Satu dasawarsa telah berlalu sejak masyarakat global, khususnya di Amerika Serikat, terkena dampak Global Financial Crisis (GFC). Krisis keuangan ini disebabkan oleh hilangnya kepercayaan investor dari likuiditas keuangan perbankan yang disebabkan oleh tingginya tingkat non-performance debt mortgage di AS yang menyebabkan krisis likuiditas. Hal ini berujung pada keputusan Bank Sentral Amerika untuk mengintervensi pasar melalui penambahan uang beredar yang sangat besar di pasar finansial. Hal ini berakibat banyak para pemilik rumah yang terlilit hutang karena mereka tidak mampu melunasi atau mencicil pembayaran hutang karena perubahan kondisi finansial dan pasar secara mendadak.

Jatuhnya Lehman Brothers di September 2008, menandai fase kedua GFC yang kemudian membawa dampak global. Pemerintahan Australia di bawah Kevin Rudd saat itu mengajukan rancangan stimulan untuk menetralisir keadaan dengan memberikan imbalan tunai bagi para pembayar pajak; memberikan dana lebih untuk proyek infrastruktur berjangka panjang; menggaransi deposito bank, dan penghibahan dana kepada para pensiunan, perawat dan keluarga. Pada bulan Desember 2008, nilai First Home Buyer’s Grant naik dua kali lipat bagi rumah yang sudah terbangun menjadi $14,000 dan tiga kali lipat untuk rumah yang masih dalam tahap perencanaan menjadi $21,000.

Meskipun dampak GFC di Australia tidak membawa penurunan ekonomi yang terlalu parah, namun situasi perlambatan ekonomi secara signifikan ditandai dengan naiknya tingkat pengangguran. Reserve Bank of Australia (RBA) juga menurunkan nilai suku bunga dari 7% di bulan September 2008, menjadi 4.25% di akhir tahun itu.

Berikut adalah khilasan situasi industri properti Australia di 10 tahun terakhir:

2009 – 2010 

  • Keadaan ekonomi Australia kembali pulih dalam waktu relatif singkat dikarenakan kebijakan-kebijakan efektif yang dijalankan oleh pemerintah.
  • Nilai median rumah naik sebanyak 10% dikarenakan suku bunga yang rendah.
  • Total Gross Domestic Product (GDP) Australia di akhir tahun 2012 mencapai $1.49 bilyun dolar, yakni 3.3 kali lebih besar dari ukuran ekonomi Australia. Sedangan pada saat yang sama, dana pensiun Australia hanya tercatat sebesar $1.4 bilyun dolar.

2013 – 2014 

  • Dana Moneter Internasional (IMF) melaporkan bahwa tren perkembangan ekonomi di Australia adalah positif dan stabilitas tetap terjaga.
  • Banyaknya permintaan akan rumah dari para pembeli lokal dan investor asing menjadikan industri properti sebagai salah satu kontributor terbesar di ekonomi Australia, dengan penghasilan sebanyak $106.8 milyar.
  • Hal ini berujung pada harga properti terus meningkat, dan berakibat dengan banyaknya orang yang harus menunda pembelian rumah pertama mereka.
  • Perdebatan akan peranan investor asing yang mempersulit keadaan pembeli rumah pertama semakin diperbincangkan. Namun demikian, situasi ini banyak dibantah oleh para pengamat industri yang percaya bahwa investor asing dan pembeli domestik bergerak di pasar dan memiliki kepentingan yang berbeda.

2015 – 2016 

  • Tiongkok menjadi sumber penghasil investasi asing Australia terbesar untuk pertama kalinya dalam sejarah dengan pengeluaran sebanyak $12.4 trilyun dolar di akhir tahun finansial 2015.
  • Pemerintahan Tony Abbott menerapkan kebijakan yang lebih ketat terhadap aktifitas investor asing. Kebijakan tersebut meiliputi biaya aplikasi investor asing sebesar $5,000 untuk pembelian properti di bawah $1 juta dolar, dan $10,000 untuk pembelian di atas $1 juta dolar.

