Coba perhatikan lingkungan sekitar serta keseharian Anda. Mulai dari kemasan kosmetik yang Anda beli dari brand favorit, gaya busana yang Anda kenakan, serta interface yang berinteraksi dengan Anda melalui layar ponsel pintar. Di balik semua itu ada peran dan buah karya seorang desain kreatif, lho. Tidak hanya itu, hampir semua benda yang Anda sentuh, rasakan, dan nikmati, lekat dengan desain.

Sayang, dunia desain sampai saat ini masih dipandang sebelah mata, terutama oleh masyarakat dari latar belakang Asia. Kenapa? Apa karena uang yang dihasilkan tidak sebanyak mereka yang lulus kuliah jurusan ekonomi, kedokteran, atau teknik? Atau karena banyak orang tua yang belum paham tentang nilai penting dari pekerjaan di bidang kreatif, seperti desainer, penulis, pembuat film, atau musisi?

Jujur, dulu orang tua saya sendiri mempertanyakan pilihan saya untuk menjadi seorang desainer. Mereka ragu akan masa depan pekerjaan di bidang ini. Saya menangkap keraguan mereka, seakan-akan menjadi seorang desainer tidak menjamin hidup berdikari.

Ternyata saya tidak sendiri. Banyak teman-teman Indonesia yang bekerja di industri ini punya pengalaman yang serupa; tidak didukung oleh orang tua yang kemudian menghantarkan mereka pada kebimbangan. Alhasil, mereka musti menjawab sebuah pertanyaan sulit: Mau terus lanjut mengejar passion atau mengikuti keinginan orang tua yang melarang dengan alasan “demi kebaikan”.

Jangan serta merta menyalahkan orang tua sebab apabila dilihat dari perspektif mereka, pastinya orang tua menginginkan sesuatu yang baik untuk anaknya. Pendidikan yang baik, pekerjaan yang jelas, dan tentu saja pendapatan yang cukup. Orang tua mana yang ingin anaknya menekuni pendidikan dan pekerjaan yang asing di telinga mereka? Jadi, wajar jika mereka khawatir akan langkah yang Anda pilih. Adalah tugas Anda untuk meyakinkan orang tua mengenai pilihan pendidikan dan pekerjaan di bidang ini.

Dari pengalaman pribadi sebagai pemilik usaha desain, saya berharap apa yang dibagikan ini bisa membantu Anda agar semakin yakin untuk terjun ke dunia ini.

Kenali Diri Sendiri

Kesuksesan itu tergantung pada diri sendiri. Sebelum terjun dalam dunia desain, coba kenali diri Anda. Apakah Anda bahagia dan menemukan kesenangan saat mengerjakan desain? Jika iya adalah jawabannya, berbahagialah Anda. Kesukaan dan ketekunan dalam mempelajari desain sudah menjadi tanda awal yang cukup menjanjikan bahwa Anda akan bertahan di bidang ini. Lebih baik lagi jika Anda sudah tahu bidang spesifik yang ingin ditekuni. Bila sudah yakin, jangan ragu dengan tekad dan kerja keras Anda. Semua pasti berhasil.

Belajar Dari Orang Lain

Anda bukan orang pertama yang terjun ke dunia desain. Ada banyak sosok yang bisa dijadikan role model dan bisa dipelajari ilmu serta pengalaman hidupnya. Tidak perlu jauh-jauh mencari sosok yang bisa jadi panutan dan meredakan rasa haus Anda akan dunia desain. Lihat saja dosen, mentor, senior, atau teman Anda yang punya pengalaman lebih, baik dari segi keberhasilan atau kegagalannya. Jangan pernah malu untuk bertanya sebab itu akan sangat membantu untuk belajar lebih cepat dan menghindari kesalahan umum yang sering terjadi di industri ini.

Dunia Desain Sangat Menjanjikan, Jika Anda Ada di Jalur yang Tepat

Consider yourself lucky. Brand and visuals have never been as important in the past as it is today. Dengan begitu pesatnya perkembangan teknologi dan pasar global, hampir seluruh badan usaha merasakan pentingnya mendapat perhatian di berbagai medium, baik online ataupun offline.

Dunia business intelligence dan seni semakin menyatu. Mereka saling membutuhkan untuk mencapai kesuksesan yang sempurna. Misalnya, data pengguna dalam sebuah website, seperti demographic, behaviour, dan interest, harus jelas dan diketahui oleh seorang website designer. Tujuannya supaya sang perancang dapat menyesuaikan user experience design yang baik bagi pengguna akhir website tersebut. Coba bayangkan jika tidak ada koordinasi di antara keduanya. Tampilan situs bisa terlihat membosankan dan tidak menarik bagi pangsa pasarnya.

Kini sebagian besar perusahaan dan organisasi di negara maju dan berkembang lebih mementingkan brand, image, dan desain produk mereka. Semakin banyak pula perusahaan yang mulai membentuk in-house creative team demi mempermudah koordinasi dan pekerjaannya. Jadi, ketika melamar pekerjaan, penting bagi Anda untuk mengetahui bidang dan fokus perusahaan yang Anda tuju. Sebab karya desain akan lebih berharga dan dinilai jika berada di bawah perusahaan yang memang fokus pada desain.

Investasi dan Dembangkan Diri

Semakin lama terjun di dunia desain, Anda akan semakin tahu apa hal yang Anda suka dan tidak suka pada industri ini. Fokus pada hal yang Anda sukai dan mulai kembangkan diri. Investasikan ilmu tambahan yang bisa mendukung pekerjaan di masa depan. Misalnya, Anda ingin membuka usaha di bidang desain, cobalah perluas ilmu di bidang bisnis, keuangan, atau manajemen. Tapi jika Anda lebih suka jadi pengajar, tambahan ilmu di bidang pendidikan, public speaking, atau psikologi mungkin akan sangat membantu. Apa pun yang Anda tuju, sebaiknya mulai bekali diri dengan pengetahuan dan skill yang dapat mendukung di masa depan.

Nah, jika kita lihat dari perspektif di atas, apa Anda setuju kalau masa depan di bidang desain sangat menjanjikan? Tantangan terbesar yang harus Anda hadapi adalah mengenal diri sendiri, memiliki tekad, dan perencanaan yang baik. Jika berhasil melakukannya dengan tekun dan serius, Anda bisa membuktikan kesuksesan di dunia desain pada orang tua. Mungkin dengan begitu mereka tidak lagi memandang desain sebelah mata, dan justru jadi bangga pada Anda.

Penting untuk Anda ingat, sama seperti bidang pekerjaan lainnya, usaha di bidang desain juga perlu ditopang dengan ilmu lainnya. Dari pengalaman kerja di bidang desain, saya dapat banyak kesempatan untuk mempelajari bidang ilmu lain yang akhirnya memengaruhi usaha saya. Saya merasa sangat berterima kasih dan beruntung karena bisa sekarang bekerja sama dengan brand-brand besar di Australia yang punya apresiasi terhadap desain dalam kesuksesan usaha mereka.

 

 

Alvin Hermanto
Principal Relab Studios (digital design agency, Melbourne)
Inisiator Spektrum Podcast (podcast channel berbahasa Indonesia yang membahas mengenai dunia desain untuk komunitas masyarakat Indonesia di Melbourne, tersedia di iTunes dan Soundcloud)

e: [email protected]
Instagram: @relabstudios | @spektrumpodcast