apakah pekerjaan tersebut cocok dengan kesukaan dan kemampuan kita dan apakah pekerjaan tersebut dapat menjamin kehidupan kita sehari-hari.

Daniel Yen telah menemukan profesi yang ingin ia tekuni sejak usia dini. Pria kelahiran Medan ini memiliki profesi yang sangat unik, yaitu seorang professional balloon twister. Semua orang bisa membuat suatu bentuk menggunakan balon jika diajari, namun tidak semua orang bisa membentuk karya-karya balloon twister milik Daniel yang amat rumit dan detail.

Kemampuannya ini telah diasah bertahun-tahun lamanya, bermula ketika Daniel berkuliah Diploma interior design di Malaysia dan mendapatkan pekerjaan sampingan sebagai seorang badut. Ketertarikannya terhadap seni membentuk balon ini kemudian terus berkembang dan tidak bisa lepas. “Anak kecil bisa menggila lihat balon, mungkin kalau orang dewasa ga seberapa. Tapi untuk anak kecil balon itu ‘sesuatu’. Jadi melihat mereka joyful dengan apa yang saya lakukan itu merupakan salah satu inspirasi bagi saya untuk terus melakukan hal ini.”

Setelah menyelesaikan pendidikan di Malaysia, Daniel kembali ke Medan dan mulai mencoba bekerja di kantor desain sekaligus menjadi balloon twister professional. Salah dua lokasi yang pernah membeli servis balloon twister ini adalah Sun Plaza dan Cambridge Mall di Medan.

Pada tahun 2009, pria yang juga pandai bermain alat musik gitar, piano dan bass ini kembali merantau untuk melanjutkan pendidikan di tingkat sarjana. Sekolah yang menjadi pilihannya adalah Swinburne University di Melbourne. Sembari menempuh pendidikan akademis Daniel tidak pernah berhenti untuk terus belajar dan mengembangkan keahlian uniknya. Tidak lama sejak ia menginjakan kaki di Negeri Kangguru Daniel mendapatkan pekerjaan sebagai balloon twister di bawah agen yang menyediakan jasa pengisi acara untuk berbagai pesta. Dirinya juga ialah seorang freelancer yang memiliki brandnya sendiri, DY balloon, yang berasal dari inisial namanya.

Rupanya reaksi masyarakat terhadap balloon twister di Malaysia dan Indonesia dengan di Australia cukuplah berbeda. Pasalnya, balon telah menjadi budaya barat sehingga anak-anak di Australia tampak sudah terbiasa dengan keterampilan ini. Sedangkan di Malaysia dan Indonesia, anak-anak sangat antusias dan gembira saat melihat Daniel memulai aksinya.

Lebih lanjut Daniel menceritakan keterkejutannya terhadap anak-anak di Australia yang tertarik dengan bentuk hewan-hewan ternak. “Ayam! Coba bayangkan! Ayam!” hal ini berbanding terbalik anak-anak Indonesia yang lebih menyukai hal lucu semisal kupu-kupu dan teddy bear.

Dalam pekerjaannya, Daniel yang kini mendapat banyak dukungan dari orangtua dan teman-temannya selalu berusaha untuk mempelajari membuat karakter-karakter baru yang terkenal di kalangan anak-anak. Nama-nama seperti Boots, Dora, Lighting Mcqueen dan sebagainya harus dihafalnya di luar kepala.

Projek besar yang pernah dibuat oleh pria yang mengaku seorang perfeksionis jika berhubungan dengan hasil karyanya ini antara lain membentuk garuda untuk acara PPIA, logo Manchester United dan membentuk naga berukuran besar. Dalam proses pembuatan balon gigantik tersebut diperlukan ketelitian, kesabaran, kreativitas dan waktu yang panjang. Di tahap pertama, Daniel harus merancang hasil akhir bentuk balon yang sudah dipesan. Ia lalu menghitung dan memperkirakan jumlah balon yang diperlukan. Barulah ketika semua persiapan telah dilakukan, Daniel mulai membentuk dan menggabungkan balon-balon sampai terbentuk dengan sempurna.

Pemuda yang tengah mengejar gelar masternya dalam bidang akunting di Holmes ini juga memiliki ambisi yang besar dalam karirnya, yakni mengembangkan bisnisnya ke seluruh Australia. Sedangkan keinginannya untuk kembali ke Indonesia masih belum direncanakannya. “Jika harus kembali ke Indonesia mungkin saya ingin membuat bisnis entertaiment dan event organizer,” tutur Daniel.

Di luar kesibukannya, Daniel juga menyukai olahraga, seperti bulu tangkis dan sepak bola; serta pula aktif dalam kegiatan gereja. Ia pun memiliki niat untuk menyumbangkan keterampilannya secara cuma-cuma untuk menghibur anak-anak di panti asuhan dan rumah sakit. “Keinginan itu sih selalu ada ya. Saya harus bisa menyeimbangkan tujuan utama yaitu untuk membuat orang-orang, terutama anak-anak, happy, dengan ambisi duniawi saya.”

Tarif dan kontak DY Baloon bisa dilihat baik di situs www.dybaloon.com.au; akun Facebook dengan nama Dybaloon, ataupun Twitter dan Instagram dengan nama yang sama, yaitu Danielyen17.


gaby
foto: krusli