Meraup kesuksesan dalam dunia berkarir di negara asing bukan hal yang mudah. Perjuangan tersebut tak dipungkiri harus dilalui banyak orang Indonesia yang meninggalkan Tanah Air demi mengejar mimpi, atau yang dilahirkan di Australia dari orangtua yang berasal dari Indonesia. Hal itu juga yang dialami oleh Melissa Darmawan. Wanita cantik ini memulai karirnya dari nol, hingga kini menjadi international bikini model champion, fitness model dan lifestyle and performance coach di Sydney. Ia juga merupakan Australian/Asian model pertama yang disponsori oleh Dymatize Nutrition, sebuah produsen suplemen dan nutrisi binaraga.

Melissa lahir pada 1984 di Sydney, New South Wales, dan dibesarkan di eastern suburbs bersama keluarganya. Meski tidak lancar berbahasa Indonesia, namun ia masih mengerti dan tidak lupa akan asal usulnya. Ibunya berasal dari Jakarta, sedangkan ayah dilahirkan di Makassar, Sulawesi. Alkisah sang ayah menginjakkan kaki pertama kali di Sydney pada 1974 untuk menimba ilmu di bidang hotel catering dan management, dan kemudian berprofesi sebagai seorang chef. Ibunya pindah ke Sydney setelah menerima lamaran ayahnya pada 1983.

I knew I was quite unique in that my features were the polar opposite of the stereotype Asian that was perceived in the late 1990’s, early 2000’s. I was always one of the tallest girls in my year and had curly hair, tanned skin so I knew that my look was different in that,” papar Melissa yang mengaku bahwa keinginan menjadi model sudah ada sejak remaja. Dan oleh karena bentuk tubuhnya lebih cocok menjadi model pakaian renang dibanding fashion modeling, ia pun memutuskan mengejar karir di jalur tersebut.

Memasuki usia 17 tahun, Melissa sempat bekerja di pusat kebugaran Fitness First selama tujuh tahun. Lama kelamaan lingkungannya tersebut mendorongnya untuk menjadi model fitness. Saat itu ia kerap mengagumi model-model fitness yang ia lihat di majalah serta di setiap fitness expo yang ia kunjungi. “I’ve always liked curvy, round women and there was something about a fitness model that encompassed that, but if you asked me back then if I knew I was going to be a fitness model, I definitely would not have said yes!!!” kisahnya seraya bernostalgia.

Sayang, awal jalur karirnya sebagai model tidak semulus yang ia kira, tak lain karena pada kala itu sosok seorang “model” cenderung memiliki bentuk tubuh kurus. You either categorized into either a blonde, brunette or a “black” girl with a rare appearance of an Asian model on the scene here and there. As I found it tough, I decided to throw the towel in as there were few jobs here and there and decided to pursue another career,” ungkapnya.

Setelah vakum di dunia modeling selama empat tahun, wanita berparas menawan ini tiba-tiba berkeinginan untuk mengadakan sebuah photoshoot untuk merayakan ulang tahunnya, semata-mata karena ia rindu berada di depan kamera. Pada saat yang bersamaan, ada teman Melissa yang sempat mengikuti kompetisi bodybuilding untuk pertama kalinya. Hal tersebut menyadarkan Melissa bahwa ia siap menaruh fokus pada bentuk tubuhnya sendiri. Ia pun lalu meminta temannya itu untuk menjadi personal trainer baginya. “She put together my first experience of a disciplined food and weights training program and boy, that was an adventure!!!” ujarnya dengan semangat.

Sesudah photoshoot, teman Melissa mengajaknya datang ke sebuah pelatihan yang diadakan oleh Bodybuilding Federation, dimana setiap pendatang mendapatkan kesempatan untuk berpose dan berjalan di panggung seperti layaknya kompetisi bikini. Ketika workshop berlangsung, pimpinan dari federation tersebut mempersilahkan setiap pengunjung untuk duduk. Tak disangka, Melissa dipanggil untuk menunjukkan kebolehannya berjalan di atas panggung. Si pimpinan rupanya mengira Melissa sudah pernah mengikuti kompetisi sebelumnya. “Well, I hadn’t, however, her compliment gave me the confidence to re-consider modeling a bit more seriously than before,” aku wanita 31 tahun itu.

Seminggu setelah peristiwa itu Melissa memutuskan untuk mengikuti kompetisi pertamanya yang diadakan 12 minggu kemudian. Melissa berhasil menempati juara ke-4 pada pertandingan pertama, dan juara ke-2 pada pertandingan berikutnya. Inilah yang menjadi awal kesuksesan karir Melissa. “The president of the Australasian Natural Bodybuilding (ANB) federation suggested I compete in an international show called the Asia Pacific’s International Championships in Queensland 2 weeks later and with all my nerves, I overcame that, flew myself up and came 2nd again. From there, I knew I had the bug!!!”

Selanjutnya Melissa memutuskan untuk terus mengikuti berbagai kompetisi. Ia pun sempat memenangkan gelar sebagai Miss Australia and Miss Asia Pacific, serta bertolak ke Negeri Paman Sam demi mengikuti kompetisi di Las Vegas dan Miami.

