Masa depan merupakan suatu hal yang mendatangkan berbagai perasaan bagi tiap orang. Masa depan bisa menjadi hal yang menakutkan bagi beberapa orang. Namun, masa depan juga bisa mendatangkan perasaan tak sabar dan harapan bagi orang-orang yang memiliki mimpi dan tujuan.

Sama halnya dengan Indonesia, berdekatan dengan bulan kemerdekaan Indonesia yang ke-72, PPIA Monash mengadakan acara ‘Bincang-Bincang Masa Depan Indonesia’ awal Juli kemarin di ruang Bhinneka Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne.

(dari kiri): Syahrir Wahab, Frans Lebuh Raya, Ishadi Soetopo, Dewi Savitri Wahab, Ade Komarudin, Dian Islamiati Fatwa, Benazir Komarudin (Presiden PPIA Monash University)

Kedatangan Mantan Ketua DPR RI 2016 Ade Komarudin, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebuh Raya, Direktur Trans media dan CNN Ishadi Soetopo, serta perwakilan dari ABC Internasional Dian Islamiati Fatwa yang menjadi pembicara dalam acara ini memberikan berbagai sudut pandang mengenai masa depan Indonesia.

Bincang-bincang yang diinisiasi oleh Ishadi ini berfokus pada visi Indonesia 2030. Ishadi berargumen kalau Indonesia dapat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi 5 teratas pada tahun 2030. Ishadi meneruskan argumennya dengan memaparkan ‘4 basis kekuatan Indonesia’, yakni: lokasi, sumber daya alam, keragaman budaya, dan sumber daya manusia. Kemudian, Ishadi menyimpulkan bahwa Indonesia dapat mencapai visi yang diidamkan jika tak hanya pemerintah, namun seluruh masyarakat Indonesia turut serta berusaha, bekerja keras dan menjaga karakter masing-masing.

Mantan Ketua DPR Ade Komarudin menambahkan opininya dengan membahas visi Indonesia 2045 yang kini sedang dipersiapkan. Ade menekankan rencana jangka panjang memang dibutuhkan agar sebuah negara memiliki arah agar konsisten dalam perkembangannya lantaran targetnya selalu berganti. Rencana jangka panjang yang dimaksud ialah visi Indonesia. Selain itu, Ade juga menyampaikan kalau Indonesia sekarang harus fokus menyeimbangkan ketimpangan-ketimpangan yang ada di Indonesia.

Acara kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab serta ramah tamah sambil menyantap hidangan nusantara yang telah disediakan.

 

 

APA KATA MEREKA

Nadira

Motivasi saya untuk datang ke acara ini adalah untuk mendekatkan diri lagi kepada politik-politik tentang Indonesia. Jadi walaupun kita sebagai mahasiswa yang kuliah di sini tetap masih kedap dan tahu informasi politik di Indonesia. Dan terutama, ini juga membahas angan-angan Indonesia di tahun 2045 yang semoga saja bisa dilakukan dengan ditambah dengan generasi kita nanti ketika kita nanti pulang ke Indonesia.

Lee Risar

Ini pesan bagus untuk orang muda Indonesia, terutama mahasiswa-mahasiswi untuk berpikir lebih ke depan. Apa yang terbaik untuk Indonesia? Dan menurut saya, dengan kehadiran mereka yang memberikan presentasi-presentasi yang sangat luar biasa itu seperti pesan untuk kita lebih semangat untuk belajar lagi dan melihat Indonesia ke depannya bagaimana. Dan poin-poin yang mereka masukkan tadi bagus untuk kita renungkan bersama. Saya kira itu merupakan inti pesan perenungan untuk kita, sambil belajar dan poin apa yang akan kita ambil atau terima dari perjuangan kita selama ini.

Hanum

Menurut aku, ini acara yang bagus banget. Karena untuk aku yang baru tinggal di Melbourne, aku bisa dengar tentang masa depan Indonesia secara langsung dari beberapa politisi hebat, terutama bertemu dengan Bapak Gubernur dan juga Bapak Ade Komarudin yang pernah duduk di DPR. Itu membuka wawasan aku banget tentang masa depan Indonesia dan aku menjadi lebih positif mengenai potensi Indonesia ke depannya.

 

 

 

JLie