Do you hear the people sing? Singing a song of angry men?
It is the music of a people. Who will not be slaves again!
When the beating of your heart, echoes the beating of the drums.
There is a life about to start when tomorrow comes!”
Do you hear the people sing?, Les Mesrables Cast

 

“When we long for life without difficulties, remind us that oaks grow strong in contrary winds and diamonds are made under pressure”
Peter Marshall, American TV Host

 

Melbourne sebagai salah satu kota terbaik di dunia selalu memberikan inspirasi dan menyuguhkan atraksi kelas dunia. Banyak insan dari berbagai penjuru dunia berusaha untuk mengambil porsi sebagai performer ataupun audience. Hal ini tidak hanya terjadi di dunia seni atau panggung hiburan. Serupa terjadi di industri-industri lain yang melihat Melbourne sebagai kota yang memberikan harapan untuk pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek dan panjang. Dalam rekap jejak selama beberapa dekade terakhir, Melbourne mampu mentransformasi menjadi kota bertaraf internasional dengan kekuatan ekonomi positif serta pertumbuhan populasi yang terukur dengan ditunjang oleh infrastruktur publik dan sarana publik bertaraf internasional.

Transformasi Melbourne yang menjadi tempat tujuan utama bagi pelaku bisnis dan para scholar, merubah wajah Melbourne dengan arsitektur-arsitektur bangunan gaya Modern Contemporary Asian Culture. Emporium Melbourne yang merupakan salah satu produk terakhir pembangunan fisik di Melbourne, memberikan nuansa berbeda jika dibandingkan dengan gedung-gedung di Melbourne CBD pada umumnya.

Emporium Melbourne menyajikan shopping centre dengan kelas dunia yang condong pada Asian Approach. Emprorium akan mengingatkan tempat serupa di Hong Kong, Singapura, Jakarta, Tokyo dan berbagai kota besar di Asia pada umumnya. Tempat perbelanjaan yang berskala besar dengan toko yang menyajikan berbagai kebutuhan hidup sehari-hari dalam satu tempat. Hal ini sedikit demi sedikit merubah gaya kehidupan di Melbourne yang memiliki keunikan pada setiap lorong jalan (laneways) sehingga berbeda dengan kota-kota lainnya. Keunikan tersebut mulai bergeser sejalan dengan perubahan waktu dan pertumbuhan komposisi populasi Melbourne pada saat ini.

Perubahan ini tidak dapat dihindari guna menopang pertumbuhan ekonomi secara umum. Melbourne tidak akan mampu menghentikan arus masuk migrant yang hendak bermukim dan menikmati segala kebaikan dari Melbourne. Dengan net migrant berkisar 1,200 jiwa per minggu, Melbourne akan menjadi kota terbesar di Australia dalam waktu dekat. Serta arus masuk investasi di Melbourne yang besar, akan merubah wajah Melbourne lebih jauh dengan gedung-gedung pencakar langit di berbagai penjuru Melbourne CBD dari Fisherman Bend (Docklands) sampai Carlton melalui mega proyek yang akan mampu menampung peningkatan populasi tersebut.

Tetapi pemerintah lokal tetap berpedoman pada tingkat pertumbuhan terukur sejalan dengan pertumbuhan infrastruktur yang ada guna mempertahankan kredibilitas tingat kualitas hidup secara umum dari sarana transportasi, kesehatan dan pendidikan sehingga pertumbuhan penduduk (populasi) tidak sebanding dengan tingkat pertumbuhan ketersediaan properti pada saat ini. Hal ini akan mengakibatkan pertumbuhan tingkat harga properti yang terus meningkat lebih cepat dari pada tingkat pertumbuhan pendapatan masyarakat secara umum.

