BUSET ICCA

Halo teman-teman semua, jumpa lagi bersama saya, Enos, di kolom ICCA. Kali ini ayuk kita ngobrol-ngobrol mengenai busana. Waktu kata ‘busana’ disebut, apa yang ada di benak kalian? Bisa macam-macam yah, dari yang kelihatannya biasa saja sampai yang super kompleks mungkin

Nah kali ini kita santai dulu dengan teman kita yang sudah tidak asing lagi di Melbourne, dialah Ganda Marpaung atau akrab dipanggil Abang Ganda. Abang Ganda gemar merancang busana, khususnya pakaian tradisional Indonesia. Mari kita sama-sama simak bagaimana busana bisa ikut berperan dalam mempertunjukkan kekayaan Bangsa Indonesia di Australia.

Siapakah Ganda secara singkat?

ICCA - GANDASaya Ganda Marpaung. Orang Batak, anak pertama dari empat bersaudara. Saya sudah tinggal di Australia selama 21 tahun. Sewaktu di Indonesia saya pernah tinggal Jakarta, Riau, Lampung, Semarang dan Bandung. Hobi saya musik, film dan kuliner.

Sekarang berprofesi sebagai apa?

Kerja di Sofitel Melbourne on Collins sebagai Event Manager.

BUSET ICCA - BUSANA by GANDAApa yang membuatmu tertarik untuk menjadi perancang pakaian tradisional?

Saya percaya bahwa kebudayaan Indonesia itu kaya, indah dan unik. Kalau kita gali lagi, there is something beautiful will come out from that.

Saya juga percaya itu! Apa saja yang perlu diketahui untuk bisa merancang?

Baju yang saya rancang adalah baju yang dipakai untuk menari dan untuk parade, jadi tergantung tema dari acara itu sendiri. Dan biasanya saya pelajari dulu bentuk asli dari baju itu sendiri sebelum saya rombak menjadi sesuatu yang lebih mewah dan glamour.

Bagaimana cara merawat koleksi pakaian tersebut?

Sering diangin – anginkan, stored di dry area dan aku tidak memperbolehkan pemakai untuk spray perfume karena chemical dari perfume bisa merusak bahan merusak warna dari baju tersebut.

Apa yang menjadi inspirasi atau referensi dalam mendesain?

Tema itu yang paling utama. Aku ngak ada sih tapi banyak yang bilang kostum aku mirip rancangan Guruh Soekarnoputra.

ICCA - BUSANA by GANDAPernah membuatkan pakaian untuk siapa saja?

Sudah banyak yang sudah saya buat. Saya mulai di tahun 2004 ketika saya mendirikan grup tari Nauli Dancer. Projek saya untuk event seperti Festival Indonesia, Wonderful Indonesia, Kabayan Get Merried dan Celebration of Indonesia (tahun lalu). Juga untuk acara lokal yang diselenggarakan oleh pemerintah Australia seperti Moomba Parade, Pako Festa Parade di Geelong dan other local government events.

Wah asyik juga yah, ada upcoming project?

Mas Enos kan baru approach saya untuk Celebration of Indonesia di tahun ini. Saya juga baru saja selesai membuat kostum untuk tiga acara yang berdekatan, Bona Taon Punguan Batak, South East Asia Festival dan Moomba Parade.

Menurut Ganda, apa bisa hidup dari merancang busana?

Bisa saja sih. Baju yang saya tekuni bukanlah pakaian yang dipakai sehari – hari, jadi bukan untuk dijual. Kebanyakan untuk disewa atau dipakai untuk show. Bisa menghasilkan dengan buka penyewaan baju dan banyak ikut di stage show.

Nah teman-teman, walaupun sudah lama tinggal di Australia, tapi apa yang dibuat Ganda telah menjadi bukti bahwa masih ada orang-orang di luar negeri yang sangat peduli dengan bangsanya. Dalam obrolan singkat kami, si abang juga sempat menyampaikan bahwa ini dilakukan karena kecintaannya terhadap bidang ini.

Sampai ketemu lagi di edisi berikutnya!

 

Salam kreatif,

Enos