Sejak 4 Juli 2015, Kabinet Aktivis yang tadinya dipimpin Ahmad Almaududy Amri diganti oleh Kabinet Cemerlang yang kini dipimpin Mutiasari Mubyl Handaling. Terpilihnya Mutia, sapaan akrab beliau, sebagai Ketua PPIA Pusat 2015/16 mengakhiri acara Kongres PPIA yang berlangsung dari tanggal 3 – 4 Juli 2015 di RMIT University, Melbourne.

Kongres PPIA merupakan acara tertinggi dalam kegiatan PPIA Pusat dan merupakan titik regenerasi kepimpinan dengan pergantian Ketua Umum PPIA Pusat. Salah satu segmen Kongres PPIA adalah acara talks bersama Nadjib Riphat Kesoema, Duta Besar RI ke Australia; Bahlil Lahadalia, Ketua HIPMI 2015-18 dan Murli Thadani, Chairman Australia-Indonesia Business Council di Victoria sebagai narasumber. Ketiga narasumber, walau dari latar belakang yang berbeda, setuju bahwa anak-anak muda merupakan aset paling berharga yang dimiliki oleh sebuah negara karena merekalah penerus bangsa.

Sesuai dengan tema talks, yaitu “Revitalisasi Peran Pemuda sebagai Wujud Kontribusi dalam Berkarya bagi Bangsa Indonesia”, ketiga narasumber menekankan pentingnya muda-mudi Indonesia untuk berkontribusi kepada Tanah Air kelak. Berkontribusi bisa melalui berbagai hal – dari membangun Tanah Air dengan cara menjadi pengusaha, jalur yang dianjurkan Bahlil untuk menjaga kedaulatan Indonesia, atau bisa “berprestasi di negeri tetangga untuk mengharumkan nama Indonesia”, tutur Nadjib. Dubes Nadjib juga menambahkan walaupun ada 17.900 pelajar Indonesia yang bermukim di Australia, pelajar Indonesia dikenal sebagai “mahasiswa yang santun dan tidak pernah membuat keramaian”.

Acara talks yang berlangsung pada Jumat, 3 Juli lalu ditutup dengan diskusi panel dengan panelis Murli Thadani dan Bahlil yang berdiskusi mengenai pentingnya peran pemuda Indonesia dalam membangun Tanah Air.

Selain talks, rangkaian agenda Kongres PPIA juga meliputi serah-terima apresiasi kepada cabang, ranting, individu dan program kerja terbaik untuk memotivasi perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) di berbagai tingkat.

Dilangsungkan keesokan harinya di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, penghargaan Kongres PPIA dalam kategori cabang terbaik jatuh kepada PPIA Victoria dan PPIA New South Wales di posisi kedua. PPIA Melbourne University dan Monash University memenangkan penghargaan sebagai ranting terbaik pertama dan kedua.

Sedangkan untuk kategori program acara, Australia Indonesia Business Forum oleh PPIA Monash University berhasil memenangkan penghargaan sebagai acara pendidikan terbaik, dan Indonesian Film Festival (IFF) garapan PPIA Melbourne University memenangkan penghargaan kategori seni dan budaya terbaik.

PPIA Victoria kembali memenangkan penghargaan program acara bertemakan seni dan budaya terbaik dalam kategori cabang untuk Panggung Merdeka.

Sebagai penutup, Kongres PPIA 2015 menggelar social dinner bertempat di lokasi yang sama. Acara ini diramaikan oleh pelajar internasional dan pelajar ASEAN di Victoria.

 

[alert color=”5DC26B” icon=”9881″]PPIA Victoria ingin mengucapkan terimakasih kepada RMIT University, Konsulat Jenderal dan Kedutaan Besar RI, Ketua dan para anggota HIPMI yang turut datang ke acara Kongres, Mr. Murli Thadani dan para sponsor yang turut membantu dalam mewujudkan Kongres 2015. Segenap komite PPIA Victoria juga ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya Mutiasari Handaling sebagai Ketua PPIA Pusat 2015/16 dan Kabinet Cemerlangnya. Semoga anggota PPIA Cemerlang dapat melaksanakan tugasnya dengan baik selama satu tahun ke depan.[/alert]

 

ppia vic