AIYA atau yang juga dikenal sebagai Australia-Indonesia Youth Assiciation adalah sebuah organisasi non-profit sejenis PPIA (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia), hanya saja organisasi ini bukan hanya dikhususkan untuk pelajar Indonesia saja, melainkan juga pelajar dan warga Australia.

Berdiri sejak tahun 2011, AIYA kini tersebar di bebagai negara bagian Australia seperti Victoria, New South Wales, Queensland, Tasmania, South Australia, Northern Territory dan Australian Capital Territory. Selain di Australia, usut demi usut organisasi yang bertujuan untuk memfasilitasi koneksi people to people ini juga telah mempunyai cabang di beberapa provinsi di Indonesia diantaranya Jakarta dan Yogyakarta dan direncanakan akan merambah ke beberapa provinsi lainnya dalam waktu dekat.

Dalam usaha untuk membangun jaringan, AIYA Victoria mengadakan berbagai acara rutin seperti diskusi politik dan belajar bahasa bersama, atau bisa juga dikatakan pertukaran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia yang diadakan setiap Rabu di RMIT University.

Beberapa waktu yang lalu BUSET berkesempatan menjambangi kegiatan pertemuan internal AIYA yang diselenggarakan di salah satu hotel dekat Melbourne University. Kegiatan bertajuk AIYA KongKow ini dihadiri anggota dari berbagai kota lain serta beberapa wajah baru. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan rasa kesatuan antara anggota AIYA sembari bertukar pengalaman.

Presiden AIYA Victoria Daniel Brooks menjelaskan pada awalnya organisasi ini didirikan untuk orang-orang Australia yang tertarik dengan kebudayaan termasuk Bahasa Indonesia. Namun seiring berjalannya waktu, AIYA memperluas sayapnya dengan berfokus kepada jalinan hubungan antar warga Indonesia dan Australia.

Daniel sendiri merupakan warga negara Australia yang kini tengah menempuh pendidikan lanjutan jurusan Bachelor of Music dan Diploma in Indonesian Studies di The University of Melbourne. Dirinya pun mengaku sudah mulai mempelajari Bahasa Indonesia sejak duduk di bangku SMA. Dan melalui AIYA Daniel telah mendapatkan banyak manfaat terutama untuk memperluas wawasannya akan Indonesia.

Sebagai pemimpin AIYA Victoria, Daniel mengungkapan pentingnya mempunyai tujuan yang jelas dan komite yang solid guna melaksanakan program kerja selama satu tahun kedepan. Hal ini diamini Wakil Presiden AIYA Victoria Ghian Tjandraputra. Dalam kesempatan yang sama Ghian pun sempat membocorkan sedikit mengenai program kerja yang akan diselengarakan pada 2015, antara lain kunjungan ke sekolah-sekolah di Victoria guna mempromosikan budaya dan Bahasa Indonesia, mengadakan kegiatan olahraga footy untuk diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia serta pemutaran film dokumenter Indonesia.

Presiden AIYA Pusat Arjuna Dibley

Presiden sekaligus pendiri AIYA Arjuna Dibley memaparkan pentingnya menjalin hubungan yang harmonis antar kedua negara mengingat letak geografis Indonesia sebagai negara tetangga bagi Australia, sebuah fakta yang tidak dapat dan tidak akan pernah bisa berubah.

Pria berlatarbelakang Australia dan Sri Lanka ini memegang titel Bachelor of Laws (LLB), Honours serta Bachelor of Asian Studies (Indonesian), Honours dari The Australian National University. Arjuna merasa politik Indonesia sebagai negara demokrasi muda sangat menarik untuk dipelajari dan ini memberikan tantangan tersendiri baginya untuk mengenal Indonesia lebih dalam lagi. Pada 2008 Arjuna sempat singgah di Indonesia sebagai mahasiswa pertukaran di Universitas Gadjah Mada.

 

APA KATA ANGGOTA AIYA

Amalia mengaku tertarik mengikuti AIYA dikarenakan kesempatan yang diberikan untuk menabah jaringan pertemanan dengan orang-orang Australia. Dia telah merasakan manfaat dan perkembangan cara berpikir sejak mengikuti AIYA. Ama juga mengajak orang-orang Indonesia lainnya untuk turut mendaftarkan diri bersama organisasi ini tahun depan. “Percuma kan di Australia kalu temenannya sama orang-orang Indonesia aja,” ujarnya meyakinkan.

 

Igna