Implikasi dari kondisi ini mengakibatkan daya kemampuan masyarakat lokal untuk memiliki hunian berkurang sehingga mereka akan tetap harus menyewa sebagai tempat tinggal. Berdasarkan laporan kuartalan kedua tahun 2014, menunjukan tingkat pertumbuhan biaya sewa yang cukup tinggi di beberapa suburb pada kisaran 3% sampai 5%. Dengan rata-rata biaya sewa pada saat ini sebesar $390 – $400 per minggu, maka kalkulasi pertumbuhan harga rental yang ada dengan asumsi ceteris paribus harga rental dalam waktu 10 tahun ke depan akan mencapai $600 per minggu. Hal ini akan membuat cepat atau lambat Melbourne memiliki tingkat sewa yang tinggi seperti pada umumnya kota-kota besar London, New York, Tokyo, Hong Kong Singapura. Dimana mayoritas masyarakat yang harus menyewa harus menyisihkan 30% sampat 40% pendapatan mereka untuk biaya tempat tinggal. Dan juga ditambah dengan pengurangan daya kemampuan untuk membeli properti yang terus meningkat sehingga masyarakat semakin termarginalisasi akan adanya kondisi ini ke daerah-daerah yang lebih jauh dari pusat bisnis, pendidikan dan kesehatan. Hal di atas merupakan sebuah kondisi umum yang terjadi pada saat ini serta ekspektasi di masa yang akan datang apabila kondisi ini terus bertahan.

Melbourne berdasarkan catatan-catatan para analis investasi dan ekonom, mulai menjadi salah satu tujuan investasi global. Dengan masuknya Melbourne ke dalam percaturan investasi global, dapat diprediksikan bahwa Melbourne – the wanna be city of London merupakan tempat yang baik untuk berinvestasi dan hidup. Melbourne memiliki aspek-aspek seperti di London dan New York beberapa dekade sebelum dimana masyarakat kota tersebut pada umumnya yang tinggal di inner-city merupakan penyewa secara umum. Dengan komposisi penduduk yang berumur pada tingkat produktif (24 tahun hingga 50 tahun) serta trend untuk tinggal di pusat segala fasilitas tetapi tidak memiliki kemampuan untuk membeli properti secara langsung merupakan gejala sama yang sedang terjadi di Melbourne pada saat ini. Hal ini akan memberikan kesempatan tersediri bagi para investor yang hendak berinvestasi dalam jangka panjang untuk memiliki properti dengan prospek pertumbuhan seperti di kota-kota besar dunia pada umumnya.

Seperti judul artikel ini mengatakan “Do you hear the people sing?” yang merupakan sebuah tag dalam film atau pertunjukan musikal “Les Mesrables” merupakan sebuah sintesis kondisi masyarakat pada saat ini yang mulai merasakan tekanan-tekanan ekonomi dengan peningkatan biaya hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan tingkat pendapatan serta kebijakan baru pemerintah terhadap tingkat basic living support yang lebih rendah sehingga memaksa secara langsung bagi masyarakat untuk bekerja lebih keras dan bangun dari keterlenaan fasilitas dari pemerintah. Dalam jangka pendek hal ini akan menjadi beban dalam ekonomi, tetapi guna mempertahankan pertumbuhan positif dan menghindari kondisi-kondisi yang tidak diinginkan seperti pada Global Financial Crisis, maka pil pahit ini harus diminum oleh masyarakat guna kebaikan masa depan dengan harapan akan meningkatkan daya kemampuan masyarakat untuk memiliki tempat tinggal mereka sendiri serta independensi finansial.

Dalam kondisi tekanan temperatur yang cukup rendah pada saat ini, bukan berarti kita harus merasa tertekan dan tidak berbuat apa-apa, sebaliknya pada saat ini merupakan saat yang baik untuk mempersiapkan langkah-langkap investasi yang dapat digunakan pada saat kesempatan tersebut datang.

Alain M Warisadi,
CEA (REIV), CA (MFAA), TAA, CIT (M), CPS (RE), Dipl FMBM, B. Ec (Fin)
Property Writer/ Property Consultant
Finance Consultant (Mortgage Broker)
Finance Management & Investment Management Lecturer
(e.) [email protected]

[alert color=”8AA6C2″ icon=”9888″]Informasi di atas adalah panduan dan gambaran umum dalam bidang investasi properti, dan tidak untuk digunakan secara generalisasi. Xynergy Realty Group memberikan konsultasi individual untuk wealth creation strategy, property investment, property management dan home/ commercial loan yang khusus didedikasikan bagi calon investor dan pembeli properti. [/alert]

[alert color=”086BFF” icon=”59141″]Don’t be regular dalam menganalisa oportunitas investasi Anda dengan berpedoman pada alat-alat investasi yang terukur. Kami, Xynergy Realty Group, dapat membantu dalam memberikan pilihan-pilihan investasi properti yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan Anda berdasarkan data dan informasi yang akurat. Hubungi kami di 1300 884 168 untuk konsultasi atau informasi lebih lanjut.[/alert]