Akhir pekan yang baru saja lewat, atas undangan klien sekaligus sahabat dekat, saya menghadiri acara makan malam. Kediamannya berada di kawasan berbukit di bibir kota. Sekitar seratusan tamu datang menyemarakkan suasana yang masih begitu asri.

Sambil menikmati aneka hidangan, saya sempat berkenalan dan ngobrol dengan beberapa teman baru. Diantaranya adalah suami istri yang berprofesi sebagai arsitek di Jakarta. Mereka cerita soal proyek-proyek yang ditangani, diantaranya hotel dan gedung papan atas. Mereka tidak mengerti feng shui, jadi kalau dapat klien yang mau mengaplikasikan feng shui, mereka menghubungi seorang suhu. Lantas, oleh si suhu mereka diberikan ukuran untuk pintu, jendela serta jumlah undakan tangga yang harus diikuti.

Saya jelaskan bahwa hal-hal tadi sebenarnya dalam feng shui hanyalah secondary matter. Feng shui lebih dari ukuran pintu, jendela dan jumlah undakan, masih ada hal-hal utama yang vital yang harus diprioritaskan untuk diaplikasikan.

Yang lebih menarik sekaligus memprihatinkan ialah ketika obrolan masuk ke soal analisa ba zi, sang istri sangat ingin mengetahui banyak hal mengenai kehidupannya melalui data kelahiran. Tapi di sisi lain merasa takut karena pernah mendengar cerita bahwa rohnya bisa diambil.

Saya jelaskan bahwa hal tersebut sama sekali tidak benar karena analisa ba zi bukan sesuatu yang mistis. Semuanya berdasarkan sekumpulan metode dan perhitungan untuk menganalisa.

Sebagai perumpamaan, saat kita ke dokter, dengan menganalisa maka dokter bisa menyimpulkan dan menyarankan apa yang harus dilakukan untuk kesehatan kita. Apakah dengan begitu si dokter berperan sebagai Tuhan yang mementukan kesehatan seseorang? Apakah berarti sang dokter punya kekuatan magic yang bisa menebak penyakit?  Tentu saja tidak.

Nah begitu pula dengan analisa ba zi. Si praktisi feng shui dan analisa ba zi bukan sedang menjadi Tuhan, bukan pula sedang mempraktekkan sihir apalagi mengambil roh si ‘pasien’.

Maka itu sebaiknya kita bersikap kritis dalam menyerap informasi. Ini penting agar kita tidak disesatkan dan nyasar.

PENGALAMAN SAYA DIKATAKAN BODOH

Beberapa dasawarsa silam, dimana feng shui baru sebatas ketertarikan, keinginan untuk berkiprah secara profesional sempat ‘on and off’. Masalah utamanya tak lain karena beraneka mitos mengenai profesi sebagai feng shui consultant, diantaranya bisa sial kena karma jelek, kehidupan keturunannya bisa tidak bagus, bisa mati muda dan sederetan cerita miring nan seram lainnya.

Belakangan setelah mengkonsultasikan ke keluarga, mereka tidak masalah. Lantas saya menemui beberapa kenalan dari berbagai religius background. Tentu saja mereka-mereka yang cukup mumpumi pengetahuan dan penguasaan agamanya. Bahkan beberapa adalah tokoh ternama. Umumnya tanggapan dan masukan nya positif.

Semua pihak yang dimintakan input bernada sama, yaitu agar dalam berpraktek nanti saya bisa selalu dijalan kebenaran. Dalam artian selalu dapat objektif dan mengatakan yang sesungguhnya.

Puluhan tahun telah berlangsung. Nasehat sederhana di atas gampang-gampang susah untuk diaplikasikan. Tak jarang ada permintaan untuk seminar terselubung dimana saya diminta bantu menjual produk, umumnya properti. Dalam kasus seperti ini, sebelumnya saya selalu analisa dengan seksama lokasi dan layout rumah-rumahnya. Kalau jelek saya tolak, kecuali saya bisa mengatakan apa adanya di seminar nanti namun biasanya si pihak penyelenggara yang undur diri dengan aneka alasan.

Pernah juga ada kenalan yang adalah pengusaha piawai. Beliau menganjurkan agar saya membangun citra via cara berpakaian tertentu. Lantas membentuk marketing dan management team yang mengurusi semua aktivitas saya. Intinya mau melakukan semacam “kebaktian” keliling menyebarkan “syair” feng shui seperti yang banyak dilakukan kalangan tertentu. Sewa stadion, bikin dan jualan CD, booklet dan sebagainya. Juga mencari pelanggan yang mau menerima tweet atau sms saya setiap hari.

Tawaran untuk dagang aneka produk feng shui sudah saya terima berkali-kali. Ada pula yang menawarkan kickback alias komisi kalau saya mengarahkan klien untuk beli barang di tokonya.  Menulis buku ramalan shio setiap tahun juga termasuk yang sering ditagih oleh banyak pihak.

Dalam perjalanan saya masih banyak lagi kesempatan yang menggiurkan yang bisa mendatangkan materi dalam jumlah besar. Tapi jika semua tadi saya terima, berarti saya akan mempertaruhkan ke-objektivitasan saya. Yang mana nantinya dapat membuat saya keluar dari rel dalam berlaku jujur.

Tak sedikit yang mengolok-olok saya dan mengatakan saya bodoh karena menolak kesempatan bagus. Tapi patut disyukuri, sampai detik ini saya masih terus bisa berkiprah di jalur feng shui yang objektif dan jujur, meskipun “gangguan” untuk melenceng datang terus menerus.

Saya percaya, dalam hidup dan profesi tidak lah mudah untuk selalu bisa mempertahankan kebenaran. Saya berasa beruntung dapat melakukannya.

Suhana Lim
Certified Feng Shui Practitioner
www.suhanalimfengshui.com
0422 212 567 / [email protected]