Aktor Dion Wiyoko terbang ke Melbourne untuk menghadiri konferensi pers Indonesian Film Festival (IFF) yang digelar di The Cube, gedung Australian Centre for the Moving Image (ACMI) pada 5 April 2019.

Mengenakan kaos putih dibalut jaket bomber biru tua, artis kelahiran Surabaya tersebut memasuki ruangan dan menyapa dengan ramah awak media yang telah siap melakukan wawancara dengan pemeran utama film Terbang: Menembus Langit itu.

Rilis 19 April 2018, Terbang: Menembus Langit mengisahkan tentang kehidupan Onggy Hianata, pria keturunan Tionghoa yang hidup dalam keluarga miskin dan perjalanannya meniti karier hingga kini menjadi seorang motivator dan pemimpin pemasaran jaringan internasional.

Bermula dari pertemuannya dengan sutradara Fajar Nugros, Dion akhirnya setuju untuk tergabung dalam film itu setelah mendengarkan kisah hidup Onggy. Ia mengatakan hampir tidak percaya bahwa ada orang yang dapat melalui segala tantangan hidup seberat itu setelah membaca skenario filmnya.

“Banyak sekali yang bisa saya pelajari dari karakter Onggy. Lucunya, ketika pertama kali baca skenario film ini, saking tidak percayanya, saya sampai nanya ke beliau, “Pak, ini benar tidak sih? Pengalaman hidup bapak ini benar terjadi atau tidak?” ungkapnya antusias.

“Banyak sekali pengalaman hidupnya from zero to hero, bagaimana dia bisa menghadapi pengalaman ditipu orang berkali-kali, sampai akhirnya dia bankrut, berjuang dari nol lagi, lalu bahkan turun lagi ketika kehidupannya sudah cukup baik.”

Ternyata bukan hanya kisah hidup Onggy yang diceritakan dalam Terbang: Menembus Langit. Aktor yang memulai kariernya sebagai model tersebut mengatakan bahwa film berdurasi dua jam ini juga mencerminkan lanskap sosial masyarakat Indonesia 20 tahun lalu yang lebih harmonis dibandingkan dengan sekarang yang menurutnya sudah berkelompok.

“Sebenarnya Mas Fajar mau menonjolkan sebuah pesan dari film ini yaitu bahwa Indonesia saat ini sudah melupakan keberagaman yang sudah ada dari berpuluh-puluh tahun sebelumnya–tentang kebhinekaan, keberagaman dan bagaimana toleransi beragama 10-20 tahun lalu saat kita tidak mempermasalahkan agama. Tidak ada sensitivitas itu.”

Bukan Asal Jepret

Terlepas dari film terbarunya, sulit untuk tidak memperhatikan foto-foto pemandangan dan orang-orang yang sedang beraktivitas yang memenuhi feed Instagram @dionwiyoko. Teknik pengambilan gambar serta konsistensi warna foto yang terpampang elok di akunnya menyerukan ketertarikan pria berumur 34 tahun tersebut pada fotografi – passion yang ia temukan delapan tahun lalu setelah membuat akun Instagram.

Bermula dari hobi posting, ketertarikan ini cepat berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius dalam diri Dion. Kini, pria yang juga memiliki bisnis restoran casual dining O! Fish di Kelapa Gading Jakarta tersebut sudah mendapatkan sponsor untuk mendukung hobinya mengambil gambar.

Dion merasa senang karena hobi baru ini dapat mendorongnya keluar dari zona nyamannya dalam dunia akting.

“Memang dari fotografi ini saya mendapatkan passion baru selain akting. Banyak pengalaman, belajar baru lagi dengan teman-teman berbeda di luar dunia entertainment,” ungkap nominasi Best Supporting Actor Piala Citra 2017 tersebut.

“Belajar sesuatu hal yang baru itu harus keluar dari zona nyaman lain dan harus mau mencoba apa sih yang bisa kita maksimalkan dalam hal yang baru ini. Sampai akhirnya sekarang dibilang profesional pun juga belum sampai 100% profesional tapi sekarang intinya membuat karya yang baik saja,” paparnya.

Bicara keluar dari zona nyaman, pria yang hobi human interest, street dan landscape photography ini sedang menggali potensi di bidang food photography. Usaha cakery istrinya lah yang mendorong pria lulusan Universitas Atma Jaya ini untuk terjun ke dalam bidang tersebut.

“Aku sebaik mungkin kalau misalnya mencoba hal yang baru aku tidak mau setengah-setengah. Maunya kalau memang suka, mau jalanin, harus yang lebih baik lagi. Kayak food photography, sebenarnya meski awalnya tidak suka, tapi karena kebutuhan ya sudah sekalian belajar saja.”

“Saya dulu mulai belajar tentang apa sih yang perlu, styling-nya seperti apa, akhirnya masalah passion sama dunia kuliner yang saya dan istri jalani bisa di connect. Syukur-syukur sih kami dapat apresiasi yang baik dari teman dan lain-lain.”

Dalam perjalanan hidupnya, pria yang mengidolakan aktor Denzel Washington ini melihat kedua orangtuanya sebagai tokoh inspirasi. “Kalau dalam hubungan dekat saya terinspirasi sama orangtua, bagaimana pun baik buruknya perjalanan hidup orangtua pasti kita punya banyak inspirasi dari mereka,” tutupnya.

SHARE
Previous articleDari Hobi Menjadi Bisnis
Next articleHello Sydney!