Pagi yang amat sangat untuk ukuran Hari Minggu saat janji ketemuan dengan Fatima (bukan nama sesungguhnya) di sebuah kafé. Jam 8 sudah jumpa buat menjelaskan analisa ba zi-nya. Saat di parkiran, terlihat Fatimah sedang asyik membuat daftar pertanyaan di kertas besar ukuran A3.

Saya lihat di kemudinya ada tempelan kertas. Waktu saya tanya itu kertas apa, menurutnya itu adalah daftar goal-nya setiap hari. Ditempel di sana untuk mengingatkannya. Mengetahui hal tersebut, saya komentar kenapa ditempelnya di setir, yang terus berputar-putar. Kenapa tidak ditempelkan di tempat yang solid dan stabil, agar goals nya tidak “muter-muter.”

Singkat cerita, kami pun menikmati santap pagi di kafe sambil saya jelaskan hasil analisa ba zi-nya. Salah satu pertanyaan adalah kapan ia bisa menikah lagi? Sekedar informasi, Fatima adalah seorang single mother dengan dua anak. Kala itu ia sedang merajut tali asmara dengan seorang pria. Jadi ia pun mau tahu apakah ia bisa menikah lagi dan bisa punya anak lagi?

Kalau hanya memerhatikan hasil analisa ba zi, sekarang Fatima sedang memasuki tahun emas, tentu segalanya akan lebih mudah diraih termasuk keinginan buat menikah kembali. Tapi tidak bisa dilupakan juga bahwa masih ada faktor Ren (usaha dan tindakan kita) dan Di (feng shui lokasi dan bangunan dimana kita beraktivitas) yang ikut memengaruhi dan menentukan. Jadi tentunya juga bagaimana situasi dan kondisi faktor Ren dan Di akan menentukan hasil akhirnya.

Pertanyaan soal ‘kapan saya menikah?’, ‘Kapan saya kaya?’ dan aneka ‘kapan’ lainnya memang sering saya dengar. Jawabnya juga tergantung kapan si penanya bertanya. Caranya? Dengan mengetahui, memaksimalkan dan mensinergikan semua faktor (Tian Ren Di) agar semua rencana and keinginannya tercapai.

Kita tidak bisa naïf; hanya karena hasil analisa ba zi berkata demikian, bukan serta merta semua keinginan kita bisa terwujud tanpa kita juga mengetahui dan memaksimalkan faktor Ren dan Di. Itu mengapa sering kita lihat atau jumpai orang yang menurut ramalan (metode apapun) dibilang bisa hoki tapi kenyataannya tidak seindah bunga mawar. Individu yang diprediksikan bisa menikah tapi ternyata tetap sorangan wae. Karena kita melupakan faktor Ren dan Di. Maka ‘apakah atau kapan saya merit’ nya pun tidak terwujud.

Jadi saat kita bertanya kapan kita akan menikah atau lainnya, kita harus tanya juga kediri sendiri, kapan/apakah kita bisa membuat itu menjadi kenyataan?

 

[alert color=”C24000″ icon=”9733″]Feng Shui Bukan Magic[/alert]

Tanya:
Ada satu hal yang ingin saya tanyakan. Begini, Pak, apabila nanti setelah saya pindah atau keluar dari rumah apakah pengaruhnya bisa langsung membaik apa tidak, Pak? Karena saya berencana akan pindah dari rumah orang tua. Terimakasih, Pak.

Jawab:
Dari pengalaman selama ini, pengaruh perubahan (membaik atau memburuk) itu perlu waktu, jadi prosesnya tidak begitu pindah langsung berubah. Bahkan saat kita makan obat saja butuh waktu sampai obatnya diserap tubuh dan efeknya dirasakan. Kendatipun, dalam kasus tertentu, bisa saja perubahannya dirasakan dalam hitungan hari atau seminggu. Tapi yang umum ialah antara beberapa minggu hingga bulan. Tergantung dari kitanya sedang dalam siklus dan tahun hoki atau tidak. Tergantung pula dari sebagaimana maksimalnya faktor Ren kita.

Feng shui berkaitan dengan hukum alam, sesuatu yang alamiah. Bukan proses seperti di film Harry Potter atau kisah The Lord of The Rings, yang bisa simsalabim abracadabra maka semuanya berubah. Kalau ada yang menjanjikan bisa seperti itu prosesnya, maka jelas bukan feng shui, melainkan fengshui-fengshuian atau jubah (ngaku)nya saja feng shui padahal bukan.

 

Suhana Lim
Certified Feng Shui Practitioner
0422 212 567 / [email protected]