Komunitas Paguyuban Pasundan Victoria baru saja mengadakan acara Parahyangan Night Market untuk pertama kalinya seturut perayaan pergantian kepengurusan Paguyuban Pasundan Victoria. Bertempat di gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne, acara pasar malam tersebut mulai dibuka dari pukul 4 sore dan kira-kira dihadiri oleh sekitar 1000 masyarakat Indonesia maupun lokal di Melbourne.

Budi Wisnu Pratomo, PM Parahyangan Night Market
Budi Wisnu Pratomo, PM Parahyangan Night Market

Project Manager Budi Wisnu Pratomo mengaku bahwa acara pada tanggal 5 Maret 2016 tersebut diadakan demi menampilkan sesuatu yang berbeda sebagai awal kepengurusan Paguyuban Pasundan Victoria yang baru. Dengan tema budaya Indonesia dan Sunda yang kuat, pasar malam tersebut menghadirkan 6 stand yang menyuguhkan berbagai makanan khas Indonesia. Dari sate ayam, yamin, kupat tahu, hingga martabak, hampir seluruh makanan sudah habis terjual jauh sebelum acara berakhir. “Untungnya memang pada suka dengan makanannya. Dengan ini, kami senang, pengunjung senang, penjual pun ikut senang,” terang Budi bahagia.

Selain stand makanan yang ramai antrian, night market kali ini juga dilengkapi oleh stand games yang ditujukan untuk charity serta stand fashion dan art and craft. Widia Kristianti dan suami dari pihak panitia menyatakan bahwa stand pakaian tersebut dilengkapi oleh berbagai merk ternama seperti Cue, Seed dan Country Road demi melengkapi suasana pasar malam pada hari itu. “Pemilihan bajunya pun baru saja dilakukan sedangkan persiapan pasar malamnya sendiri baru dari 2 bulan terakhir,” jelas Widia dan suami.

Acara night market tersebut juga dimeriahkan oleh acara-acara di atas panggung yang tak kalah heboh. Setelah dimulai dengan upacara pelantikan Ketua Paguyuban Pasundan Victoria yang baru, Satianugraha Saefullah, acara pun dilanjutkan dengan penampilan rampak kendang dan workshop angklung demi menunjukkan budaya Sunda bagi para pengunjung.

Sebagai acara penutup, beberapa pengunjung diundang ke atas pentas untuk bermain dalam game ‘Berpacu Dalam Melodi’ dengan flavour Sunda. Peserta dibagi dalam 3 tim yang beradu menebak judul-judul lagu populer yang dimainkan dengan gaya musik Sunda. Tak tanggung-tanggung, hampir seluruh pengunjung langsung merapat ke panggung, menyerukan semangat kepada para kontestan dengan menyanyikan yel-yel atau memainkan berbagai alat musik seperti rebana atau tamborin.

Budi sendiri cukup kaget dengan reaksi pengunjung pada hari itu. “Kami tadinya menargetkan kalau 200-300 pengunjung saja sudah bisa dibilang sukses. Tapi kalau melihat perputaran pengunjung pada hari ini, sepertinya target tersebut sudah dilewati,” ujar Budi.

Budi turut menyatakan apresiasinya kepada tim marketing yang mampu mempromosikan acara kurang dari 1 bulan dan bahkan berhasil me-reach lebih dari 1000 orang melalui Facebook. “Kami juga turut berterimakasih kepada berbagai media yang turut membantu mempromosikan acara ini, termasuk BUSET yang kemarin ikut share acara kami,” ucap Budi.

Untuk selanjutnya, Budi berharap acara sejenis akan dilakukan secara rutin sebagai acara pembuka Paguyuban Pasundan Victoria setiap tahunnya. “Tentunya saya berharap yang berikutnya bisa lebih besar. Kami tentunya ingin menjadi lebih baik – mungkin dengan memakai venue yang lebih besar. Tapi untuk saat ini, kami belum tahu secara detailnya,” jelas Budi sambil menutup pembicaraan.

Selamat kepada Paguyuban Pasundan Victoria atas kesuksesan acara Parahyangan Night Market!

 

Para pengunjung senang diajak berinteraksi
Para pengunjung senang diajak berinteraksi
Stand games yang kreatif dan menghibur
Stand games yang kreatif dan menghibur
Selaku panitia, Widia Kristianti dan suami, melengkapi pasar malam dengan stand fashion yang dilengkapi berbagai merk ternama
Selaku panitia, Widia Kristianti dan suami, melengkapi pasar malam dengan stand fashion yang dilengkapi berbagai merk ternama

NGELIPUT - PARAHYANGAN - 7 NGELIPUT - PARAHYANGAN - 8 NGELIPUT - PARAHYANGAN - 9 NGELIPUT - PARAHYANGAN - 5 NGELIPUT - PARAHYANGAN

 

** APA KATA MEREKA **

Christy Bradley and Hayley Bradley
Christy Bradley and Hayley Bradley

I am studying Indonesian Language in University of Melbourne and saw this as an event at uni. I thought it will be a nice event to go to. I have been to Indonesia a few times and this event makes me feel like I am back there again. It feels like a really big family and everyone are really inclusive. It feels comfortable here. This event also provides some of my favourite Indonesian food, such as Kupat Tahu and Martabak. I hope there are more events like this in the future!

 

Alisya Marsella dan Alisya Maya
Alisya Marsella dan Alisya Maya

Motivasi awal datang ke sini karena makanannya. Publikasinya bagus karena melalui FB pagenya kita bisa melihat makanan-makanan apa saja yang ada. Makanan yang paling kami incar sebenarnya martabak, tapi karena ramai sekali jadi sayangnya langsung habis. Kami senang melihat acara Berpacu Dalam Melodi ini karena bisa benar-benar mengingatkan kami akan suasana di Indonesia. Selain itu kami juga berkesempatan untuk bertemu dengan banyak teman-teman Indonesia yang lain dan melepas kangen dengan makanan Indonesia.

Acara ini bagus. Untuk ke depannya dapat dikembangkan lagi. Publikasinya juga bisa dikencengin lagi karena banyak teman-teman yang datang hari ini karena word of mouth. Dengan marketing yang lebih bagus, bisa lebih banyak orang yang tahu dan acara bisa semakin besar.

Flase
Foto: Flase/Krusli