Halo teman-teman kreatif, apa kabar? Semoga tetap hangat di musim dingin kali ini yah! Berikut ini adalah hasil obrolan saya dengan Windu Kuntoro, seorang fotografer yang mungkin sudah tidak asing lagi buat kita semua.

Enos:         “Halo Kang Windu, mau nanya – nanya dikit mengenai fotografi dong. Menurut Akang fotografi itu apa?”

Windu:     “Itu suatu kreatifitas seni yang menghasilkan gambar dengan media elektronik. Bukan hanya sebatas keindahan, tapi semua mood, apa yang kita lihat, begitu juga dengan gerak dan perilaku.”

E:               “Oh wow, haha menarik juga! Kalau Kang Windu sendiri kenapa tertarik sama fotografi, dan kapan mulai?”

W:             “Menurut saya, ada banyak bagian yang perlu kita simpan dalam perjalanan hidup untuk masa yang akan datang dalam bentuk arsip dokumentasi baik pribadi maupun kepentingan orang banyak. Ketertarikan saya dengan fotografi setelah era digital muncul, sekitar tahun 2005 dan dari tahun ke tahun semakin berusaha untuk belajar mengenal kamera dan bagaimana menguasainya.”

E:               “Berarti sudah sekitar 10 tahun ya, iya sekarang digital cukup populer yah. Terus yang sudah dikerjakan selama ini apa saja nih kalau boleh tahu?”

W:             “Boleh dong. Saya bekerja untuk Multicultural Art Victoria, department luar negeri Australia, media cetak dan free lance seperti wedding photography, produk, model, event, foto keluarga, fashion juga beberapa lomba foto, workshop dan kursus privat.”

E:               “Asyik juga nih, kalau ditekuni bisa jadi sumber penghasilan juga yah! Lalu gimana dengan peralatannya?”

W:             “Saya pakai 4. 7 kamera dslr, 14 lensa , 4 tripod/monopod dan peralatan foto studio. Untuk software hanya Lightroom, itupun sangat minim penggunaannya. Bisa dibayangkan kalau di setiap pekerjaan yang rata-rata membuat 500 sampai 1000 foto harus satu persatu dikerjakan dengan editing, bisa berapa lama harus menyelesaikannya. Biasanya saya lebih memaksimalkan hasil foto tanpa perlu banyak sentuhan editing.”

E:               “Saya setuju sekali untuk memaksimalkan hasil foto, sama seperti rekaman di dunia musik, musiknya sendiri harus cakep sebelum editing. Nah ngomong-ngomong, bagaimana dengar mengenai ICCA?”

W:             “ICCA saya dengar ketika Enos mengadakan pagelaran musik bertajuk From Dawn to Dusk.”

E:               “Oh iya, itu pertama  kali kita ketemu ya?! Bagaimana dengan harapan Akang dengan keterampilan di bidang fotografi, dan juga pesan-pesan buat para pelaku kreatif di luar sana?”

W:             “Saya sangat berharap foto-foto yang saya hasilkan bisa berguna untuk orang banyak. Dan pesan saya untuk pelaku seni kreatif yang tinggal di Australia dan khususnya kota Melbourne, tunjukanlah pada masyarakat lokal bahwa seni budaya Indonesia itu tidak kalah dengan masyarakat atau etnis budaya bangsa lain.”

Demikian bincang-bincang dengan Windu Kuntoro seputar fotografi, semoga bermanfaat!

 

Salam kreatif,

Enos – ICCA