Mengawali sebuah usaha di Australia memang tidaklah mudah, apalagi bagi para pendatang baru yang berasal dari luar Negeri Kangguru. Paling tidak dibutuhkan kerja keras, kemauan dan kegigihan yang tinggi, juga semangat pantang menyerah. BUSET berkesempatan menelusuri perjalanan seorang arsitek bertalenta yang bertekad baja dalam memulai kehidupannya di Australia dari titik nol. Namanya ialah Darwin Wirawan dari WiLLiV Architecture. Berikut adalah kisahnya.

24-advertorial-williv-architecture-3Lulusan Universitas Parahyangan jurusan arsitektur, Darwin memiliki passion yang luar biasa terhadap bidangnya. Dengan semangat ia menjalani hari-harinya sebagai seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi ternama Indonesia hingga tiba akhirnya hari kelulusan. Namun sangat disayangkan, justru setelah ia lulus, dunia properti di Indonesia mengalami keanjlokan besar-besaran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lowongan pekerjaan sebagai seorang arsitek nyaris tidak ada yang terbuka. Bila ada lowongan pun, tingkat kompetisi yang ada sangat sulit untuk dimenangkan oleh seorang fresh graduate yang baru lulus kuliah dan memiliki pengalaman yang cukup minim.

Alhasil, Darwin harus fleksibel dalam membangun karirnya. Ia pernah berkecimpung di bidang desain interior dan juga desain grafis, bahkan web development. Memang cukup jauh melenceng dari arsitektur, namun niscaya semuanya tidak ada yang sia-sia dan justru berperan penting dalam usahanya untuk meraih masa depan yang gemilang.

24-advertorial-williv-architecture-2Pada tahun 2002, Darwin mengikuti jejak langkah sang istri yang meneruskan pendidikan ke jenjang Master di Monash University, Melbourne. Pada saat inilah, perjalanan seorang Darwin dan WiLLiV Architecture mulai berawal. Registrasi Arsitektur Negara Australia memang memiliki berbagai bentuk kebijakan yang dijalankan dengan cukup ketat. Gelar sarjana yang telah diperoleh Darwin dari Universitas Parahyangan bahkan tidak dapat diakui oleh sebab situasi dan kondisi antara Indonesia dan Australia yang memang cukup berbeda. Dalam usahanya untuk meraih pemahaman kondisi arsitektur di Australia, tak jarang Darwin mengambil inisiatif untuk turun lapangan dan mengunjungi area-area konstruksi demi mempelajari struktur bangunan.

Pada awalnya Darwin bersama istrinya, Linda, belum memutuskan apakah akan menetap di Australia atau tidak. Apabila memang ia harus kembali ke Tanah Air, ia meyakini bahwa jalur bisnislah yang dapat ia tempuh. Oleh sebab itu ia mempersiapkan diri dengan mengambil Master of Business Information Technology di University of Melbourne.

(dari kiri) Linda, William, Darwin, Livia
(dari kiri) Linda, William, Darwin, Livia

Proses registrasi arsitek di Autralia sangatlah sulit, terutama apabila bukan lulusan dari universitas lokal. Namun hal tersebut tidak memadamkan semangat Darwin. Ia terus mengajukan naik banding ke Badan Arsitek di Australia untuk mencari cara agar ia dapat berkarir sebagai seorang arsitek. Segala cara telah ia tempuh namun jawaban yang ia peroleh semuanya sama, bahwa ia harus mendapatkan kualifikasi pendidikan dengan melanjutkan pendidikan di University of Melbourne dengan mengambil jurusan Master of Architecture yang akhirnya ia selesaikan di tahun 2013. Proses ini sangat menyita waktu dan emosi karena Darwin harus menyelesaikan kuliah ini di saat dia dan istri harus bekerja full time sembari mengasuh dua anak mereka. Pria yang juga anggota di KKI (Keluarga Katolik Indonesia) Melbourne ini juga mengakui, apabila ia menetap di Indonesia, sangat kecil kemungkinan ia untuk menekuni bidang kesukaannya dan menjadi seorang arsitek.

Darwin sendiri telah banyak mendesain semenjak kedatangannya di tahun 2002. Namun WiLLiV Architecture baru resmi didirikan semenjak tahun 2011. Nama usahanya itu diilhami dari kedua anaknya, yakni gabungan nama William dan Livia.

Pria lulusan SMA Bunda Hati Kudus tahun 1993 ini juga telah menangani berbagai macam projek. Baik itu projek pribadi maupun komersil, semua sudah pernah ditekuninya. Namun spesialisasi yang ia miliki adalah dalam bidang pembangunan persekolahan, panti perawatan manula dan juga perumahan, termasuk rumah tingkat atau yang lebih dikenal dengan julukan high rise.

Keunggulan WiLLiV Architecture terletak pada beberapa kunci sebagai berikut. Darwin selalu konsisten dalam mempersiapkan laporan yang teramat komprehensif untuk diajukan pada council setempat, demi memastikan kelancaran proses pembuatan ijin. Selain itu, ia selalu mendengarkan kemauan dan kebutuhan sang klien, yang terkadang tidak berujung. Hal ini kemudian dicocokkannya dengan kondisi anggaran finansial (budget) mereka.

Para klien juga bisa bernapas lega sebab WiLLiV Architecture menjamin perihal sustainability dan efisiensi energi dan akan memberikan yang terbaik. Selain itu, feng shui juga tidak ketinggalan, seorang Darwin sudah sangat fasih mempertimbangkan hal tersebut ke dalam semua desainnya. Misalnya posisi kamar tidur dan anak tangga, pintu-pintu yang tidak berhadapan satu sama lain sampai dengan desain landscape.

24-advertorial-williv-architecture-1Tim yang telah dibentuknya saat ini mencakup bagian struktural dan sipil, namun ia akan terus mengembangkan timnya agar dapat menyediakan jasa yang lebih baik lagi. Ia bertekad untuk memberikan jasa arsitektur yang konsisten dan berkualitas, yang tentunya juga mematuhi segala peraturan yang diterapkan di Victoria.

Sungguh luar biasa upaya yang dikerahkan oleh seorang anak bangsa dalam meraih cita-citanya. Sebuah contoh yang sangat patut untuk ditiru, bahwa kerja keras dan kegigihan adalah pangkal sebuah keberhasilan.

Bila ada dari sahabat BUSET yang sedang berencana untuk membangun rumah, restoran, klinik pribadi maupun sebuah sekolah, jangan segan-segan menghubungi Darwin Wirawan dari WiLLiV Architecture!

Untuk konsultasi bangunan atau informasi lebih lanjut silahkan menghubungi
WilliV Architecture
www.willivarchitecture.com.au
Darwin Wirawan: 0401 116 663

ishie
foto: willivarchitecture.com.au