Sejak Oktober 2014, masyarakat Indonesia di wilayah Victoria dan Tasmania kedatangan pemimpin barunya Konsul Jenderal Dewi Savitri Wahab. Baru dua minggu dari kedatangannya, Konjen Dewi sudah mulai bertemu dengan berbagai organisasi masyarakat dan komunitas Indonesia di Melbourne. “Kami dari pemerintah dengan teman-teman masyarakat di Victoria dan Tasmania adalah suatu kemitraan,” ujarnya. Dengan memupuk kerjasama antara KJRI dan komunitas Indonesia, menurut Konjen Dewi, diharapkan dapat meningkatakan hubungan people to people antara Indonesia dan Australia.

Hubungan kedua negara dinilai cukup baik oleh Konjen Dewi, terutama dengan penandatanganan code of conduct Indonesia – Australia di Bali pada Agustus yang lalu oleh Pemerintahan SBY. Tentunya diharapkan pemerintahaan Jokowi-JK bisa semakin meningkatkan situasi tersebut.

Hubungan Dewi dengan Australia sudah dimulai sejak lama, dirinya sempat mendapatkan beasiswa dari pemerintah Australia untuk menempuh ilmu di Monash University (1992-1994). Kala itu Dewi berangkat bersama 23 rekannya dari Kementerian Luar Negeri RI. Sejak itu kiprah Dewi mulai menanjak pesat. Terbukti dirinya sempat menjabat sebagai Perwakilan Tetap RI untuk PBB di Genewa dan New York dengan dua kali penempatan, yakni di tahun 2000-2004 dan 2008-2010. Setelah itu barulah ia mengemban tugas sebagai Konsul Jenderal RI untuk wilayah Victoria dan Tasmania pada Oktober 2014.

Saat ini Konjen Dewi melihat sudah banyak kemajuan yang dilakukan pendahulunya. Untuk itu dirinya berniat untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kerjasama bidang ekonomi, budaya, pendekatan people to people dan mencari peluang lain, khususnya dengan dibukanya Victoria Government Business Office di Jakarta tahun lalu.

Pendidikan merupakan bidang yang paling kuat yang tentunya tetap akan dipertahankan. Peluang untuk membuat sister city misalnya antara Melbourne dan Yogyakarta yang sama-sama menyandang predikat sebagai kota pendidikan dan kesenian akan mulai diperbincangkan.

Dari segi bisnis, Konjen Dewi menuturkan pihaknya akan menerima masukan Indonesian Business Centre Melbourne (IBCM) guna meningkatkan ekonomi antar kedua negara. Indonesia merupakan trading partner ke-10 bagi Victoria dimana nilai perdagangannya dinyatakan surplus.

Keterbukaan Konjen Dewi akan masukan dari masyarakat setempat mendapatkan tanggapan yang sangat positif. Perwakilan dari berbagai organisasi telah menyatakan dukungan mereka atas kepemimpinan beliau yang pada akhirnya diharapkan akan lebih mengharumkan nama Bangsa Indonesia di Benua Kangguru ini.

rr/nusantara tv