Acara yang selalu dinantikan tiap tahunnya dan diorganisir oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Ranting Monash University kembali sukses menghibur masyarakat Indonesia di Melbourne dengan menampilkan konser musik dua band yang namanya sudah tak asing lagi; Maliq & D’Essentials dan Sheila On 7. Menurut Project Manager Stephen Prayogo, jumlah pengunjung telah sesuai dengan ekspetasi, yakni di angka 1400 tiket. Penjualan tiket Soundsekerta terbanyak mencapai 1800 lembar, yakni di tahun 2012 dengan bintang tamu Opera Van Java.

Tema yang diusung Soundsekerta 2014 adalah Limitless Indonesia, yakni untuk mengingatkan masyarakat bahwa berkontribusi ke Tanah Air bisa dilakukan dengan cara apapun, kapanpun dan dimanapun. Untuk menekankan inti dari tema ini, organisasi sosial Care 4 Kids Indonesia dan Indonesia Belajar (IB) diundang ke atas panggung untuk memberikan presentasi singkat mengenai wadah yang mereka sediakan dan peranan mereka dalam membantu memajukan pendidikan di kalangan anak-anak tidak mampu di Indonesia. Membantu sesama tidak hanya bisa dilakukan dengan cara menyumbang, namun juga mengirimkan pesan berisi harapan seperti yang dijelaskan Muhammad Nur Rizal, Ketua IB.

Acara di hari Minggu tersebut juga menampilkan tarian cantik dan inovatif yang dibawakan Saman Melbourne sebagai penampilan pembuka.

Soundsekerta kali ini dipandu pasangan MC The Dandees yang terkenal iseng dan suka melemparkan lelucon bertaburkan pelesetan. Penampilan duo gokil Imam Darto dan Dimas Danang ini membuat acara tidak pernah membosankan, mereka berhasil menorehkan senyum non-stop di bibir penonton, bahkan di saat formal seperti pemberian tanda terimakasih pada sponsor.

Performa Maliq & D’essentials tampil sebagai bintang tamu pertama. Dengan dua set perkusi, dentuman bass, irama keyboard dan gitar serta suara merdu para vokalisnya, tidak heran bila penonton dengan spontan berdiri dan berjoget ria. Angga Puradiredja dan Indah Wisnuwardhana, pemilik suara yang megah dan kuat, menyanyikan hits-hits yang sudah tidak asing lagi seperti Dia dan Untitled. Mereka juga memperkenalkan beberapa lagu dari album terbaru Maliq & D’essentials yang bertajuk Musik Pop. Ini merupakan album ke-enam yang baru saja dirilis Mei kemarin.

Setengah berjalan, giliran Sheila On 7 yang menguasai panggung. Beberapa pengunjung yang tadinya duduk kini ikut maju ke depan demi mendengarkan lantunan lagu yang membawa nostalgia lebih dekat lagi. Bila Maliq & D’essentials membuat para penontonnya berjoget, Sheila On 7 membuat fans-nya ingin berdendang bersama.

Bagi yang baru pertama kali menonton performa band ini secara langsung, mereka langsung sadar akan kesederhanaan yang merupakan ciri khas Sheila on 7. Band legendaris yang digawangi Akhdiyat Duta Modjo (vokal), Eross Candra (gitar), Adam Muhammad Subarkah (bass) dan Brian Kresna Putro (drum) ini tampil mengenakan kaos atau kemeja dan celana panjang bak pakaian sehari-hari. Kendati demikian, teruntuk para penggemarnya, penampilan Sheila On 7 sukses membawa kembali memori dan romansa masa SMP/SMA.

Stamina Duta yang luar biasa dan permainan jari Eros di gitarnya yang ditempeli stiker ‘I love my Sephia’ membuat suasana Melbourne Town Hall seakan terkurung dalam waktu. Mereka membawakan tembang-tembang klasik semacam Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki dan Sephia, dan single yang baru rilis pertengahan tahun ini, Musim yang Baik, yang juga merupakan judul album ke-8 mereka yang akan rilis November mendatang.

Penampilan band asal Yogyakarta yang telah berumur 18 tahun itu diakhiri dengan Sebuah Kisah Klasik yang membuat haru hati para penonton karena harus berpisah. “Sampai jumpa kawanku…” nyayi Duta yang dibalas dengan kata-kata yang sama oleh pendengarnya sambil melambaikan tangan.

Waktu telah menunjukan pukul 11 malam ketika musik berganti dengan suara tawa dan obrolan singkat penonton sambil berjalan mengosongi ruang konser. Sampai jumpa di Soundsekerta 2015.

 

** APA KATA MEREKA **


Pendapat mengenai Soundsekerta 2014
Acaranya asyik, well organized. Crowdnya juga keren banget dan sangat apresiatif. Bandnya juga oke. Kalau dalam bahasa Jawanya itu ‘tumbu ketemu tutup!’ Cocok! Apalagi aku dari Yogyakarta jadi feelnya kerasa banget!

Bagian mana yang paling berkesan
Sheila On 7! Karena aku besar bersama lagu mereka. Paling asyik juga kalau sama teman-teman yang seangkatan jadi bisa jingkrak-jingkrak bareng. Aku juga sangat menghargai Duta yang staminanya luar biasa! Maliq & D’Essentials juga bagus tapi pas dengar lagu Sephia aku langsung meleleh.

Masukan untuk panitia
Gak ada, karena mereka sudah sangat profesional. Mungkin lighting-nya bisa lebih terkonsep.

 


Pendapat mengenai Soundsekerta 2014
Acaranya bagus sekali. Saya senang bisa di sini karena artis-artisnya bagus banget. Semoga kedepannya bisa terus ada dan terus undang artis-artis yang top!

Bagian mana yang paling berkesan
Kedua band yang tampil malam ini

Masukan untuk panitia
Gak ada deh kayaknya…

 

** GALERI FOTO **




 

JUMPA FANS ARTIS SOUNDSEKERTA

Sehari sebelum Soundsekerta: Limitless Indonesia dibuka, para personil Sheila on 7, Maliq & D’Essentials dan The Dandees mengadakan jumpa fans bertempat di Ramen Ya on Bourke, sebuah restoran yang berada di kawasan CBD.

Ratusan orang menggunakan kesempatan ini untuk melihat lebih dekat serta merasakan keakraban penyanyi-penyanyi kondang Tanah Air tersebut. Selain befoto bersama, beberapa yang beruntung juga mendapatkan tanda tangan idola mereka.

 

gaby
foto: krusli