Minggu kedua September silam, PPIA Monash University menyambut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad dalam rangka Road To Australia Indonesia Business Forum 2015. Muliaman merupakan salah seorang calon Dewan Komisioner OJK yang dipilih langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan disetujui komisi IX DPR Republik Indonesia pada tahun 2012.

Setelah menempuh studi lanjutan di Universitas Indonesia, Muliaman melanjutkan pendidikan S2 di John F Kennedy School of Government, Harvard University, AS dan memperoleh gelar Master of Public Administration pada 1991. Tidak hanya sampai disitu, beliau kemudian melanjutkan studi di Faculty of Business and Economics, Monash University, Australia dan dianugerahi Doctor of Philosophy atas segala pencapaian dan kerja keras yang telah ditempuh.

Pada forum diskusi ini, Muliaman menceritakan sejarah singkat pembentukan lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ia komandani. Menurutnya, dibutuhkan waktu 15 tahun yang cukup alot untuk berdiskusi dalam membangun lembaga OJK ini.

BUSET NGELIPUT - OJK MULIAMAN 2
Ketua PPIA Monash Stacey Hutapea (kanan) menerima plakat kenang-kenangan

Our main objectives are to maintain financial stability and educate as well as protect financial consumer,” kelakar Muliaman saat menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan lembaga yang lebih independen yang bertujuan untuk membantu Bank Indonesia dalam pengawasan dan stabilitas di bidang ekonomi. Tugas OJK berbeda dengan kebijakan moneter yang dilakukan di bawah kekuasaan Bank Indonesia.

Menanggapi pertanyaan mengenai krisis ekonomi di Indonesia yang menyebabkan kondisi kurs tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah serta kondisi perekonomian yang tidak stabil, dengan mantap Muliaman mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Beliau justru menghimbau agar masyarakat Indonesia tetap optimis akan perkembangan ekonomi di Tanah Air terlebih dimana negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Brazil dan Tiongkok juga turut mengalami gejolak perekonomian.

Pria yang mulai berkarya untuk Bank Indonesia pada tahun 1986 dan merupakan Deputi Gubernur termuda pada saat itu juga mewanti-wanti akan persiapan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai tahun depan. Sumber daya manusia yang mumpuni dan berkualitas akan membantu menciptakan suatu sistem yang terintegrasi yang dapat meningkatkan peningkatan kualitas hidup bagi seluruh masyarakat Asia Tenggara. Selanjutnya, Muliaman menekankan pentingnya menyelaraskan tingkat kemakmuran di antara negara-negara ASEAN sehingga tidak ada negara yang jauh tertinggal. Hal ini tentunya membutuhkan kerjasama yang sinergis dari seluruh anggota ASEAN.

“Not every smart person will have the opportunity to go up, it is not only about the academic capability, but also social capability” – Muliaman Darmasyah Hadad

Menjelang berakhirnya acara diskusi, Muliaman menyoroti kondisi pendidikan di universitas dengan kebutuhan industri yang sering tidak selaras sekaligus menyatakan tekadnya untuk membantu mengakomodir isu ini.

Sementara itu, beliau berpesan agar mahasiswa-mahasiswi yang tengah menempuh pendidikan di Benua Kangguru dapat pulang dan berkontribusi bagi Indonesia. “Indonesia membutuhkan ribuan aktuaris, akuntan dan para ahli di bidang keuangan untuk membantu membangun Indonesia dari segi finansial dan ekonomi,” paparnya. Beliau pula menegaskan bahwa para pelajar dituntut untuk dapat menjaga keseimbangan dalam mengembangkan potensi di bidang akademis maupun sosial untuk dapat meraih sukses di masa mendatang.

Merupakan sebuah kehormatan bagi Melbourne dapat dijambangi seorang yang disegani seperti Muliaman Darmansyah Hadad. Kemampuannya yang sudah tidak perlu diragukan lagi jelas sangat dibutuhkan Indonesia untuk membangun kondisi perekenomian bangsa. Prestasinya juga patut menjadi acuan bagi seluruh pelajar Indonesia di Melbourne untuk terus mengasah diri dan berkontribusi bagi Tanah Air.

BUSET NGELIPUT - OJK MULIAMAN
Diskusi terbuka Road To Australia Indonesia Business Forum 2015 dilangsungkan di kampus Monash Caulfield
BUSET NGELIPUT - OJK MULIAMAN 3
Ketua PPIA Monash Stacey Hutapea (kanan) menerima plakat kenang-kenangan

 

leo
foto: krusli