Siapa sangka dibalik kesuksesan dari Ivan Tandyo, co-founder Xynergy Realty, salah satu agen properti yang tengah berkembang di Melbourne, adalah cerita masa lalunya saat merintis bisnis pertamanya di industri kuliner sebagai seorang pemilik restoran.

Xynergy Realty yang saat ini mengoperasikan tujuh kantor cabang di Australia dan Indonesia, serta me-manage hampir 2,000 properti di Melbourne sendiri, berada jauh dari impian seorang Ivan yang masih berumur 20 tahun saat itu.

Meskipun usaha pertamanya untuk mengelola bisnis di industri kuliner beberapa kali mengalami likuidasi dan kebangkrutan, tak disangka hal-hal tersebut ternyata membantu Ivan untuk mengembangkan dirinya menjadi seorang pengusaha yang handal dan berpengetahuan saat ini.

“Perjalanan masa kebangkrutan restoran-restoran milik saya dulu merupakan bagian kritis dari proses pembelajaran diri and pelatihan kepiawan berbisnis saya sebagai seorang pengusaha pada saat ini.”

Di masa mudanya, Ivan mengakui bahwa dirinya masih naif dan terlalu agresif untuk mengembangkan bisnis. Namun sangat disayangkan, hal ini justru mengantar Ivan kepada hutang yang terus menumpuk hingga saat dia membuka restoran keduanya di Melbourne Central.

“Saat itu saya masih muda dan tidak sabar untuk segera mengembangkan bisnis saya dalam waktu yang singkat. Tanpa disadari saya menjalankan bisnis restoran-restoran tersebut tanpa memfokuskan diri terhadap proses operasional itu sendiri dan lebih mementingkan hasil.”

Dalam waktu singkat, usaha milik Ivan perlahan memasuki masa pelik, ia bahkan ingat pada suatu hari properti manajer restorannya dengan berat hati mengatakan bahwa Ivan harus menutup usahanya. Sembari tak percaya, Ivan akhirnya tak kuat menahan isak di hadapan properti manajer tersebut, yang kemudian hanya ditanggapi dengan respon “beginilah bisnis.”

“Bisnis saya akhirnya dinyatakan bankrut, saya kehilangan banyak uang dan memiliki hutang disana sini.”

Untuk membantu membangun karir dan hidupnya, Ivan menjual bisnisnya ke sebuah manajemen rumah makan Jepang. Sebagian hasil dari penjualan tersebut dipakai oleh Ivan untuk membayar hutang-hutangnya, dan perjuangan ini memakan waktu sebanyak dua tahun lamanya.

“Meskipun perjalannya amat sangat susah dan penuh tekanan, melihat kembali saat-saat itu, saya sekarang merasa senang dan bersyukur saya dapat melewati masa-masa tersebut. Saya belajar banyak hal.”

“Segala hal yang Anda jalani itu berjalan seiringan dengan besar kecilnya kapasitas seorang individu. Bila Anda menginginkan untuk mengembangkan perusahaan, Anda juga harus mampu mengembangkan kapasitas Anda. Pola pikir yang lebih tajam, mentalitas yang lebih matang, serta keterampilan dan pengertian akan menjalankan sebuah usaha yang lebih dalam sangatlah diperlukan,” ujarnya.

Ivan pada akhirnya menyadari bahwa untuk menjalankan bisnis selanjutnya, ia harus memiliki lebih dari sekedar inisiatif kreatif, tetapi juga tekat kepemimpinan, serta keterampilan dan komitment untuk mengimplementasikan ide-ide tersebut.

Suatu ketika, 10 tahun yang lalu Ivan menyadari adanya ruang bagi para investor dari Asia di industri properti Australia. Namun saat itu tidaklah mudah untuk menjalankan inisiatif ini dikarenakan belum banyak orang yang menjalankan model bisnis seperti ini. Ivan bercita-cita untuk memfasilitasi proses investasi dari investor asing yang berbeda dengan lainnya. Proses yang diinginkan oleh Ivan haruslah mudah bagi para investor tersebut, dimana mereka tidak perlu khawatir atas perkara apappun. Hal ini termasuk dalam transaksi jual beli, maupun merawat investasi properti tersebut.

Untuk meraih kesempatan ini, Ivan bermitra dengan Bruce Oliver. Bersama mereka mendirikan Xynergy Realty, hanya bermodalkan $15,000. “Biasanya sebuah bisnis membutuhkan beberapa ratus ribu dolar, dan kami tidak memiliki itu. Namun sesungguhnya keterbasan ini membantu mendorong kreatifitas kami untuk menghasilkan ide-ide berbisnis yang lebih efisien,” kata Ivan.

Ia mengatakan bahwa aset manajemen Xynergy Realty saat ini sudah hampir mendekati satu milyar dolar secara keseluruhan.

Pengalaman Ivan mengajari kita bahwa modal atau kapital tidak mendasari tingkat kesuksesan Anda. Kemudian, kegagalan sekali lagi dapat dibuktikan sebagai pangkal kesuksesan.

***

Berikut adalah tiga tips andalan Ivan bagi Anda yang tengah memikirkan untuk memulai sebuah bisnis:

  • Carilah Mitra Bisnis

Memiliki seorang mitra bisnis adalah satu keuntungan yang besar, mereka dapat melengkapi kelemahan dan senantiasa mendukung jalannya usaha tersebut.

  • Selalu Belajar dari Kesalahan

Kesalahan itu layak terjadi namun patut dipelajari. Jangan mengabaikan apa yang telah terjadi di masa lalu, biarlah itu menjadi pengalaman berharga yang akan terus mengingatkan Anda untuk mencegah hal yang sama terulang lagi. Gunakan kesalahan tersebut sebagai panduan untuk memperbaiki praktik perusahaan dan kinerja masa depan.

  • Jangan Mengembangkan Bisnis Anda Terlalu Cepat

Cobalah untuk menghindari kompetisi yang berlebihan. Saat mendirikan usaha yang baru, Anda harus memastikan bahwa fondasi usaha Anda berdiri sekuat mungkin. Proses pembentukan dan perbaikan model usaha Anda layak mendapatkan perhatian dan waktu yang maksimal sebelum bergegas ke tahap selanjutnya.

 

 

 

Alain Warisadi,
CEA (REIV), CA (MFAA), TAA, CIT (M), CPS (RE), Dipl FMBM, B. Ec (Fin)
Property Writer/ Property Consultant
Finance Consultant (Mortgage Broker)
Licensed Estate Agent
Harvard University Scholar
(e.) [email protected] 

Tanya Tjahjosarwono,
B.Bus (MKT), M. ADV MKT.

Co-property Writer
Marketing Communications Officer
(e.) [email protected]

Artikel berdasarkan wawancara dengan Co- founder Xynergy Realty, Ivan Tandyo