2017 

  • Harga properti di Australia terus meningkat dan semakin banyak orang mengalami kesulitan untuk membeli rumah. Regulasi industri properti terus diperketat dengan keputusan pemerintah untuk menghapus konsensi terhadap pajak properti off-the-plan (OTP) dan hanya akan tersedia bagi pembeli yang akan menempati properti tersebut;
  • Namun, pembeli properti yang berharga sampai $600,000 dikenakan bebas bea dan untuk properti dengan harga hingga $750,000 ditawarkan penghematan secara progresif.
  • Tercatat pada bulan Desember 2017, setiap satu dari tiga suburb di Melbourne mencapai nilai median sebanyak $1 juta dolar.

2018 

  • Meskipun ada perlambatan dalam aktifitas transaksi properti dan setelah periode Natal dan tahun baru yang lalu, pertumbuhan nilai properti Australia terutama di Sydney dan Melbourne masih positif. Dengan tingkat clearance lelang masih tercatat rata-rata 70%. Dan para analis memperkirakan pertumbuhan positif di kedua pasar ini untuk tahun 2018 pada kisaran satu digit dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Investasi properti diprediksi untuk senantiasa diminati oleh orang-orang kebanyakan. Seperti kata Direktur dan co-founder Xynergy Realty, Bruce Oliver,

“An investment property can be depreciated as it gets older. Rates, land taxes, loan interest, and advertising for tenants are just some of the things that can be claimed against your taxable income. With these things in mind, there is a greater potential to make money.”

  • Xynergy Realty merayakan hari ulang tahun yang ke 10.

Dimulai di tahun 2008, dengan hanya bermodalkan $15,000 dari dua founder kami, Bruce Oliver dan Ivan Tandyo; kini Xynergy Realty telah memiliki 3 kantor di Australia dan 4 di Indonesia dengan total portfolio hampir sebanyak 2,000 properti. Berdasarkan pengalaman di 10 tahun terakhir ini, kami memprediksi bahwa industri properti Australia akan senantiasa terus berkembang. Tidak ada kata terlambat atau waktu yang ‘salah’ untuk memulai perjalanan anda dalam berinvestasi properti.

 

***

Xynergy Realty dapat memberikan saran dan advis atas semua pertanyaan Anda di seputaran industri properti. Kami menawarkan servis konsultasi profesional bagi pembeli rumah pertama maupun investor. Hubungan erat kami dengan pengembang-pengembang ternama memperkenankan kami untuk mendapatkan pilihan properti-properti terbaik di Australia, terutama Melbourne.  Serta servis mortgage broking kami dapat membantu Anda untuk mendapatkan dana pinjaman. Mulai dari perencanaan, pengaturan, dan pendapatan pinjaman, kami dapat memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan anda. Bila anda memerlukan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami segera di kantor cabang Xynergy Realty terdekat Anda.

***

 

 

Alain Warisadi,
CEA (REIV), CA (MFAA), TAA, CIT (M), CPS (RE), Dipl FMBM, B. Ec (Fin), FIML.
Property Writer/ Property Consultant
Finance Consultant (Mortgage Broker)
Licensed Estate Agent
Harvard University Scholar
(e.) [email protected] 

Tanya Tjahjosarwono, B.Bus (MKT), M. ADV MKT.
Co-property Writer
Marketing Communications Officer
(e.) [email protected] 

Sumber: Canstar.com.au, Reserve Bank of Australia, ANZ.com, macrobusiness.com.au, Bankwest, ABC News, News.com.au, Australian Financial Review, Domain News.

Informasi di atas adalah panduan dan gambaran umum dalam bidang investasi properti, dan tidak untuk digunakan secara generalisasi. Xynergy Realty memberikan konsultasi individual untuk wealth creation strategy, property investment, property management dan home/ commercial loan yang khusus didedikasikan bagi calon investor dan pembeli properti. Xynergy Realty tidak bekerjasama dalam bentuk apapun dengan perusahan-perusahaan / brand-brand yang disebutkan dalam artikel di atas. Xynergy Realty tidak bertanggung jawab atas kehilangan, kerugian yang pembaca derita dalam bentuk apapun.