Selama mengikuti berbagai kompetisi, hal paling sulit yang ditemui Melissa adalah conditioning atau memiliki massa otot yang cukup dan sesuai. Untungnya, karena bentuk tubuh dan kulitnya yang mendukung, ia berhasil melewati tantangan tersebut. “Also, my look is quite unique. The audience either loves it or doesn’t and since I’m so comfortable in my own skin; I am completely fine with that cause it’s my viewpoint on myself that defines beauty and the compliments from others which boost it,” katanya percaya diri.

Ketika ditanya apa yang selalu menjadi inspirasi bagi seorang Melissa, dengan rendah hati ia menjawab bahwa semangat dan niatnya datang dari kegigihan serta sebuah tujuan untuk mengidentifikasi dirinya sebagai model yang sukses. Seperti yang diceritakan sebelumnya, Melissa sempat mengecap kegagalan. Akan tetapi pengalaman tersebut justru memberikan sebuah kesempatan baru dalam memenuhi impiannya sebagai seorang bikini competitor dan model.

Selain itu, Melissa menambahkan, banyak sosok yang memberinya inspirasi, sebut saja model dan aktris ternama Sofia Vergara yang dikenal karena kecantikan, pribadi dan tubuhnya yang curvy, dan Pia Miller untuk kecantikannya yang eksotik serta kecintaannya kepada keluarga. “In the fitness industry, I looked up to Lindy Olsen. A professional figure competitor and a chief editor of one of the leading fitness magazines in the industry. What I found inspirational about Lindy was her warm personality, her genuine care and her ability to influence and inspire so many people through her magazine to help others be the best they can be through their health and fitness,” tutur Melissa yang mengagumi wanita-wanita tersebut bukan hanya karena penampilan mereka, tetapi juga dari prinsip yang mereka pancarkan.

Walaupun karirnya sebagai model bikini dan fitness berjalan lancar, keseharian Melissa bukan berarti mudah untuk dijalani. Ia harus terus mempertahankan bentuk tubuh dan kesehatannya untuk memenuhi kualifikasi profesi tersebut. Pada awal karirnya, Melissa harus berlatih dan mengangkat beban sebanyak 5 hingga 6 kali dalam seminggu, dan terkadang sesi tersebut dilakukan dua kali sehari, tergantung jadwal kompetisi Melissa. Berbeda dengan sekarang dimana dirinya telah berada pada tahap stabil, Melissa dapat mengurangi jadwal latihannya menjadi 2 hingga 3 kali per minggu yang meliputi angkat beban dan jalan sehat.

Kepadatan jadwal sehari-hari tidak pernah melunturkan semangat Melissa dalam menjalani rutinitas kebugarannya. Untuk menjaga diet, wanita ramah ini telah menyiapkan sederet daftar makanan seperti daging, sayuran, nasi, buah-buahan dan produk susu untuk kemudian dimasukkan ke dalam sebuah aplikasi di telepon genggamnya – MyFitnessPal guna membantu dirinya mengontrol asupan makanan yang harus ia cerna dalam sehari. “With my career as Business Performance and Sales Coach as well as my Model Posing and Nutrition Coaching business, I maintain my physical appearance through a daily food game where I need to fulfill certain macro nutrient targets each day. What I mean by that is that I have a protein, fats, carbohydrate and a fiber target that I aim to fulfill by the end of the day to ensure that I maintain the ratios daily cause with my long days, I like to know that I have nourished myself to exactly what my body needs,” jelasnya.

Selain itu, Melissa pula mendapatkan bantuan suplemen dari para sponsor, seperti Dymatize Nutrition dan Superior Supplements. “If you don’t see a scoop of the Dymatize ISO100 Chocolate flavour in my daily regime, you know there’s something not right!” katanya bercanda.

Di waktu senggangnya Melissa mengaku gemar bersantap di restoran, pergi ke pantai serta membagi waktunya untuk orang lain dan membantu mereka. “I am also passionate about saving the world. Yes, I am one of those people! So at times, I will go out with a group of people and hand out books about The Way to Happiness and run workshops and events for children and for adults too on the precepts to help with your journey to happiness. I truly believe that everyone should be happy,” papar wanita yang juga memiliki ketertarikan pada musik itu.

Sebagai seseorang dengan darah Indonesia yang tinggal di Australia, Melissa Darmawan adalah satu dari sekian banyak orang yang berhasil meraup kesuksesan di negeri orang dengan kerja kerasnya sendiri. Ia pun tak segan untuk berbagi motivasi kepada sesama warga Indonesia yang diambil dari sebuah ucapan film ternama Rocky Balboa ketika memberi nasihat pada anaknya: “It ain’t how hard you hit; it’s about how hard you can get hit and keep moving forward. How much you can take, and keep moving forward. That’s how winning is done!”

So I want to say this, you’re here in Australia and I know that you are doing the best that you can to build a future for yourself and all those involved. With every doing comes a dream and with every dream is an adventure and at times, your terrain may be tough.

So just know, that when you get hit, it’s how fast you get up and keep moving forward to show how winning is done. That’s my advice to you and remember to always flourish and prosper,” tutupnya.

 

sasha
foto: gwburns/dok.pribadi