Pertengahan Oktober silam, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne mengadakan pertemuan anggota yang ke-2 di tahun 2015. Acara tersebut sekaligus dijalankan untuk mengucap salam perpisahan untuk mantan Ketua DWP KJRI Melbourne Dwara Purwani.

Pemberian kenang-kenangan untuk mantan Ketua DWP Dwara Purwani (kiri) oleh pengurus DWP baru; Yohana Umbara (Ketua, tengah) dan Khoir Nihayah (Bendahara, kanan)
Pemberian kenang-kenangan untuk mantan Ketua DWP Dwara Purwani (kiri) oleh pengurus DWP baru; Yohana Umbara (Ketua, tengah) dan Khoir Nihayah (Bendahara, kanan)

Acara dimulai dengan kata sambutan dari Ketua DWP yang baru, Yohana Umbara, dan dilanjutkan oleh Konsul Jenderal RI untuk wilayah Victoria dan Tasmania Dewi Savitri Wahab yang menghimbau agar anggota DWP dapat bekerjasama membangun bangsa sebagai mitra pemerintah. Hal ini diamini istri dari Konsul Protokol dan Kekonsuleran Umbara Setiawan. Yohana mengatakan pihaknya ingin meningkatkan kegiatan-kegiatan DWP yang dapat mendukung fungsi konsulat Indonesia sehingga dapat dibawa keluar dan bukan hanya di lingkungan masyarakat Indonesia saja. Kendati demikian, Yohana ingin program kerja-nya dimulai dari dalam organisasi terlebih dahulu.

“Sementara ini karena baru serah terima jabatan, saya berfokus internal untuk menghidupkan kembali ‘mesin-mesin’ organisasi DWP. Memang karena sudah di akhir tahun juga, kebetulan kami juga harus menyusun program di tahun depan. Jadi untuk kedepannya itu lebih mengutamakan pemberdayaan perempuan yang ada di Melbourne,” paparnya kepada BUSET. Serah terima jabatan Ketua DWP telah dilangsungkan secara resmi pada 8 Oktober 2015.

Pada kesempatan yang sama, Dwara Purwani yang menjabat sebagai Ketua DWP KJRI Melbourne selama satu tahun terakhir menyampaikan salam perpisahannya di hadapan para pengurus dan anggota yang hadir di Ruang Bhinneka KJRI Melbourne siang itu. Dwara akan kembali ke Tanah Air Desember mendatang karena masa tugas sang suami sebagai konsul di Benua Kangguru ini telah usai.

“Yang paling berkesan itu bahwa saya bisa berkenalan dengan orang-orang baru disini ya, terutama orang-orang Indonesia-nya. Wanita-wanita Indonesia di sini itu menurut saya semuanya hebat-hebat dan punya keunikan tersendiri. Tapi yang paling jelas adalah penerimaan mereka terhadap saya. Karena setiap saya mengadakan acara di sini, mereka dengan antusias mau membantu, mau mendukung,” ujarnya terharu.

Dwara pun berharap agar wanita Indonesia dalam DWP dapat terus bekerjasama untuk menjadi lebih maju lagi.

Untuk menghangatkan suasana dan lebih mempererat tali silaturahmi, pertemuan ke-dua DWP mengadakan mini bazaar makanan dan pakaian tradisional serta menyiapkan makan siang untuk para anggotanya. Sekitar 50 orang hadir siang itu untuk berpartisipasi dan memberi dukungan kepada Dharma Wanita Persatuan KJRI Melbourne. Keseluruhan acara berjalan dengan suasana kekeluargaan dan menyenangkan.

Bazaar batik
Bazaar batik
Foto bersama
Foto bersama

 

Apa Kata Mereka tentang DWP KJRI Melbourne

Syahisti Abdurrachman | Penyiar Radio Kita
Syahisti Abdurrachman | Penyiar Radio Kita

“Yang paling berkesan adalah adanya hubungan langsung dengan perwakilan Republik Indonesia. Memang sejak konsulat dibuka di Melbourne puluhan tahun lalu, saya sudah diajak bergabung dengan Dharma Wanita. Dan kami banyak saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Saya juga sering diminta untuk demonstrasi memasak, merangkai bunga dan lainnya. Hubungan antara ibu-ibu Indonesia itu seperti ada di rumah, kerasan, sekaligus senang bertemu orang-orang baru.”

 

Khoir Nihayah | Bendahara DWP KJRI Melbourne
Khoir Nihayah | Bendahara DWP KJRI Melbourne

“Yang sudah didapatkan dari DWP adalah kita dilatih kemandirian, sebab kita jauh dari orangtua, jauh dari saudara. Di sini kebetulan pos DWP yang kedua, sebelumnya yang pertama di Port Moresby, Papua New Guinea, banyak perbedaan jadinya. Yang di sana kita tidak bisa kemana-mana, kebalikannya dengan di sini. DWP juga ada bidang pendidikan, jadi kita bisa mengajarkan anak. Pas di Moresby saya mengajarkan Bahasa Perancis kepada anak-anak home staff, sama WNI-WNI di sana.”

 

Meryl Suaidy | Pengurus DWP
Meryl Suaidy | Pengurus DWP

“DWP sih sebenarnya ajang kumpul-kumpul ibu-ibu Indonesia di Melbourne, jadi kita saling kenal sama ibu-ibu di sini. Setiap acara DWP tuh kadang-kadang ada penyuluhan tentang kewanitaan, kemarin tentang cervical cancer, kemarinnya lagi ada acara merangkai bunga, jadi mungkin sekitar masalah-masalah kewanitaan, kita juga saling bertukar pikiran antara ibu-ibu.”

 

sasha