Naufal Muhammad: MENJADI TELADAN YANG BAIK

 

“Baca buku!” itulah jawaban pemuda yang akrab disapa Naufal ini saat ditanyai perihal hobi dan kegiatan yang paling ia senangi. “Saya senang baca buku apa saja, kalau tidak membawa buku rasanya ada perasaan insecure,” urainya sambil tertawa. Ya, pemuda yang saat ini menjabat sebagai Presiden Young Indonesian Moslem Student Association atau YIMSA tersebut, adalah pecinta buku sejati. Saat ini, penulis favoritnya adalah Ustad Salim A. Fillah yang menceritakaan tentang makna kebahagiaan di Islam.

“Saya sangat menikmati buku-buku beliau. Tapi, saya juga tertarik terhadap buku tentang self-health yang bisa encourage diri sendiri untuk terus berkembang dan tidak stuck di satu tempat saja”. Selain membaca buku, browsing juga menjadi salah satu hobi pemuda pecinta keju ini. “Biasanya waktu luang diisi juga dengan browsing di Internet atau sekedar buka Facebook dan Youtube” ujarnya.

Selain itu, dengan keikutsertaannya sebagai ketua YIMSA periode ini, Naufal pun semakin berkontribusi untuk memperdalam Islam lebih lanjut lagi. Dalam menjalaninya pun, Naufal tidak luput dari mendapati kejadian-kejadian yang menurutnya sangat ada campur tangan dari Yang Maha Kuasa. Salah satu pengalaman menarik baginya adalah ketika mengalami ujian akhir kemarin. “Saya merasa akan gagal mengikuti ujian di salah satu mata kuliah, dikarenakan nilai yang tidak cukup. Semester ini saya sibuk di berbagai kegiatan. Tapi, Alhamdulillah, saya bisa mengikuti ujian, dan nilai yang dijadikan persyaratan tersebut saya berhasil lulus untuk melaluinya dengan nilai yang baik,” ujarnya masih tidak terpercaya.

“Satu hikmah yang bisa saya ambil dari kejadian ini adalah, ketika kita ikut ambil andil dalam menyebar agama Allah, maka Allah juga pasti membantu kita. Itu juga yang dikatakan oleh teman saya, kalau ujian itu tidak perlu khawatir, selagi kita masih dijalur yang benar, dan ikut berdakwah dalam meninggikan agama Islam, maka Allah juga akan berkontribusi dalam membantu segala persoalan kita,” ucap Naufal seraya tersenyum.

Ditanyai perihal motivasinya menjadi ketua YIMSA periode ini, penyuka telor mata sapi ini menyampaikan bagaimana ia tersentuh dengan komunitas Indonesia yang ada di Melbourne yang berhasil memberikan kenyamanan kepadanya. “Awal mula saya datang ke Melbourne, saya sangat diterima dengan hangat oleh berbagai komunitas-komunitas Indonesia yang berada di Melbourne. Saya merasakan adanya comfort zone ketika berkumpul dengan orang-orang Indonesia. Dan saya ingin menjadikan YIMSA sebagai selah satu wadah dan rumah bagi siapapun, terlebih bagi pelajar, dalam hal menimba ilmu agama ataupun hanya sekedar sharing biasa. Intinya, saya ingin menjadikan organisasi ini sebagai organisasi yang bisa memberikan kenyamanan bagi pemuda Indonesia dan feel welcome ketika mereka bersama YIMSA, seperti yang pernah saya rasakan,” ujarnya. Itulah yang juga membuat Naufal berharap masa depan YIMSA kedepannya, selepas dari kepimpinannya. “Saya berharap YIMSA tetap menjaga kekeluargaannya, menjadi wadah dalam berbagai ilmu dan pengalaman apapun, dan menjadi rumah yang selalu memberikan kenyamanan bagi pelajar yang ada di Melbourne. Dan semoga, YIMSA juga bisa memperbesar pengaruhnya ke berbagai kalangan dan memiliki acara-acara yang besar lagi,” ucap Naufal.

Menyinggung tentang kegiatan YIMSA, Naufal mengutarakan acara-acara YIMSA selanjutnya yang tak kalah menarik. “Semester depan masih ada Tafakur Alam, OBTUS (Obrolan suatu Siang) jilid dua, Sports Day dan BBQ. Tafakur Alam itu acara YIMSA yang mengajak pesertanya untuk menikmati keindahan alam hasil karya Sang Pencipta sambil melakukan berbagai aktivitas outdoor. OBTUS jilid dua ini juga tak kalah menariknya dibanding yang pertama kemarin, acara ini bertujukan untuk melakukan diskusi dan sharing seputar kehidupan sehari-hari, seperti membicarakan tentang pertemanan, belajar ikhlas, sabar, dan berbagai macam hal menarik lainnya. Jadi ditunggu saja di Facebook kita ya!” Kata pemuda yang menyukai olahraga lari ini.

Seraya menutup wawancara dengan Naufal, ia pun berbagi motto hidupnya. “Whatever you are, do your best. Selalu melakukan terbaik apapun yang kita kerjakan. Jangan pernah melakukannya dengan setengah-setengah, lakukanlah semaksimal mungkin. Dan senantiasa selalu berbuat baik, karena how you make others feels, says a lot about you,” tutupnya.

 

Alifia