Selama satu pekan dari tanggal 10 hingga 15 Juli 2017, kedutaan Australia di Jakarta memperingati minggu NAIDOC, dimana mereka merayakan budaya dan keberhasilan dari masyarakat Aborigin dan pulau Torres Strait. NAIDOC sendiri merupakan singkatan dari National Aborigines and Islanders Day Observance Committee.

Perayaan dimulai di hari pertama dengan upacara pengibaran bendera, kemudian diteruskan dengan penampilan eksibisi karya seni dan kolaborasi bersahabat dengan seniman Indonesia. Karya yang dihasilkan oleh Jandamarra Cadd dan Jerry Thung ini adalah sebuah lukisan unik perpaduan batik dengan tehnik mewarnai Aborigin. Sejumlah 50 karya seni dan foto oleh seniman Aborigin juga terpajang di gedung kedutaan.

Acara ditutup pada tanggal 15 Juli dengan penayangan film Satellite Boy yang disutradarai oleh Catriona McKenzie. Film tersebut bercerita tentang perjuangan anak laki-laki Aborigin, Pete, yang menelusuri lanskap Broome dan Purnululu National Park untuk menemukan Ibunya kembali. Namun Pete tidak pergi sendirian, ia ditemani oleh seorang teman yang nakal namun setia kawan, Kalmain. Dalam petualangannya itu Pete menerima bantuan dari ‘country’ dan akhirnya bisa menemukan keinginan hati sesungguhnya.

Sembari menonton film penuh humor dan misteri ini, peserta juga dapat menikmati popcorn dan choc top ala Australia yang telah disediakan oleh panitia. Di akhir acara penonton juga berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah dengan menjawab pertanyaan seputar film Satellite Boy .

Memperingati NAIDOC sangatlah penting bagi seluruh masyarakat Australia. Dengan adanya perayaan ini masyarakat dapat lebih mengenal dan menghargai masyarakat Aborigin dan budayanya yang kaya. Komite NAIDOC juga mendukung masyarakat Aborigin yang membutuhkan bantuan agar bisa mendapatkan hidup yang sejahtera dan adil.

 

 

 

Gaby