Lamb Ribs

Di antara belantara gedung tinggi perkantoran dan apartemen di pusat kota, terselip restoran Indonesia yang sudah berdiri hampir satu dekade, tepatnya sejak 2009, yakni Kedai Satay. Di muka restoran sudah terpampang aneka menu andalan mereka, lengkap dengan tampilan beef ribs, lamb ribs, sate hingga martabak manis yang tampak menggugah selera dan memantik rasa rindu pada masakan Indonesia.

Terpaan aroma bakar sate dan citarasa rempah sampai ke hidung saat masuk ke dalam restoran yang terletak di 186 King Street. Ada atribut kayu dan lukisan bernuansa Bali serta Jawa menyemarakkan kedai yang terasa hangat seperti rumah sendiri. Menjanjikan sebuah kelezatan dan ajang nostalgia.

Ayam Bakar

Hari itu cuaca Melbourne tengah cerah namun berangin kencang, kehadiran menu baru mereka, Soto Daging di atas meja terasa pas. Irisan daging lembut terpadu dengan potongan tomat dan daun bawang, dibalut kuah segar yang masih mengepulkan panas. Tentu tim Buset turut mencicipi menu yang jadi primadona, Iga Kambing (lamb ribs) yang dilumuri bumbu kacang dengan nasi kuning dan sambal balacan serta Ayam Bakar atau tropical grilled chicken yang juga disajikan dengan nasi kuning dan sambal balacan, lengkap dengan lalapan, kerupuk, dan taburan bawang goreng.

Tak lengkap rasanya jika ke Kedai Satay tanpa kehadiran tahu dan tempe. Ya, Tahu Tempe Kremes milik mereka tak cuma gurih tapi juga menyelipkan pedas segar saat mengoles tahu atau tempe pada sambal hijau yang tersaji dalam satu piring.

Kita boleh saja dikepung invasi minuman segar bubble tea di mana-mana. Tapi Indonesia punya varian minuman dingin yang tak kalah menyegarkan. Es Cendol yang masuk dalam jajaran menu baru di Kedai Satay, jadi bukti. Buih santan dan cendol bercampur dengan elemen manis gula aren. Begitu pula dengan Grass Jelly (atau dikenal juga dengan istilah es cincau) yang turut dipadu dengan kuah santan.

Es Cendol

Kesetiaan pada citarasa nusantara dan pengolahan masakan dengan menggunakan bahan-bahan segar tanpa penyedap rasa, tampaknya menjadi kunci mengapa restoran ini begitu akrab diterima publik, tak hanya warga Indonesia. Presentasi masakan yang  bersahaja dan tidak dibuat-buat malah berhasil mengundang selera.

Restoran ini biasanya padat pengunjung  pada jam makan siang (antara pukul 12 hingga 1.30 siang) dan pada jam makan malam (sekitar pukul 6 saat musim dingin, dan pukul 8 saat musim panas). Bahagia menemukan restoran yang bisa mengobati rindu pada rasa nusantara di tengah kota Melbourne. Dan sesungguhnya tak perlu menunggu rindu pada masakan Indonesia untuk menyambangi Kedai Satay yang memang terasa nikmat di lidah.

***

 

 

Kedai Satay

186 King Street, Melbourne 3000

Jam Buka:
Senin – Jumat.  : 11.00 – 21.30
Sabtu – Minggu : 11.30 – 21.30

 

 

 

Deste