Beberapa hari setelah peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, generasi muda yang tergabung dalam Indonesian Creative Community of Australia (ICCA) mengadakan pementasan musik berupa gabungan band beranggotakan pemuda pemudi Tanah Air di Melbourne. Bertempatan di sebuah bar kecil di Little Lonsdale dengan disambut dukungan dan antusiasme dari penonton, mereka mampu menjadikan suasana malam yang dingin lebih hangat dengan lagu-lagu andalan. Pada malam hari itu terdapat empat band yang tampil, diantaranya Bandpresso, Blue Band, Band-its dan The Undercutters. Selain penampilan musik, acara tersebut juga turut dimeriahkan oleh penampilan stand-up comedy dari Stefa Yuwiko.

Acara dibuka dengan penampilan segar dari Bandpresso yang beranggotakan Aldy (singer), Eric Kusno (drummer), Johan Lie (guitarist), Dody Retnaldi (bassist), Jason Joseph (pianist), Tommy Teguh dan Grace Chim (vocal). Salah satu tembang spesial yang mereka bawakan adalah ‘Let Me Go Home’, sebuah lagu popular yang telah banyak diaransemen ulang dan dinyanyikan beberapa penyanyi kelas dunia.

Selanjutnya merupakan giliran Blue Band yang mengisi panggung. Band yang digawangi Aldry Marius (Cajon), Kenny Yustana (guitarist), Mitchell Stella (vocal) dan Jubenalos Baskara (guitarist dan vocal) ini berhasil mengundang penontonnya untuk berdendang bersama membawakan lagu populer di era tahun 70-80an termasuk ‘Galih Dan Ratna’.

Suasana bar yang semakin ramai dan padat membuat tepukan riuh dari para penonton menjadi tidak biasa. Hal ini lebih disemarakkan oleh penampilan stand-up comedy dari Stefa Yuwiko yang sukses membuat para hadirin terbahak-bahak dengan lawakannya yang khas dan tingkahnya yang narsis.

Kemudian giliran Band-its tampil membawakan lagu-lagu bertema smooth. Band yang mempunyai nama unik ini merupakan perpaduan harmoni antara Alexandra Dea dan Guido Turnip (vocal), William Zhou (bassist), Evan Pratama (drummer), Michael Sidharta (pianist) dan Samuel Jeruel (gitaris).

Sampai akhirnya ‘Indonesian Music Night’ ditutup dengan penampilan menghibur dari band senior The Undercutters yang terdiri dari Adit Wardhana (guitarist), Randy Hallatu (pianist), Patrice Lim (drummer) dan Yudo Baskoro (bassist). Kepiawaian The Undercutters membuat penonton terkesima dengan aransemen yang apik dan tentunya sangat menghibur.

Ditemui seusai acara, alumnus Monash University Kenny Yustana selaku Project Manager mengakui ‘Indonesian Music Night’ adalah suatu gebrakan baru. Biasanya, beberapa di antara band tersebut kerap tampil untuk menghibur di berbagai restoran. “Menyewa sebuah bar dengan proper stage adalah sesuatu yang baru,” papar Kenny. Semua ini sengaja dilakukan agar pemusik-pemusik Indonesia yang berada khususnya di Victoria memiliki wadah untuk menuangkan ekspresi dan bakat mereka. Tak lupa Kenny turut menghanturkan terimakasih kepada segenap penonton serta individu yang terlibat dalam kesuksesan acara tersebut.

Terlepas dari segala kekurangan yang ada, pementasan musik yang diprakarsai anak-anak muda Indonesia ini patut diacungi jempol dan semoga membawa inspirasi untuk terus maju dan berkarya.

ignatia

 

** APA KATA MEREKA **

Sangat inofatif dan merupakan sebuah kemajuan dari acara-acara pementasan musik sebelumnya yang hanya pentas di restoran. Mungkin di lain kesempatan panitia dapat menyediakan tempat yang lebih besar untuk faktor kenyamanan penonton.

 

Acaranya menarik dan keren namun sayang tempatnya terlampau kecil sehingga ada beberapa penonton yang harus berdiri dan tidak bisa duduk.