PDKKI (Persekutuan Doa Keluarga Katolik Indonesia) Melbourne kembali mengadakan acara Malam Penyegaran Rohani. Tahun ini, acara anual yang memiliki singkatan MPR tersebut mengambil tema “The Winner Is Love”. Pujian, penyembahan, drama, tari dan kotbah merupakan daftar kegiatan yang dibawakan segenap tim panitia yang telah mempersiapkan acara ini selama berbulan-bulan sebelumnya.

Seperti yang disampaikan, tujuan MPR adalah untuk lebih mengenal Kristus dan mempererat tali persahabahatan untuk memuliakan nama Tuhan sekaligus mengusung program PMS (Pembentukan Manusia Suci). Melalui MPR, setiap jemaat dapat mengevaluasi diri dan melihat apakah tindakan yang dilakukan sehari-hari sudah sesuai dengan iman yang dipercayai.

Kotbah dibawakan oleh Romo Handoko MSC
Kotbah dibawakan oleh Romo Handoko MSC

Acara dibuka dengan sambutan dari Jessica Djauhari dan Nathalie Agnesia Suwanto selaku koordinator MPR. Mereka mengajak para hadirin untuk kembali merenungkan perjalanan hidup yang mungkin tidak selalu sesuai dengan apa yang diinginkan dan agar terus mengandalkan Tuhan di dalam segala perkara.

Pujian dan persembahan kemudian dilantukan oleh para worshipper yang perlahan membawa 350 jemaat ke suasana khusyuk. Beberapa saat kemudian acara dilanjutkan dengan drama singkat tentang seorang gadis bernama Lili yang hidupnya dibalut oleh kebencian. Dia membenci Tuhan karena telah mengirimnya ke dunia melalui rahim seorang ibu janda miskin yang hanya memiliki satu mata. Ini menjadi alasan bagi orang-orang di sekitarnya untuk mengucilkan dan menghina Lili. Alhasil, Lili memandang sang bunda sebagai sumber penderitaan hidupnya.

Praise and worship
Praise and worship

Walau demikian, Ibu Lili selalu melindungi Lili dari mereka yang mempermalukannya dan bahkan bersedia mengorbankan nyawanya sendiri untuk anak semata wayangnya itu. Melalui banyak pembelajaran hidup, pada akhirnya Lili mampu mengatasi beban hidupnya dan memulai hidup baru dengan kasih yang diberikan Tuhan melalui ibunya.

pertunjukan drama kehidupan Lili
pertunjukan drama kehidupan Lili

Puncak MPR malam itu adalah kotbah yang dibawakan oleh Romo Agustinus Handoko MSC. Ia berpesan agar kita dapat memaknai arti cinta atau LOVE dan mengaplikasikannya kepada orang-orang di sekitar kita. LOVE yang dimaksud adalah:

L: Learn to be like Jesus
O: Other people are our concern
V: Vision of God to be my vision
E: Empathy becomes our expression

Romo asal Purwokerto, Jawa Tengah itu pula menyoroti sikap-sikap orang Kristiani yang kerap kali menghindar ketika diminta untuk bertugas menjadi anggota panitia di dalam lingkungan mereka masing-masing. Romo Handoko menghimbau agar umat Kristiani mampu memberikan kontribusi pada sesama dan menjadi berkat bagi lingkungannya.

Secara keseluruhan, MPR tahun ini berlangsung rapih dan sesuai dengan rencana yang disiapkan. Banyaknya jemaat yang datang juga merupakan suatu hasil dari jerih payah tim panitia yang mampu mengajak umat Kristiani di Melbourne untuk turut berpartisipasi dan istirahat sejenak dari penatnya kehidupan.

BUSET NGELIPUT - PDKKI 5
Ratusan jemaat mengikuti MPR dengan khusyuk di Celtic Hall, Catholic Leadership Centre

 

** APA KATA MEREKA **

Jessica Djauhari dan Nathalie Agnesia Suwanto | Koordinator Malam Penyegaran Rohani
Jessica Djauhari dan Nathalie Agnesia Suwanto | Koordinator Malam Penyegaran Rohani

Pada acara MPR kali ini kami menawarkan perbedaan konsep dari tahun-tahun sebelumnya. Tema yang kami tawarkan merupakan “The Winner Is Love” dan kami sungguh senang karena acara dapat berjalan sesuai dengan ekspektasi dan rencana, serta banyak orang yang menyukai tema yang dibawakan. Kendala atau tantangan yang kami hadapi sebagai panitia adalah saat menentukan waktu latihan karena terkendala oleh perbedaan jadwal sekolah anak-anak di dalam panitia. Namun, kami bersyukur dapat menyelenggarakan acara ini dengan sukses dan untuk kedepannya kami berharap agar acara ini dapat terus berjalan dan dapat mengakomodir umat-umat Kristiani yang ada di Melbourne.

 

Prabudi Darmawan | Ketua Keluarga Kristen Indonesia di Melbourne periode 2012-2015
Prabudi Darmawan | Ketua Keluarga Kristen Indonesia di Melbourne periode 2012-2015

Acara ini merupakan acara yang menarik karena dapat membawa semangat dan antusiasme anak muda dan mereka dapat menyalurkan kemampuan-kemampuan yang mereka miliki. Tantangan yang dihadapi adalah dalam segi mengumpulkan orang, koordinasi dan latihan. Namun, saya salut karena mereka semua berdedikasi dan mampu memberikan yang terbaik untuk acara MPR ini.

 

Alexandra Natasha | Mahasiswi Universitas RMIT jurusan Public Relation
Alexandra Natasha | Mahasiswi Universitas RMIT jurusan Public Relation

Menghadiri MPR adalah yang pertama kalinya bagi Alexandra. “Konsep yang ditawarkan seperti nge-tag teman sebagai bentuk publikasi itu hal yang menarik banget,” katanya. Menurut Alexandra, konsep publikasi yang menarik merupakan salah satu kunci jitu dalam mengajak orang-orang untuk hadir ke acara MPR ini. Ia pun mengakui bahwa keikutsertaannya juga sebagai bentuk dukungan kepada teman-temannya yang mengambil bagian dalam acara ini. Alexandra turut mengapresiasi kerja keras tim panitia yang berhasil menggelar acara dengan sukses.

 

 

leo