Duo penyiar komedi The Dandees yang dikenal lewat Radio Prambors 102.2FM, Jakarta, sempat diundang ke Melbourne untuk menjadi host ‘Soundsekerta 2014’ beberapa waktu silam. Duo yang terdiri dari Imam Hendarto Sukarno (Darto) dan Dimas Danang Suryonegoro (Danang) ini dinilai sukses menghibur penonton dengan lawakan mereka yang ‘garing’ namun menggelitik.

Awal terbentuknya The Dandees

Imam Darto sudah eksis di Prambors selama 10 tahun saat memutuskan untuk bergabung dengan Danang. Ketika itu, Danang yang masih terhitung baru, terpilih masuk sebagai penyiar tetap. “Di saat yang bersamaan, kita harus me-reformasi format. Yang tadinya gue siaran sendiri, harus siaran berdua. Dan tadinya gue mau dipasangin sama yang lebih senior dari dia, jadi kan ada layer-layernya. Sebenarnya di bawah gue masih ada yang lebih senior dari Danang, tapi gue bilang; anak ini aja deh, kayaknya bisa dibego-bego-in nih anak. Akhirnya ya udah, gue pilih dia,” ujar pria yang berusia 32 tahun ini seraya bercanda. Selain itu, ia memilih Danang juga karena ingin lebih fresh, karena sudah lama bekerja di Prambors, jadi ia harus mendapatkan napas baru.

Sementara itu, Danang mengaku dirinya senang dan bangga The Dandees bisa bertahan sampai sekarang. Mereka juga ditawarkan menjadi host untuk acara The Comment yang ditayangkan Net (News and Entertainment Television), sebuah stasiun televisi berjaringan di Indonesia. “Kita dipanggil casting. Pas dipanggil juga kaget, awalnya bukan cuma Net doang yang nawarin, cuma akhirnya kita ke Net dan Alhamdulillah sampai sekarang diundang deh ke Melbourne,” ucap pemuda yang tujuh tahun lebih muda dari pasangan siarannya itu.

Untuk kedepannya, Darto dan Danang mengakui belum ada rencana. “Selama ini nggak pernah bertarget kita harus begini, harus begitu, kita jalani saja apa yang ada di depan mata dan selama ini dari satu pintu, kebuka pintu-pintu yang lain,” kata Darto serius.

The Dandees dan Prambors

The Dandees datang dari ‘Danang-Darto di sore hari’, yang merupakan program siaran Radio Prambors. Kendatipun, Darto menjelaskan, mereka sengaja membentuk Dandees sebagai sebuah brand yang dapat dikembangkan agar tidak terbatas di radio saja. “Kayak kita diundang ke Melbourne ini sebagai duo Dandees, bukan cuma duo penyiar Prambors saja,” tutur Darto. “Warkop dulu kan Dono, Kasino, Indro mulainya juga dari Prambors, tetapi setelah itu mereka terkenal sebagai trio komedian Warkop, terlepas dari Prambors. Walaupun sampai sekarang orang bakal inget mereka mulainya dari sana,” tambahnya.

Saat ditanya apakah hal tersebut menimbulkan masalah dengan pihak Prambors, Danang mengatakan, “Prambors kan kayak sekolah ya, mereka justru support banget kalo kita bisa keluar dan makin jadi lebih lagi. Baiknya Prambors itu gitu, gak pamrih.

The Dandees bahkan menyatakan mereka akan terus menjadi penyiar Prambors selama jadwal masih memungkinkan. Dan meski mereka senang diidentifikasi sebagai duo komedi di luar Prambors, menurut Darto, apapun yang mereka lakukan, seorang penyiar pada akhirnya tetap akan kembali menjadi penyiar. “Katakanlah kita uda capek siaran, ya sudah kita break dulu deh, apa ke TV, film atau apa, ujung-ujungnya pasti ke siaran lagi.”

The Dandees dan Komedi

Sebagai komedian, lelucon yang dilontarkan The Dandees dinilai jarang mengangkat masalah yang berat dan serius. Padahal, menurut Danang, sebenarnya yang mereka bahas itu serius, kelihatannya saja bercanda.

“Ketika kita mau bercanda sesuatu, kita juga mikirin pola-nya. Komedi sebenarnya suatu hal yang serius, karena ada formula-nya, ada setup-nya, ada punchline-nya. Kita serius mikirin timing-nya, efeknya buat orang. Kalau kita punya sebuah materi, biasanya kita sempurnakan. Bila di kesempatan pertama kurang berhasil, di kesempatan kedua kita pendekin deh setup-nya, biar punchline-nya berhasil,” jelas Darto.

Untuk materi candaan, The Dandees mengaku bahwa selain dari mereka sendiri, terkadang ada tim yang membantu mereka. “Kalau di TV, materi ada tim kreatifnya, tapi paling mereka cuma kasih foto, terus kita komentarin. Jadi mereka yang ngasi bahannya, kita yang masak.” Begitu pula di Prambors, ada tim khusus untuk menyokong serta menginspirasi bahan perbincangan yang bisa dipakai.

04 EKSKLUSIF - The Dandees 1

sasha
foto:rr