26 Mei – National Sorry Day

Australia menjadi pilihan popular untuk imigran. Akan tetapi, di balik semua ini, Australia memiliki masa lalu yang kelam. Sejarah mencatat, dari tahun 1910 hingga 1970, pemerintah secara paksa memindahkan anak-anak pribumi; yakni suku Aborigin dan Torres Strait Islander dan memisahkan mereka dari keluarganya. Seperti yang dikutip dari laporan resmi nasional bertajuk Bringing Them Home (Mei 1997), alasan dibalik aksi tersebut adalah untuk “mendidik anak-anak pribumi tentang budaya Eropa dan membiasakan mereka terhadap lingkungan kerja dimana nantinya mereka akan memberikan pelayanan terhadap penduduk imigran koloni.” Anak-anak ini dikenal sebagai the stolen generations (generasi yang hilang).

Pada laporan yang sama dikatakan bahwa anak-anak yang dipisahkan dan disekolahkan di daerah terpencil hidup dengan kondisi yang mengenaskan. Mereka dikunci di dalam asrama masing-masing usai makan malam. Jika melakukan kesalahan, meski kecil sekalipun, akan mendapatkan hukuman berat.

Usia anak-anak tersebut masih tergolong sangat muda ketika harus mulai bekerja. Mereka pun tidak dipercaya untuk memegang sendiri uang gaji hasil keringat mereka. Di negara bagian New South Wales dan Queensland, ada regulasi yang mengatur bagian gaji yang boleh diterima anak-anak pribumi sebagai uang saku mereka.

Kebijakan untuk menjauhkan anak-anak pribumi dari keluarganya serta merta menimbulkan masalah sosial yang berkelanjutan. Pasalnya, mereka juga mendapatkan tindak diskriminasi dalam segala hal, termasuk kesehatan. Menurut catatan Australian Medical Association yang dirilis pada 2007, layanan kesehatan tidak tersedia bagi kebanyakan penduduk Aborigin, terutama yang berdomisili di area terpencil. Selain itu, perlakuan tidak adil selama 200 tahun telah menyebabkan penduduk pribumi Australia berada di tingkat edukasi yang rendah serta angka pengangguran yang tinggi.

Bahkan, seperti yang dilansir dari situs Oxfam; sebuah organisasi sosial yang peduli akan kemiskinan dan kelaparan di berbagai belahan dunia, rata-rata penduduk pribumi memiliki usia 10 hingga 17 tahun lebih muda dibandingkan dengan penduduk Australia lainnya. Angka kematian bayi yang dikandung oleh ibu bersuku Aborigin juga lebih tinggi dua kali lipat. Selain itu, suku Aborigin dan Torres Strait Islander mengalami resiko yang lebih tinggi dari penyakit yang dapat dicegah, seperti penyakit jantung, ginjal dan diabetes.

Itulah mengapa dewasa ini pemerintah bekerjasama dengan berbagai organisasi sosial di Benua Kangguru terus mengupayakan kesejahteraan penduduk Aborigin dan Torres Strait Islander beserta keturunannya. Toh keberhasilan seluruh lapisan masyarakat merupakan modal utama kemajuan suatu bangsa.

 

Permintaan Maaf

Satu tahun setelah Laporan Bringing Them Home dirilis, Australia menetapkan tanggal 26 Mei 1998 sebagai National Sorry Day. Dan akhirnya, untuk yang pertama kalinya, pada 13 Februari 2008, mantan Perdana Menteri Kevin Rudd atas nama pemerintah Australia secara resmi meminta maaf atas kejadian stolen generations. Sikap ini disambut baik oleh penduduk Australia. Pada akhir pidatonya, masyarakat terlihat bersorak-sorai, menangis haru, bahkan beberapa sambil melambaikan bendera kebangsaan dan bendera aborigin.

Pada 2012 pemerintah mengeluarkan Shadow Report yang berisikan langkah-langkah untuk meningkatkan kesejahteraan, kesehatan dan kondisi penduduk asli Australia.

Hingga sekarang, 26 Mei menjadi hari dimana Australia mengungkapkan penyesalan atas penganiayaan yang dialami masyarakat pribumi di masa lampau. Biasanya National Sorry Day ditandai dengan upacara, parade, pidato, atau presentasi di berbagai lapisan masyarakat dari tingkat pelajar, pekerja hingga pemerintahan.

 

[alert color=”C28F8E” icon=”10003″]sorry ( ˈsɒri/ )[/alert]adjective
1. feeling sad or distressed through sympathy with someone else’s misfortune.
2. feeling regret or penitence.

 


Pidato Ikonik Permintaan Maaf PM Kevin Rudd pada 2008

Saya menyatakan:

Bahwa hari ini kita menghormati orang pribumi di tanah ini, kebudayaan tertua yang masih berlanjut dalam sejarah manusia.

Kita merenungkan masa lalu mereka.

Kita merenungkan secara khusus mengenai perlakuan yang tidak sesuai terhadap Generasi yang Hilang – masa yang kelam dalam sejarah negara kita.

Sekarang waktunya sudah tiba untuk negeri ini membuka lembaran baru di sejarah Australia dengan memperbaiki kesalahan masa lampau sehingga kita bisa bergerak maju ke masa depan dengan penuh keyakinan. 

Kami meminta maaf atas hukum dan kebijakan yang pernah diambil pemerintah yang sudah mengakibatkan kesedihan yang mendalam, penderitaan serta kerugian bagi sesama warga Australia.

Kami meminta maaf khususnya untuk pemindahan anak-anak Aborigin dan Torres Strait Islander dari keluarganya, komunitasnya dan negerinya. Untuk kekecewaan, penderitaan dan rasa sakit hati Stolen Generation ini, keturunannya dan untuk keluarga yang ditinggalkan, kami menyampaikan permintaan maaf.

Kepada para ibu dan bapak, kakak dan adik, untuk permisahan keluarga dan masyarakat, kami menyampaikan permintaan maaf.

Dan untuk penghinaan dan degradasi yang dirasakan masyarakat terhadap kebanggaan sebagai suatu bangsa yang berbudaya, kami menyampaikan permintaan maaf.

Kami, pemerintah Australia, dengan hormat memohon agar permintaan maaf ini diterima sebagai bagian dari penyembuhan negara ini.

Untuk masa depan kami meyakini bahwa lembaran baru dalam sejarah benua hebat ini dapat ditulis kembali.

Kita hari ini mengambil langkah pertama dalam mengakui masa lalu dan menghadap masa depan yang meliputi seluruh warga negara Australia.

Masa depan dimana kita semua bersatu, pribumi dan non-pribumi, untuk menutup jenjang dalam kualitas hidup, tingkat pendidikan dan kesempatan ekonomi.

Masa depan dimana kita akan menjalankan solusi-solusi baru untuk mengatasi masalah yang ada, dimana pendekatan yang lama telah gagal.

Masa depan yang berdasarkan sikap saling menghormati, saling menyatukan tekad dan saling bertanggungjawab.

Masa depan dimana semua warga australia, dengan latar belakang apapun, merupakan mitra yang sejajar dengan kesempatan yang sama dan dengan hak yang sama dalam membentuk sejarah di negara Australia yang besar ini. 

 

 

sam