DATA SENSUS BUKTIKAN MULTIKULTURALISME AUSTRALIA

Hasil dari sensus yang dilangsungkan sekitar akhir 2016 kemarin di Benua Kangguru ini akhirnya sudah dirilis secara resmi. Menurut Badan Statistik Australia, masyarakat negeri ini menjadi lebih beragam dalam hal latarbelakang bangsa dan bahasa. Hal ini ditunjukkan dengan angka 49%, hampir setengah populasi Australia, lahir di luar Australia, atau salah satu atau kedua orang tuanya dilahirkan di luar Australia. Negara kelahiran di luar Australia yang terbanyak adalah Selandia Baru dan Inggris. Kendati demikian, penduduk yang lahir di Tiongkok dan India mengalami peningkatan sejak tahun 2011, yakni dari 6% ke 8.3% yang memiliki kota kelahiran di Tiongkok, sedangkan mereka yang lahir di India meningkat dari 5.6% menjadi 7.4%. Dari sensus tersebut, diketahui bahwa 88% dan 84% komunitas Tiongkok dan India tersebut mengikuti sensus secara online.

Dari segi bahasa, diketahui ada lebih dari 300 jenis bahasa yang digunakan penduduk sejumlah 23,4juta ini. Dan tercatat sekitar 21% warga Australia menggunakan bahasa selain Inggris di rumah masing-masing. Bahasa yang paling sering digunakan setelah Bahasa Inggris adalah Mandarin, Arab, Kanton, dan Bahasa Vietnam.

Setidaknya 52.1% masyarakat Australia menganut kepercayaan kekristenan. Agama yang terbesar kedua adalah Islam (2.6%), yang diikuti oleh Buddha (2.4%). Sementara itu, warga yang memilih agama apapun meningkat dari 22% pada tahun 2011 menjadi 30% pada 2016.

Data sensus ini dapat dilihat online secara cuma-cuma. Tentunya ini dapat membantu kita dalam berkontribusi atau melakukan perbaikan di berbagai bidang.

 

 

Sumber: Australian Bureau of Statistics