Diantara deretan pemeran utama film The Professionals ternyata salah satunya adalah seorang lelaki kelahiran Negeri Kangguru, yaitu Richard Kyle, atau yang akrab disapa Richo. Memilki darah keturunan Inggris-Indonesia, Richard Kyle dilahirkan dan dibesarkan di Melbourne, Victoria, bersama ibunya yang berasal dari tanah Sunda.

“Keluarga saya dari Bandung dan semua di Bandung. Ibu saya lagi di Aussie tapi dia juga sering balik ke Jakarta. Soalnya saya juga sudah enak di Jakarta, sudah bisa bangun rumah sendiri juga,” papar pria yang berusia 29 tahun ini ketika dijumpai BUSET awal Desember 2016 kemarin.

Karirnya dimulai saat ia menjadi model lewat manajemen ternama di Australia, Vivien’s Model Management. Kala itu usianya baru menginjak 16 tahun. Kemudian nama Richard Kyle pun mulai aktif terdengar di dunia hiburan sebelum akhirnya berpulang ke Indonesia. Di sana ia memulai karir sebagai model, dimana tak lama kemudian beralih profesi sebagai aktor saat mendapat tawaran untuk berperan di film pertamanya, Kisah Tiga Dara.

Richard Kyle
Richard Kyle

“Aku nggak percaya bisa jadi aktor, sampai sekarang aku masih bingung kenapa bisa dapat job-job (acting). Sampai sekarang aku masih memulai, tinggal melihat bagaimana, apakah aku bisa jadi seperti Arifin (Putra). I need to learn his skill,” ujarnya mengagumi salah seorang co-star di film heist pertama Indonesia yang hangat diperbincangkan sejak akhir 2016 kemarin, The Professionals.

Tak pelak, Richo pula merasa sangat beruntung bahwa kali kedua ia bermain film, ia dapat berakting dengan aktor-aktor senior seperti Arifin, Fachri Albar, dan Lukman Sardi.

Kendati masih termasuk ‘anak baru’ di dunia perfilman, pria tinggi gagah itu mengaku awalnya ia ingin menjadi seorang sutradara, itulah mengapa dirinya sengaja memilih jurusan Masters in Film Production saat masih menapak pendidikan di universitas RMIT. “I wanted to work behind the camera, but clients always wanted me in front of the camera. So I just ended up being a talent instead,” aku lelaki yang juga menjalani masa sekolahnya di Geelong Grammar School.

Untuk kedepannya, Richo ingin terus aktif berperan dalam berbagai genre film, bahkan film dokumenter. “Otherwise, maybe I’ll start a business, like a motorbike garage in Thailand because I used to design and built motorbikes. I’ve got a lot of hobby, and hidden talents here and there, so we’ll see,” tutup pria berparas tampan yang juga gemar melakukan hiking di Mount Bulla ini.

 

 

Sasha
Foto: Nys