Bertepatan dengan hari libur Queen’s Birthday Juni lalu, Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Melbourne berkesempatan mengadakan Talent Day yang bertempat di Point Cook Town Centre. Lokasi mengambil tempat di sekitar food court, sehingga banyak pengunjung yang berlalu lalang. Setiap pengunjung dengan anak kecil yang melewati area acara, dipersilakan duduk bergabung di bagian depan panggung. Sekitar 50-an anak terkumpul dan duduk manis di depan panggung menunggu acara dimulai dan total sekitar seratus orang yang hadir menantikan dimulainya acara.

Tepat tengah hari, pembawa acara Daniel Yen membuka rangkaian acara Talent Day dan mempersilahkan pengunjung mengunjungi meja dengan brosur-brosur yang telah disediakan pihak GRII Melbourne. Tampilan pertama dimulai dengan paduan suara gabungan anak-anak, remaja, pemuda dan dewasa yang dipimpin oleh Maryellen. Paduan suara membawakan lagu True Light – Keith Hampton dengan penuh keceriaan dan gerakan santai, sesuai dengan melodi lagu yang ceria.

Acara kemudian dilanjutkan dengan children ensemble yang terdiri dari 13 anak dan remaja dengan alat musik violin, viola, cello, clarinet, flute, French horn dan keyboard. Perpaduan nada dari tiap alat musik membuat lagu Concerto in D minor, BWV 1059 oleh Johan Sebastian Bach terlantun merdu serta menjadikan setiap orang yang hadir terpana.

Menyusul permainan klasik berdurasi empat menit tersebut, sang pembawa acara mengundang dua anak untuk berpartisipasi ke atas panggung seraya memperagakan keahlian balloon twisting-nya membuat pelangi dari beberapa buah balon warna-warni. Setelah itu penampilan panggung kembali diisi oleh children ensemble, kali ini membawakan Symphony No. 31 in D Major oleh Wolfgang Amadeus Mozart.

Acara berlanjut dengan Story Telling yang dibawakan Rachel Ho. Cerita diambil dari kisah Alkitab “Perumpamaan Domba yang Hilang” dimana ada seorang gembala yang menggembalakan 100 ekor domba. Suatu hari, salah satu domba terpisah dari kumpulannya. Hal itu baru diketahui sang gembala ketika hendak pulang dan menghitung satu persatu dombanya. Mengetahui salah satu dombanya telah hilang, sang gembala pun segera pergi mencari meskipun hari mulai gelap. Ia khawatir sesuatu yang tidak baik dapat terjadi pada si domba yang tersesat, seperti diserang hewan buas atau terjatuh ke dalam jurang. Sang gembala mencari ke tempat-tempat yang mereka lewati dan akhirnya berhasil menemukan domba yang tersesat lalu membawanya kembali ke kandang bersama dengan domba-domba yang lain. Sang gembala mengasihi setiap dombanya dan sangat bahagia sebab dombanya yang hilang telah ditemukan kembali.

Penampilan terakhir merupakan pantomim yang dipersembahkan beberapa mahasiswa dan mahasiswi menceritakan “Perumpamaan Seorang Penabur”, juga diambil dari Alkitab. Gerakan pantomim dimulai dengan penaburan benih tanaman. Sebagian jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu sehingga benih bertumbuh namun tak lama kemudian layu dan kering. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri sehingga benih terhimpit sampai mati. Sebagian benih jatuh di tanah yang baik, berhasil tumbuh dan berbuah. Berbagai jenis tanah ini menggambarkan jenis hati kita. Sikap hati yang tidak mau mendengar ajaran, tidak mau percaya, tidak mau taat, atau semaunya sendiri seperti benih yang jatuh di pinggir jalan, tanah berbatu-batu, atau tanah semak duri. Benih tidak bisa bertumbuh dengan baik dan berbuah. Sedangkan, sikap hati yang mau mendengar didikan, percaya dan taat adalah benih yang jatuh di tanah yang subur, bertumbuh dan berbuah.

Melalui keterlibatan anak-anak dan remaja pada acara Talent Day ini, diharapkan dapat membentuk sikap hati untuk terus menggali dan menggunakan talenta yang Tuhan telah anugerahkan kepada mereka demi kemuliaan-Nya. Setiap keluarga yang terlibat juga belajar mengembangkan dan melatih membagikan iman Kristiani kepada komunitas umum secara bersama-sama.

Tepat pukul satu siang, rangkaian acara ditutup dan setiap anak yang hadir menerima satu balon berbentuk anak domba. Mereka pun menerima balon dengan wajah berseri-seri pertanda gembira.

 

 

grii