Penyewa dan pemilik properti hampir dimanapun sering mengeluh tentang performa Manajer Properti mereka, dengan asumsi bahwa manajer properti tidak melakukan pekerjaan mereka dengan benar atau bahkan tidak melakukan tugas mereka sama sekali.

Memang benar bahwa sebagian besar sumber keluhan yang diterima oleh agen properti berasal dari penyewa. Pemilik properti membayar agen-agen ini untuk merawat investasi mereka, yang bukan merupakan tugas mudah dan sering sekali mendapatkan ulasan buruk hanya untuk melakukan pekerjaan mereka. Hal ini terutama sering kali terjadi ketika menagih uang sewa.

Tetapi kebanyakan orang yang tidak bekerja di bidang properti tidak mengetahui pentingnya peranan Manajer Properti, seberapa keras mereka bekerja dan tanggung jawab besar yang mereka emban terhadap investasi properti yang dipercayakan kepada mereka.

Manajer Properti adalah orang-orang yang bekerja di bidang properti tanpa sering terlihat “mengendarai mobil mewah”, dan umumnya tidak mendapatkan pujian setara dibandingkan dengan rekan sales agent mereka.

Peran Manajer Properti sangat penting untuk kelangsungan sebuah bisnis properti, namun masih banyak kejadian dimana mereka sering kali kurang dihargai, sementara para sales agent tampaknya mencuri sebagian besar perhatian utama di industri ini. Kita perlu mengingat apa yang Manajer Properti harus lakukan setiap harinya dan menyadari bahwa hal-hal tersebut tidak selalu mudah untuk diselesaikan sebelum kita mulai mengeluh.

Mereka Memainkan Berbagai Peran

Hal ini lebih sulit daripada yang ada di benak kebanyakan orang, ada berbagai keterampilan yang dibutuhkan Manajer Properti untuk menjalani tugas mereka, dari manajemen waktu, problem solving, keterampilan berkomunikasi, stress management hingga people skills.

Mereka adalah mediator yang senantiasa membantu menyelesaikan konflik antara penyewa dan pemilik properti. Dan berdasarkan pengalaman ada sekelompok golongan yang sama-sama gemar menuntut kehendak mereka. Masalah ini semakin diperkeruh saat kedua pihak menginginkan solusi seketika, entah itu mengenai deadline uang sewa atau maintenance request. Hal ini menciptakan banyak ketegangan atas hubungan semua pihak yang bersangkutan.

Manajer Properti merupakan problem solver yang bekerja untuk menghilangkan kekhawatiran para pemilik properti dan terus menerus mencari solusi atas segala hal mulai dari kenaikan sewa hingga pemeliharaan properti.

Mereka melakukan inspeksi dan membuat laporan kepada pemilik secara rutin untuk memastikan bahwa kondisi properti tersebut terpelihara secara baik. Salah satu dari berbagai macam hal yang harus mereka lakukan untuk menggaransi kondisi properti tersebut adalah dengan menseleksi dan merekomendasikan kepada pemilik properti atas kandidat-kandidat penyewa yang tepat dari begitu banyaknya aplikasi yang diterima.

Bahkan ada kalanya dimana Manajer Properti harus menghadiri panggilan di pengadilan untuk menyelesaikan sengketa atas nama sang pemilik properti.

Mereka Mengelola Properti Lebih Banyak dari yang Anda Pikirkan

Pada umumnya, seorang Manajer Properti dapat mengurus lebih dari 200 properti yang dipercayakan kepada mereka. Jika nilai rata-rata properti sebesar $500 ribu, berati mereka bertanggung jawab atas aset sebesar $100 juta secara keseluruhan. Tidak jarang bahwa Manajer Properti memiliki lebih banyak aset dalam pengawasan mereka, bila dibandingkan dengan seorang manajer pengelola keuangan/ finansial.

 Mereka Sangatlah Sibuk

Pekerjaan seorang Manajer Properti melibatkan panggilan telepon non-stop setiap harinya dalam satu minggu untuk rata-rata 500 konsumen dalam portofolio mereka. Bahkan ketika Manajer Properti tidak berada di kantor, mereka masih secara teknis sedang ‘bekerja’. Mereka seringkali mendapat telepon di tengah malam dari penyewa mulai dari keluhan tentang pipa air yang rusak atau perkara jadwal inspeksi untuk properti yang baru saja dipasarkan. Mereka tidak selalu dibayar untuk panggilan yang mereka kerjakan setelah jam kerja.

Rumah atau properti komersil yang Anda sewa bukan satu-satunya properti yang mereka kelola karena mereka berurusan dengan panggilan yang tak terhitung lainnya serta banyak dari orang-orang yang menginginkan hal yang sama. Sehingga para stakeholder harus dapat memberikan Manajer Properti kesempatan dan berpikir dua kali sebelum mengeluh, karena yang anda mungkin lihat atau dengar terkadang bukanlah seluruhnya yang mereka sedang atasi.

 

 

 

 

Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara langsung dengan, Bruce Oliver, co-founder Xynergy Realty, agen properti berbasis di Melbourne.

Informasi di atas adalah panduan dan gambaran umum dalam bidang investasi properti, dan tidak untuk digunakan secara generalisasi. Xynergy Realty memberikan konsultasi individual untuk wealth creation strategy, property investment, property management dan home/ commercial loan yang khusus didedikasikan bagi calon investor dan pembeli properti. Xynergy Realty tidak bekerja sama dalam bentuk apapun dengan perusahan-perusahaan/ brand-brand yang disebutkan dalam artikel diatas. Xynergy Realty tidak bertanggung jawab atas kehilangan, kerugian yang pembaca derita dalam bentuk apapun.

 

Alain Warisadi,
CEA (REIV), CA (MFAA), TAA, CIT (M), CPS (RE), Dipl FMBM, B. Ec (Fin), FIML
Property Writer/ Property Consultant
Finance Consultant (Mortgage Broker)
Licensed Estate Agent
Harvard University Scholar
(e.) [email protected]

 

Tanya Tjahjosarwono, B.Bus (MKT), M. ADV MKT.
Co-property Writer
Marketing Communications Officer
 (e.) [email protected]