Cuaca yang tak menentu tak mengurungkan niat komunitas Mahindra Bali untuk tetap melaksanakan Gamelan Picnic Day yang dipimpin oleh Made Rudy di Peter Scullin Reserve, Mordialloc. Tim Buset datang disambut dengan suguhan makanan beserta sambal khas Bali yang sangat lezat, menjadikan suasana makin hangat di tengah hujan yang turun dengan lebatnya. Angin pun bertiup kencang sehingga beberapa anggota Mahindra Bali buru-buru menutup instrumen gamelan mereka dengan terpal dan kembali ke pondok untuk makan bersama. Tak pelak, kedekatan satu dengan lainnya sangat terasa hari itu.

Made Rudy selaku Ketua Acara mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya mereka melakukan Gamelan Picnic Day. “Biasanya, kami latihan gamelan di KJRI dan juga mengadakan acara di indoor. Kali ini supaya lebih akrab dengan satu sama lain, maka diadakan Gamelan Picnic Day, jadi semua terhibur,” ujar Made Rudy. Ide ini disambut gembira oleh mantan Ketua Mahindra Bali, Denny Kusuma yang mengaku sudah pensiun bermain gamelan namun tetap aktif berkomunitas.

Ketika cuaca kembali cerah – mengingat Melbourne yang dapat berubah dalam sekejap – Mahindra Bali pun mulai bermain gamelan sambil berinteraksi dengan masyarakat sekitar seraya menjelaskan beberapa instrumen yang mereka bawakan, sebut saja Reyong, Gangsa, Jigog, Ceng-Ceng, Kendang dan ada juga Tawur-tawur.

Disela-sela rehat, Buset berkenalan dengan Leigh Kusuma dan Jenny Syarifuddin, salah dua dari sekian banyak bule yang tergabung di tim gamelan. Usut punya usut, Leigh ternyata sudah bergabung di Mahindra Bali sejak 8 tahun lalu. Dari semua budaya di Indonesia, istri Denny Kusuma ini paling menyukai musik Bali. “Sangat relaxing” ujarnya.

Lain halnya dengan Jenni yang mulai berlatih gamelan karena mengantarkan putrinya menari ketika umur 6 tahun. Sang putri sekarang sudah 27 tahun. Kebetulan saat itu, ada pemain gamelan yang sakit dan Jenni diminta menggantikannya. Awalnya Jenni tidak berkenan karena merasa tidak memiliki pengetahuan apa-apa mengenai gamelan. Namun kini ia telah gapah mengetuk, bahkan sering tampil di berbagai acara multikultural.

Walaupun disebut-sebut komunitas orang Bali, tetapi anggotanya beragam. Mahindra Bali terbuka bagi siapapun yang mau berkomitmen, baik di tim gamelan ataupun tari dengan harapan semua tim selalu terisi penuh. Anak-anak yang mau belajar menari Bali dianjurkan untuk bergabung sedari kecil sehingga lebih mudah melatihya.

Bagi yang tertarik, jangan segan-segan untuk datang ke KJRI Melbourne setiap Sabtu jam 4-8 malam.

 

 

 

 

Devina